Connect with us

Zuhaelsi Zubir Cek Satu Persatu Progres Tiap Bidang, Pastikan Pelayanan dan Pengerjaan di PU Makassar Maksimal

Published

on

kitasulsel–makassar Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar kembali menggelar rapat kordinasi rutin bulanan. Dibawah komanda Zuhaelsi Zubir sebagai Kepala Dinas rapat ini menjadi agenda wajib untuk mengecek kesiapan dan sejauh mana pencapaian seluruh pihak di internal Dinas PU Kota Makassar.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas PU, Zuhalelsi Zubir ST., MT, dihadiri oleh Sekretaris Dinas, para Kepala Bidang (Kabid), dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPTK). Rapat tersebut diadakan di ruang rapatnya. Jumat (12/07/24)

Agenda utama rapat adalah membahas kemajuan pekerjaan di masing-masing bidang. Kepala Dinas menekankan pentingnya koordinasi untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

“Kita mesti kroscek setiap saat progres masing-masing bidang dan turunannya agar bekerja maksimal melayani berbagai keluhan Kota yang menjadi wewenang kami. Demi kebaikan warga,” ujarnya.

 

Lanjut Zuhaelsi menyampaikan bahwa setiap bidang harus kerja cepat dan mengutamakan pelayanan, pekerjaan yang berkualitas sehingga warga terasa aman aman dan nyaman.

 

Dari informasi yang berhasil diperoleh, perbaikan berbagai lorong dengan paving blok, pembersihan drainase, kanal/sungai dan beberapa layanan dasar yang dekat dengan warga harus dipastikan berjalan dengan baik.

Zuhaelsi memberi semangat dan berharap pada saat sebelum rapat ditutup dengan harapan kerja sama yang baik dari semua pihak untuk mencapai tujuan bersama. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Pemkot Makassar

Pemkot Makassar dan Kejari Teken MoU, Munafri Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Bersih

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel melalui kerja sama strategis dengan Kejaksaan Negeri Makassar.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Makassar dan Kejaksaan Negeri Makassar terkait penanganan perkara perdata dan tata usaha negara. Penandatanganan berlangsung di Ruang Sipakalebbi, Balai Kota Makassar, Jumat (13/3/2026).

Dalam sambutannya, Munafri menilai kerja sama ini menjadi langkah penting untuk memastikan jalannya pemerintahan yang lebih transparan sekaligus memperkuat pengawasan terhadap berbagai persoalan hukum yang dihadapi pemerintah daerah.

“Ini adalah bentuk sinergi untuk memastikan tata kelola pemerintahan berjalan dengan baik,” kata Munafri.

Munafri menjelaskan, sebagai kota besar dengan aktivitas ekonomi yang terus berkembang, Makassar memiliki potensi pendapatan daerah yang sangat besar. Namun, ia mengungkapkan masih banyak potensi penerimaan yang belum tergarap secara maksimal.

Bahkan, menurutnya, masih ditemukan sejumlah pelaku usaha yang tidak menjalankan kewajiban pajaknya selama bertahun-tahun.

“Ada beberapa tempat usaha yang tidak membayar pajak sampai 10 tahun. Bahkan ada juga yang membayarnya tidak sesuai dengan kewajibannya,” tuturnya.

Jika potensi tersebut dimaksimalkan, Munafri memperkirakan pendapatan daerah yang belum tergarap bisa mencapai ratusan miliar rupiah setiap tahun.

Karena itu, ia berharap kehadiran Kejaksaan Negeri Makassar dapat memberikan pendampingan hukum sekaligus memperkuat pengawasan terhadap berbagai sektor penerimaan daerah, mulai dari pajak, retribusi hingga pengelolaan aset daerah yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

Selain itu, Munafri juga menyoroti persoalan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Makassar yang menurutnya masih membutuhkan pengawasan ketat agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Ia mencontohkan proyek Lapangan Karebosi yang sempat terhambat sebagai pelajaran penting bagi pemerintah daerah dalam memastikan setiap proyek berjalan sesuai aturan.

“Kita tidak ingin ada aset yang mangkrak atau tidak termanfaatkan dengan baik. Karena itu, kita membutuhkan pendampingan agar proses pengadaan barang dan jasa bisa berjalan sesuai aturan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga menyinggung adanya indikasi pihak-pihak tertentu yang mencoba memengaruhi proses pengambilan keputusan dalam proyek pemerintah.

Ia secara tegas meminta agar tidak ada lagi “invisible hand” atau campur tangan pihak tertentu yang berpotensi mengganggu proses pembangunan di Kota Makassar.

“Kita berharap pendampingan dari Kejaksaan dapat memastikan tidak ada lagi permainan di belakang dalam proses pengadaan barang dan jasa,” tegasnya.

Melalui kerja sama ini, Munafri berharap sinergi antara Pemerintah Kota Makassar dan Kejaksaan Negeri Makassar dapat memperkuat pengawasan, meningkatkan pendapatan daerah, serta memastikan setiap program pembangunan berjalan sesuai aturan demi kepentingan masyarakat.

“Ujung dari semua ini adalah good governance. Dan good governance itu harus menghasilkan impactful governance, yaitu tata kelola pemerintahan yang benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending