Connect with us

Sukseskan Program Lorong Wisata,Plt Kadis Ketahanan Pangan Kunjungi Kecamatan Ujung Pandang

Published

on

KITASULSEL—MAKASSAR —Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar, Dr Alamsyah Sahabuddin, S.Stp,Msi berkunjung di Kecamatan Ujung Pandang dalam rangka membahas pengembangan Lorong Wisata dan menyalurkan bibit cabai. Rabu 18/04/2024

Pada kunjungan tersebut Alamsyah Sahabuddin didampingi Kabid Konsumsi Faisal dan staf DKP.
Bertempat di Ruang Rapat Camat Ujung Pandang, Almsyah Sahabuddin bersama rombongan diterima langsung oleh Camat Ujung Pandang, Syahrial Syamsuri dan para Lurah serta penyuluh pertanian

Dalam sambutannya Alamsyah Sahbuddin mengajak kepada pemerintah Kecamatan Ujung Pandang agar selalu bersinergi dengan Dinas Ketahanan Pangan kota Makassar dalam menyukseskan program Pemkot Makassar, salah satunya program Lorong Wisara

Alamsyah Sahabuddin menambahkan, selaku penerima amanah sebagai penaggungjawab berkembangnya Lorong Wisata, Dinas Ketahanan Pangan terus melakukan kolaborasi dengan Kecamatan dan terus melakukan monitiring

“Hari ini kami bersama bapak Camat Ujung Pandang melakukan rapat koordinasi membahas terkait penegembangan Lorong Wisata sekaligus menyerahkan bibit cabai,”tutur Alamsyah

Sementara itu Camat Ujung Pandang Syarial Syamsuri, mengatakan, Dirinya dan seluruh jajarannya siap berkolaborasi dengan DKP kota Makassar dalam menyukseskan seluruh program di Kecamatan Ujung Pandang

“Tentunya kami sebagai pemerintah kecamatan akan terus mendukung dan selalu siaap menyukseskan program di Kecamatan Ujung Pandang,” tutur Syahrial

Lorong Wisata merupakan program unggulan Pemkot Makassar yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang ada di lorong. Tahun 2024 Pemkot Mkassar menargetkan penambahan 1000 Lorong Wisata (**)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Pemkot Makassar

Pemkot Makassar Tertibkan Lapak di Sunu dan Datuk Patimang, Camat Ujung Pandang Kedepankan Pendekatan Humanis

Published

on

Kitasulsel–Makassar Pemerintah Kota Makassar terus melakukan penataan kawasan perkotaan, khususnya di sejumlah ruas jalan yang selama ini dipadati lapak usaha di atas fasilitas umum. Penataan difokuskan di Jalan Sunu dan Jalan Datuk Patimang agar lebih tertata dan bebas dari pelanggaran pemanfaatan ruang publik.

Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, menyampaikan bahwa langkah penertiban dilakukan secara bertahap melalui dialog langsung dengan para pemilik usaha.

Salah satu penertiban dilakukan terhadap satu unit lapak warung ikan bakar di Jalan Emitailan (Emisailan) yang telah beroperasi kurang lebih 20 tahun. Lapak tersebut ditertibkan karena berdiri di atas fasilitas umum dan akan direlokasi ke Pasar Baru agar aktivitas usaha tetap berjalan di tempat yang telah disiapkan.

“Pendekatan yang kami lakukan tetap mengedepankan komunikasi dan solusi. Pedagang tidak dilarang berusaha, tetapi diarahkan agar menempati lokasi yang sesuai peruntukannya,” ujar Nanin.

Selain di Jalan Emitailan, pemerintah kecamatan juga melakukan pendekatan humanis di Jalan Sungai Poso. Di lokasi tersebut, pedagang diberikan pemahaman sehingga melakukan pembongkaran mandiri terhadap bangunan yang tidak sesuai aturan.

Penertiban juga menyasar trotoar di sepanjang Jalan Penghibur. Sejumlah lapak yang selama ini menetap atau bermalam di atas trotoar dibersihkan guna mengembalikan fungsi jalur pejalan kaki serta menjaga estetika kawasan kota Makassar.

Tak hanya itu, penjual ikan bakar di Jalan Gunung Merapi yang telah berjualan sekitar 20 tahun juga menjadi perhatian pemerintah kecamatan. Sementara di kawasan Sungai Pareman, terdapat sekitar 10 lapak yang menggunakan area di atas drainase untuk berusaha.

Terhadap para pedagang tersebut, pemerintah melakukan pendekatan persuasif agar bersedia direlokasi ke tempat yang lebih tertib dan aman. Relokasi disebut sebagai solusi agar para pelaku usaha tetap dapat menjalankan aktivitas ekonomi tanpa melanggar aturan tata ruang.

Nanin menegaskan, seluruh langkah penataan dilakukan sebagai bagian dari upaya mengembalikan fungsi drainase dan trotoar, sekaligus meminimalisir potensi banjir dan gangguan ketertiban umum.

“Kami ingin kawasan tetap tertata, drainase berfungsi optimal, dan masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman. Relokasi menjadi solusi agar pedagang tetap bisa berusaha tanpa melanggar aturan,” tutupnya.

Continue Reading

Trending