Dinas kesehatan Makassar
Kadinkes Makassar Ikuti Jalan Sehat dan Senam Bersama Pemkot Makassar

Kitasulsel–Makassar Pemkot Makassar gelar jalan sehat dan senam bersama di Lego Lego Kawasan Center Point of Indonesia, Jl Metro Tanjung Bunga Makassar, Minggu (6/10/2024).
Pjs Wali Kota Makassar, Andi Arwin Azis dalam sambutannya menyampaikan pentingnya berolahraga sebagai investasi yang sangat berharga.

“Yang hadir hari ini memahami akan pentingnya kesehatan, dengan berolahraga akan meningkatkan derajat kesehatan,” ungkapnya.
Pjs Wali Kota menambahkan, dengan menjaga kebugaran tubuh, kita akan siap menerima tugas dan meningkatkan kegiatan produktif.

“Yang paling utama, dengan berolahraga akan menghadirkan rasa bahagia, karena memicu hormon endorfin, hormon kebahagian,” lanjutnya.
Jalan sehat dan senam bersama diikuti oleh jajaran OPD lingkup pemkot Makassar bersama keluarga, juga diharapkan dapat meningkatkan ikatan silaturahmi.
Jalan sehat diikuti oleh Sekda Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra, dan beberapa Kepala OPD, diantaranya Kadis Kesehatan, dr Nursaidah Sirajuddin, Kadis Pariwisata, Muhammad Roem, Plt Kadis Kominfo, Ismawaty Nur, dan Plt Kadispora, Andi Engka B.Djemma dan juga camat serta lurah.(*)
Dinas kesehatan Makassar
Risiko Kronis Bayangi Manusia Silver, Dinkes Makassar: Belum ada Regulasi dan Instruksi

Kitasulsel–MAKASSAR Persoalanan anak jalanan (anjal), gembel dan pengemis (gepeng), di Kota Makassar seperti tak ada habisnya. Teranyar adalah manusia silver.
Kehadirannya di simpang jalan dan di titik-titik traffic light Kota Makassar kembali menjadi pemandangan pengguna jalan akhir-akhir ini.

Kehadiran manusia silver ternyata tidak hanya berdampak dari segi sosial, namun lebih dari itu, berdampak serius bagi kesehatan mereka.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Makassar, dr Andi Mariani, yang menyebutkan, dampak cat yang dibaluri di tubuh manusia dalam waktu yang cukup lama dan berulang terus-menerus akan berdampak kronis.

“Tidak hanya iritasi kulit, alergi, bahkan bisa terjadi gangguan ginjal, gangguan pernapasan, terutama bagi mereka yang hipersensitif,” ujar dokter Mariani, sapaannya, Kamis (6/2/2025) kemarin.
Namun, meski memiliki risiko kesehatan tinggi, pihaknya menyebutkan belum memiliki regulasi atau belum ada aturan khusus dari pemerintah baik daerah maupun pusat yang melarang penggunaan cat tubuh oleh manusia silver.
“Selama belum ada instruksi resmi atau kasus fatal yang dilaporkan. Namun jika ada manusia silver atau anak jalanan yang sakit bisa langsung ke Puskesmas dan pasti akan dilayani tanpa memandang kepesertaan, dan tetap akan dilihat perkembangannya,” jelasnya.
Ia menyebutkan, dalam hal ini, Dinas Kesehatan telah menginstruksikan puskesmas untuk bersiap menangani kasus dermatitis kontak atau gangguan kesehatan lainnya yang mungkin timbul akibat paparan cat.
Sementara itu, dokter Mariani menambahkan, dari aspek penertiban manusia silver di jalanan masih menjadi ranah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain.
“Jika dianggap meresahkan atau mengganggu lalu lintas, tentu itu bukan kewenangan kami, melainkan OPD terkait,” tutupnya. (*)
-
Politics6 bulan ago
Indo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun ago
Informasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
9 bulan ago
Tangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
1 tahun ago
Pj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
1 tahun ago
IBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur
-
2 tahun ago
Video Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
11 bulan ago
Duet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap
-
2 tahun ago
Dari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
You must be logged in to post a comment Login