Connect with us

Hadiri Halal Bihalal Bersama Masyarakat Ujung Tanah,Indira Yusuf Ismail:Saya Bangga Menjadi Bagian Dari Semangat Ini

Published

on

Kitasulsel—MAKASSAR ||Ratusan warga Kecamatan Ujung Tanah sambut kehadiran Ketua TP PKK Kota Makassar Indira Yusuf Ismail, pada kegiatan Halal Bihalal yang digelar oleh Pemerintah Kecamatan Ujung Tanah, 09/05/2024

Terdengar yel yel oleh warga yang hadir saat Indira Yusuf Ismail memasuki Gedung Sejati Muhammadiyah, membuat ketua TP PKK Kota Mkassar ini merasa senang dan terharu atas sambutan yang begitu meriah

“Terimakasih atas sambutannya. Saya sangat senang dan terharu atas sambutan ibu ibu dan bapak bapak, serta bangga melihat ke kompakan kita semua,”tutur Indira Yusuf Ismail

Pada kegiatan tersebut, terlihat Indira Yusuf Ismail didampingi oleh, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar Dr Alamsyah Sahabuddin, S.Stp., MSi, dan Camat Ujung Tanah Amanda Syahwaldi serta tokoh masyarakat Kecamatan Ujung Tanah

Disela sela kegiatan Alamsyah Sahabuddin mengatakan kegiatan Halal Bihalal yang dihadiri Indira Yusuf Ismail sebagai ajang bersilaturahim, sekaligus mengajak warga mensukseskan program Pemerintah kota Makassar di Kecamatan Ujung Tanah

“Hari ini kami mendampingi Ketua TP PKK kota Makassar Ibu Indira Yusuf Ismail menghjadiri acara Halal Bihalal, sekaligus berrsilaturahim dengan warga serta mengajak warga untuk mensukseskan program pemerintah kota di Kecamatan Ujung Tanah,”tutur Alamsyah Sahabuddin

Pada kegiatan tersebut dihadiri para Lurah, ketua Pj RT RW, Ketua LPM, Tokoh Pemuda dan Tokoh Masyarakat Kecamatan Ujung Tanah (**)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Pemkot Makassar

Pemkot Makassar Tertibkan Lapak di Sunu dan Datuk Patimang, Camat Ujung Pandang Kedepankan Pendekatan Humanis

Published

on

Kitasulsel–Makassar Pemerintah Kota Makassar terus melakukan penataan kawasan perkotaan, khususnya di sejumlah ruas jalan yang selama ini dipadati lapak usaha di atas fasilitas umum. Penataan difokuskan di Jalan Sunu dan Jalan Datuk Patimang agar lebih tertata dan bebas dari pelanggaran pemanfaatan ruang publik.

Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, menyampaikan bahwa langkah penertiban dilakukan secara bertahap melalui dialog langsung dengan para pemilik usaha.

Salah satu penertiban dilakukan terhadap satu unit lapak warung ikan bakar di Jalan Emitailan (Emisailan) yang telah beroperasi kurang lebih 20 tahun. Lapak tersebut ditertibkan karena berdiri di atas fasilitas umum dan akan direlokasi ke Pasar Baru agar aktivitas usaha tetap berjalan di tempat yang telah disiapkan.

“Pendekatan yang kami lakukan tetap mengedepankan komunikasi dan solusi. Pedagang tidak dilarang berusaha, tetapi diarahkan agar menempati lokasi yang sesuai peruntukannya,” ujar Nanin.

Selain di Jalan Emitailan, pemerintah kecamatan juga melakukan pendekatan humanis di Jalan Sungai Poso. Di lokasi tersebut, pedagang diberikan pemahaman sehingga melakukan pembongkaran mandiri terhadap bangunan yang tidak sesuai aturan.

Penertiban juga menyasar trotoar di sepanjang Jalan Penghibur. Sejumlah lapak yang selama ini menetap atau bermalam di atas trotoar dibersihkan guna mengembalikan fungsi jalur pejalan kaki serta menjaga estetika kawasan kota Makassar.

Tak hanya itu, penjual ikan bakar di Jalan Gunung Merapi yang telah berjualan sekitar 20 tahun juga menjadi perhatian pemerintah kecamatan. Sementara di kawasan Sungai Pareman, terdapat sekitar 10 lapak yang menggunakan area di atas drainase untuk berusaha.

Terhadap para pedagang tersebut, pemerintah melakukan pendekatan persuasif agar bersedia direlokasi ke tempat yang lebih tertib dan aman. Relokasi disebut sebagai solusi agar para pelaku usaha tetap dapat menjalankan aktivitas ekonomi tanpa melanggar aturan tata ruang.

Nanin menegaskan, seluruh langkah penataan dilakukan sebagai bagian dari upaya mengembalikan fungsi drainase dan trotoar, sekaligus meminimalisir potensi banjir dan gangguan ketertiban umum.

“Kami ingin kawasan tetap tertata, drainase berfungsi optimal, dan masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman. Relokasi menjadi solusi agar pedagang tetap bisa berusaha tanpa melanggar aturan,” tutupnya.

Continue Reading

Trending