OLAHRAGA
Ikut Latihan Bareng Timnas, Mees Hilgers dan Eliano Reijnders Langsung di ‘Ospek’
Kitasulsel–JAKARTA Dua pemain keturunan Mees Hilgers dan Eliano Reijnders langsung bergabung dengan Timnas Indonesia. Meskipun belum resmi menjadi WNI, keduanya sudah berada dalam tim dan bahkan ikut berlatih jelang skuad Garuda berhadapan dengan Australia.
Mees Hilgers dan Eliano Reijnders baru diumumkan mejadi dua pemain keturunan terbaru yang akan dinaturalisasi pada Jumat (6/9) malam. Itu setelah keduanya berjabat tangan atau salaman dengan Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
Layaknya tradisi, salaman dengan Erick Thohir merupakan pertanda bahwa pemain keturunan yang bersangkutan telah bersepakat untuk membela Timnas Indonesia. Mereka bersedia melakukan naturalisasi untuk mendapatkan status WNI.
Selain itu, salaman tersebut juga menandakan bahwa pemain keturunan yang akan dinaturalisasi sedang berada di Indonesia. Itulah yang terjadi pada Mees Hilgers dan Eliano Reijnders. Mereka ternyata sudah datang ke Jakarta sekaligus memulai proses naturalisasi.
Hanya saja, tak diketahui secara pasti sejak kapan Mees Hilgers dan Eliano Reijnders tiba di Indonesia. Selain saat salaman usai makan malam dengan Erick Thohir pada Jumat (6/9), keberadaan mereka baru diketahui Sabtu (7/9) pagi ini. Keduanya kedapatan bergabung dengan Timnas Indonesia.
Foto-foto Mees Hilgers dan Eliano Reijnders berlatih bersama Timnas Indonesia sudah beredar di media sosial. Mereka ikut dalam sesi latihan kebugaran di pusat kebugaran hotel tempat skuad Garuda menginap.
Keduanya mengenakan jersey latihan Timnas Indonesia warna hitam produksi Erspo. Sama seperti yang digunakan oleh para pemain Timnas Indonesia lainnya, yang baru tiba pada Jumat (6/9) setelah bertanding melawan Arab Saudi.
Keaslian foto-foto tersebut pun dapat dikonfirmasi. Manajer Timnas Indonesia Sumardji menyatakan baik Mees Hilgers maupun Eliano Reijnders memang sudah gabung latihan tim.
“Ya tadi ikut gabung (latihan) bersama dengan tim. Tapi proses naturalisasinya sedang berjalan dan butuh waktu,” kata Sumardji yang juga Ketua Badan Tim Nasional PSSI.
Selain foto di pusat kebugaran, terdapat sebuah dokumentasi lain yang memperlihatkan Mees Hilgers dan Eliano Reijnders berada di tengah lingkaran yang dibentuk oleh para pemain dan pelatih Timnas Indonesia. Foto tersebut seakan keduanya sedang ‘diospek’.
Tentu ospek yang dimaksud bukan perpeloncoan. Melainkan sebatas memperkenalkan diri kepada seluruh penggawa Garuda yang ada di tim saat ini. Para pemain Timnas Indonesia beserta pelatih Shin Tae-yong disebut tak keberatan menerima kehadiran mereka meski belum jadi WNI.
“Alhamdulilah mereka senang semua menyambut hangat kehadiran Mees dan Eliano,” jelas Sumardji.
Selanjutnya, belum diketahui aktivitas lain yang akan dijalani oleh Mees dan Eliano di Indonesia.
Ada kabar menyebut keduanya bakal kembali ke Belanda. Tapi ada pula yang mengabarkan mereka tetap di Indonesia untuk menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia kontra Australia pada laga kedua putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Duel antara Timnas Indonesia kontra Australia akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 10 September mendatang.
Jika benar menonton, maka Mees dan Eliano melakukan tradisi pemain-pemain keturunan sebelumnya, yang kerap menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia terlebih dahulu sebelum menjalani proses naturalisasi. (*)
OLAHRAGA
Santri Pondok Pesantren Annadlah Borong Medali di Makassar Championship 4
Kitasulsel–Makassar – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Pondok Pesantren Annadlah pada ajang Kejuaraan Pencak Silat Makassar Championship 4 yang berlangsung di GOR Sudiang, Makassar, Minggu (21 Desember 2025).
Dalam kejuaraan bergengsi tersebut, para santri Annadlah tampil impresif dengan memborong medali emas, perak, dan perunggu dari berbagai kelas dan gelanggang pertandingan.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan oleh Pondok Pesantren Annadlah. Selain menitikberatkan pada pendidikan keagamaan, pesantren ini juga memberikan ruang luas bagi pengembangan bakat santri di bidang olahraga prestasi, khususnya pencak silat.
Pelatih sekaligus pembina pencak silat Pondok Pesantren Annadlah, Ma’ruf, mengaku bangga atas capaian yang diraih para santri. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan buah dari latihan disiplin, kerja keras, serta semangat juang tinggi yang terus ditanamkan selama proses pembinaan.
“Saya sangat bangga dengan perjuangan dan prestasi yang diraih anak-anak. Mereka bertanding dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan bertanggung jawab. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan ke depan,” ujar Ma’ruf.
Adapun perolehan medali santri Pondok Pesantren Annadlah dalam Kejuaraan Pencak Silat Makassar Championship 4 tersebar di sejumlah gelanggang pertandingan, dengan rincian sebagai berikut:
Gelanggang 1
Partai 25: Salsabila (Emas)
Partai 166: Nur Anna Atafu Nisa (Perak)
Partai 144: Muhammad Yusuf Aras
Gelanggang 2
Partai 193: Aisyah Humairah (Perak)
Partai 79: M. Dzaki Al Ghifari
Partai 88: Resky Amalia
Partai 173: Syakirah (Emas)
Partai 158: Nurul Fiqratul Qur’an (Perunggu)
Gelanggang 3
Partai 283: Nayla Zahra (Perak)
Partai 57: Audya Nafisah (Perunggu)
Partai 246: Rasti Amalia (Perak)
Partai 166: Nursafitri (Perunggu)
Partai 190: Mahabba Ilham
Partai 178: M. Fiqri Alif (Perunggu)
Partai 9: Ahsan Muyassir Abdullah (Perak)
Partai 220: Nurul Miftah Arsyani (Perak)
Partai 29: Muhammad Alief Alfin (Emas)
Gelanggang 4
Partai 76: Nurul Najwah (Perak)
Partai 227: Safa Nurul Andini (Perunggu)
Partai 163: Muyassarah (Perak)
Partai 66: Raodah Almunawwarah (Perunggu)
Partai 19: Ana Alfiyah (Perak)
Gelanggang 5
Partai 78: Nurul Najwah (Perak)
Partai 246: Raihan
Partai 38: Rifdha (Perak)
Partai 134: Lukman
Dengan raihan medali dari berbagai kategori tersebut, Pondok Pesantren Annadlah semakin menegaskan eksistensinya sebagai salah satu pesantren yang aktif mencetak santri berprestasi di bidang olahraga bela diri.
Pihak pesantren berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, serta mengharumkan nama pesantren di ajang yang lebih tinggi, baik tingkat regional maupun nasional.
-
Nasional6 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
2 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics1 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login