Connect with us

Camat Tamalate lakukan Sentuh Hati di Kelurahan Mangasa

Published

on

Kitasulsel–Makassar Kali ini Camat Tamalate H. Emil Yudianto Tajuddin ,SE,. M.Si di dampingi oleh Lurah Mangasa Ilham Arfah ,S.STP Melakukan Sentuh hati di Wilayah Kelurahan Mangasa, Senin Tanggal (05/08/2024).

Selain Sentuh hati di Kelurahan Mangasa Camat Tamalate Melakukan Monitoring Menyapa Warga baik ibu-ibu Juga Anak-anak Sekitar, ia bercita Menyapa bercanda Gurau Sembari Tersenyum Melihat Keadaan di Seputaran Wilayah Kelurahan Mangasa, yang berbeda di Wilayahnya Khususunya di Kecamatan Tamalate.

Lurah Mangasa Ilham Arfah,S.STP juga ikut Mendampingi Camat Tamalate Melaksanakan Kegiatan Pengecekan Pengerjaan Jalan yang berada di Jl Sultan Alauddin 2,RT 03,06, RW 05 Kelurahan Mangasa yang saat ini sudah tahap Finishing dan siap di gunakan Warga Sekitarnya, mudah-mudahan adanya Pengerjaan Jalan di Kelurahan Mangasa ini dapat di manfaat kan Sebaik-baiknya bagi Warga, dengan adanya perbaikan jalan tersebut Warga Lebih Pekah terhadap Lingkungan di Wilayah Masing-masing Terus edukasi kan Kebersihan Terutama jangan Membuang Sampah Sembarangan. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Kisah Haru Guru Mengaji di Sidrap: Hidup Sebatangkara di Rumah Tak Layak Huni

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Kisah pilu datang dari Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap. Seorang guru mengaji bernama Fatimah (50) kini harus menjalani hidup dalam kondisi serba keterbatasan di rumah yang tidak layak huni.

Perempuan yang dikenal sebagai pengajar Al-Qur’an bagi anak-anak di lingkungannya itu kini tak lagi mampu melanjutkan aktivitas mengajarnya karena kondisi kesehatan yang terus menurun.

Fatimah diketahui hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi. Ia juga mengalami keterbatasan fisik sehingga harus menggunakan tongkat setiap kali berjalan.

Padahal selama bertahun-tahun, Fatimah dikenal sebagai sosok yang tulus mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak membaca Al-Qur’an. Ia mengajar puluhan santri di TPA Nurul Imam yang berada di Kelurahan Amparita.

Namun, kondisi fisik yang semakin lemah serta keadaan rumah yang memprihatinkan membuat aktivitas mengajinya terhenti.

Salah seorang warga setempat, Yahya, menyampaikan keprihatinan masyarakat terhadap kondisi yang dialami Fatimah. Menurutnya, sosok Fatimah selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan keagamaan di lingkungan mereka.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar Ibu Fatimah bisa mendapatkan pengobatan dan bantuan perbaikan rumah. Semoga beliau bisa kembali mengajar mengaji seperti dulu,” ujar Yahya, Senin (16/3/2026).

Warga setempat juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten Sidrap dengan harapan pemerintah dapat segera turun tangan memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Bagi masyarakat Amparita, Fatimah bukan sekadar guru mengaji, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi penerang bagi generasi muda dalam mengenal dan mencintai Al-Qur’an. Mereka berharap kepedulian berbagai pihak dapat hadir untuk membantu sang guru agar kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.

Continue Reading

Trending