Connect with us

Dinas kesehatan Makassar

Sukseskan Pilkada, Dinkes Makassar Sebar 47 Tim Puskesmas di TPS

Published

on

Kitasulsel–Makassar Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Makassar, Nursaidah Sirajuddin atau dr Ida menyebut, bakal siapkan 47 tim puskesmas yang disebarkan di tiap TPS pada Pilkada 27 November 2024.

“Tim dari dinkes itu 47 puskesmas akan bekerja di semua tempat-tempat pemungutan suara (TPS),” ujarnya Jumat, (18/10/2024).

Pihaknya akan bekerja maksimal dalam proses pilkada, dimana satu puskesmas di Kota Makassar akan dibagi sibeberapa TPS.

Selain kesehatan, dirinya menginstruksikan untuk seluruh anggota ikut membantu Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) selama pemilihan berlangsung.

“Jadi mereka itu kan biasa satu puskesmas ada berapa TPS, itu kan dia bagi diri, saya pun turun memantau juga nantinya,” kata dr Ida.

BACA JUGA  Kadinkes Bagi Tips Hadapi Cuaca Ekstrem Panas

dr Ida berharap, dengan adanya pendamping oleh Dinas Kesehatan Kota Makassar membuat proses Pilkada serentak 2024 bisa berjalan dengan lancar dan baik.

“Semoga semua petugas fit saat hari pemilihan nantinya,” pungkasnya. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Dinas kesehatan Makassar

Risiko Kronis Bayangi Manusia Silver, Dinkes Makassar: Belum ada Regulasi dan Instruksi

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Persoalanan anak jalanan (anjal), gembel dan pengemis (gepeng), di Kota Makassar seperti tak ada habisnya. Teranyar adalah manusia silver.

Kehadirannya di simpang jalan dan di titik-titik traffic light Kota Makassar kembali menjadi pemandangan pengguna jalan akhir-akhir ini.

Kehadiran manusia silver ternyata tidak hanya berdampak dari segi sosial, namun lebih dari itu, berdampak serius bagi kesehatan mereka.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Makassar, dr Andi Mariani, yang menyebutkan, dampak cat yang dibaluri di tubuh manusia dalam waktu yang cukup lama dan berulang terus-menerus akan berdampak kronis.

“Tidak hanya iritasi kulit, alergi, bahkan bisa terjadi gangguan ginjal, gangguan pernapasan, terutama bagi mereka yang hipersensitif,” ujar dokter Mariani, sapaannya, Kamis (6/2/2025) kemarin.

BACA JUGA  Kepala Dinkes Makassar Harap 47 Puskesmas Go BLUD di Tahun 2025

Namun, meski memiliki risiko kesehatan tinggi, pihaknya menyebutkan belum memiliki regulasi atau belum ada aturan khusus dari pemerintah baik daerah maupun pusat yang melarang penggunaan cat tubuh oleh manusia silver.

“Selama belum ada instruksi resmi atau kasus fatal yang dilaporkan. Namun jika ada manusia silver atau anak jalanan yang sakit bisa langsung ke Puskesmas dan pasti akan dilayani tanpa memandang kepesertaan, dan tetap akan dilihat perkembangannya,” jelasnya.

Ia menyebutkan, dalam hal ini, Dinas Kesehatan telah menginstruksikan puskesmas untuk bersiap menangani kasus dermatitis kontak atau gangguan kesehatan lainnya yang mungkin timbul akibat paparan cat.

Sementara itu, dokter Mariani menambahkan, dari aspek penertiban manusia silver di jalanan masih menjadi ranah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain.

BACA JUGA  Dinkes Makassar Boyong 21 Unit Hyundai Stargazer Model Ambulance untuk Kebutuhan Emergency di Puskesmas

“Jika dianggap meresahkan atau mengganggu lalu lintas, tentu itu bukan kewenangan kami, melainkan OPD terkait,” tutupnya. (*)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2024 Kitasulsel