Connect with us

Tangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”

Published

on

Kitasulsel—Lutim—Tangis haru mewarnai pelepasan status asn Hj Puspawati Husler,Perhari ini Istri Mantan Bupati Luwu timur Alm Thoriq Husler ini akan kembali Kemasyarakat dengan status masyarakat biasa.

Momen pelepasan Hj Puspawati Husler berlangsung penuh keharuan,satu persatu pegawai dilingkup dinas tempat beliau bertugas menyalami dengan tangisan,Selasa 02/07/2024.

 “Beliau sosok ibu bagi kami semua,Sedih dan berat melepaskan ibu puspawati husler dari kantor ini,beliau wanita tangguh dan hebat.beliau selalu memberikan motivasi kepada kita semua,insyaAllah ibu selalu di hati kami.

Bukan hanya pegawai di lingkup Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Luwu Timur yang merasakan kesedihan yang mendalam akan pelepasan status ASN istri alm Thoriq Husler ini,kapasitasnya yang perna manjadi ketua PKK Luwu timur menjadi alasan dari asn di lingkup Pemda Luwu timur merasa kehilangan sosok ibu yang mampu mengayomi semua kalangan ini.

“Dalam keseharian tiap bersua dengan ibu haji selalu ada senyum yang khas buat kami,caranya mengayomi,menuntun dan menyampaikan sesuatu tersampaikan dengan adem dan menyentuh,ini yang tak akan bisa kami lupakan dari ibu haji,kami tau apa yang akan kami perbuat untuk Ibu haji nantinya,jelas seorang sumber yang tak ingin namanya di beritakan.

Pengunduran diri Hj Puspawati Husler sebagai ASN merupakan sebuah pengorbanan yang cukup besar baginya dan keluarga untuk satu tujuan yang lebih muliah,Diketahui Hj Puspawati Husler akan maju mendampingi Ir H Irwan Bachri Syam pada kontestasi Pilkada tahun 2024 mendatang sebagai wakil bupati Luwu timur.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Menag Nasaruddin Umar: Iduladha 1447 H di Istiqlal Usung Tema “Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan”

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA — Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menegaskan pelaksanaan Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal tahun ini mengusung tema “Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan”.

Hal tersebut disampaikan Nasaruddin Umar saat konferensi pers persiapan pelaksanaan Salat Iduladha 1447 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Menurut Menag, tema tersebut dipilih sebagai bagian dari upaya memperkuat pesan keagamaan yang tidak hanya berfokus pada ibadah ritual, tetapi juga mendorong kepedulian terhadap lingkungan hidup dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Tema tahun ini terutama dalam khutbah nanti adalah spirit kurban merawat alam dan kemanusiaan. Ini sejalan dengan tema-tema besar Kementerian Agama tentang ekoteologi dan teologi cinta,” ujar Nasaruddin Umar.

Ia menjelaskan, konsep ekoteologi yang terus digaungkan Kementerian Agama menempatkan manusia sebagai bagian dari alam yang memiliki tanggung jawab menjaga keseimbangan lingkungan.

Karena itu, momentum Iduladha dinilai sangat tepat untuk mengajak umat Islam memahami bahwa ibadah kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi juga bentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab terhadap keberlangsungan alam.

Nasaruddin berharap tema tersebut dapat menjadi inspirasi bagi para khatib maupun masyarakat muslim Indonesia agar semakin memperkuat kesadaran menjaga lingkungan dan mempererat nilai kemanusiaan melalui ibadah kurban.

Selain mengusung pesan ekologis, pelaksanaan kurban di Masjid Istiqlal tahun ini juga dirancang dengan konsep ramah lingkungan. Seluruh proses penyembelihan hewan kurban dipastikan menggunakan sistem yang higienis dan terkendali agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

“Tidak ada satu tetes pun darah atau limbah yang masuk ke sungai. Semua sudah disiapkan dengan sistem pengelolaan yang baik,” katanya.

Menurutnya, pengelolaan limbah kurban menjadi salah satu perhatian utama panitia guna memastikan kegiatan ibadah berjalan bersih, tertib, dan tetap memperhatikan aspek kesehatan lingkungan.

Ia menambahkan, Masjid Istiqlal saat ini terus berupaya menjadi contoh pengelolaan rumah ibadah modern yang tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga memiliki standar kebersihan dan tata kelola lingkungan yang baik.

Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin Umar juga mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama menjaga kebersihan kawasan masjid selama pelaksanaan Salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban berlangsung.

Ia meminta jamaah membawa pulang sampah masing-masing atau membuangnya pada tempat yang telah disediakan panitia.

“Masjid Istiqlal baru saja mendapat penghargaan dunia karena dinilai efektif, efisien, tertib, dan bersih. Ini harus kita jaga bersama,” tandasnya.

Pelaksanaan Iduladha 1447 H di Masjid Istiqlal diperkirakan kembali dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah. Karena itu, panitia telah menyiapkan sejumlah langkah pengamanan, pengaturan arus jamaah, hingga pengelolaan kebersihan agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar dan nyaman.

Melalui tema “Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan”, Pemerintah berharap Iduladha tahun ini tidak hanya menjadi momentum memperkuat ketakwaan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan, mempererat solidaritas sosial, dan memperkuat nilai kasih sayang antarsesama.

Continue Reading

Trending