Pilgub Sulsel
Klaim Berpengalaman, Dua Paslon Pilgub Sulsel Akui Tak Ada Persiapan Debat

Kitasulsel–Makassar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan (Sulsel), telah mengumumkan debat publik perdana untuk paslon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan digelar Senin 28 Oktober 2024 mendatang.
Meski tersisa beberapa hari lagi, Kedua paslon Pilgub Sulsel, yakin Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur nomor 1 Mohammad Ramdhan Pomanto – Azhar Arsyad, dan Paslon nomor urut 2 Andi Sudirman Sulaiman – Fatmawati Rusdi mengklaim, tidak melakukan persiapan khusus dalam mengikuti debat perdana yang dilakukan di hotel Fourt points by Sheraton itu.

Juru Bicara Tim Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi (Andalan Hati), Muhammad Ramli Rahim menyebut, pihaknya tidak melakukan persiapan khusus menghadapi debat perdana, kerena sudah berpengalaman.
Menurutnya, sebagai pertahana, Sudirman sudah pernah mengikuti debat publik pada Pilgub 2018 lalu.

“Persiapan biasa saja, tidak ada hal khusus karena secara umum, beliau sudah paham tentang Sulsel karena beliau incumbent,” kata Ramli.
Begitu juga dengan Fatmawati Rusdi, pernah mengikuti debat saat maju pada perhelatan Pilwalkot Makassar 2020 lalu.
Hal serupa juga disampaikan oleh Jubir Danny – Azhar (DiA), Asri Tadda menyebut, Paslon nomor urut 01 tidak menyiapkan strategi khusus dalam debat, namun siap memaparkan visi misinya.
Tak ada persiapan khusus soalnya kampanye masih berjalan terus. Tapi Insya Allah Danny-Azhar siap menjalani debat perdana nanti,” terangnya.
Asri menilai, Danny-Azhar siap beradu argumen sesuai dengan tema debat yakni Peningkatan Kesejahteraan dan Pelayanan Publik yang Aksesibel dan Responsif, pasalnya tema debat sesuai dengan program yang ditawarkan paslon nomor urut 1.
“Nah, misi DiA adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat, bahasa lainnya mengubah nasib rakyat jadi lebih baik. Visi Global Food Hub jelas akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat, terutama kalangan petani dan nelayan,” pungkasnya. (*)
Pilgub Sulsel
Andalan Hati Torehkan Rekor Perolehan Suara Pilkada Sulsel

Kitasulsel–MAKASSAR KPU Sulsel telah menetapkan pasangan Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih periode 2025-2030. Pasangan yang dikenal dengan akronim Andalan Hati ini mencatat rekor tertinggi sejak penerapan pemilihan langsung di Sulsel.
Data KPU Sulsel menunjukkan, Pilgub Sulsel 2007 yang dimenangkan pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang) meraih 1.432.572 suara atau 39,53%. Kemudian di Pilgub 2013 yang kembali dimenangkan pasangan Sayang, meraih 2.251.407 suara atau 52,42%.

Selanjutnya Pilgub 2018 dimenangkan pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman dengan perolehan 1.867.303 suara atau 43,87%. Di Pilgub 2024, kontestasi dimenangkan Andalan Hati dengan meraih 3.014.255 suara atau 65,32%.
“Ini mungkin angka (perolehan suara) tertinggi yang pernah ada di pemilihan langsung Sulsel. Saya merasa, begitu besar beban dan tekanan dari masyarakat terhadap harapan kepada kami,” ucap Andi Sudirman Sulaiman baru-baru ini.

Sesuai jadwal, Andalan Hati akan dilantik di Jakarta oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025. Keduanya akan dilantik serentak bersama para kepala daerah dan wakil kepala daerah non sengketa dan hasil putusan dismissal MK.
Andi Sudirman Sulaiman pun memohon dukungan dari Forkopimda dan semua lapisan masyarakat dalam merealisasikan visi misinya selama lima tahun ke depan. “Tidak mungkin (kami) melaksanakan berdua. Kami memohon dukungan dan doa untuk Sulsel Maju dan Berkarakter,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, Sulsel Maju dan Berkarakter adalah visi dari pasangan Andalan Hati. Adapun misi Andalan Hati yakni:
1. Memajukan layanan pendidikan, kesehatan, sosial keagamaan, dan kemasyarakatan berbasis kompetensi, berakhlak, dan berkearifan lokal.
2. Melanjutkan hilirisasi pertanian untuk mencapai swasembada pangan dan lumbung pangan, serta sumber daya alam lainnya yang modern dan berdaya saing, berbasis ekonomi hijau dan ekonomi biru.
3. Mengembangkan ekonomi masyarakat, pedesaan, dan daerah 3T (Terluar, Termiskin dan Tertinggal) untuk menekan angka pengangguran, kemiskinan, serta menangani gizi buruk dan stunting.
4. Mengembangkan desa mandiri sebagai pusat pertumbuhan untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
5. Mendorong investasi padat karya dan berwawasan lingkungan.
6. Mempercepat dan memperkuat transformasi digital dan birokrasi yang berintegritas, adaptif, dan melayani.
7. Memperkuat peran kepemudaan dalam pembangunan serta pelibatan kelompok marginal, termasuk penyandang disabilitas.
8. Memperkuat layanan transportasi (darat, laut, udara) dan infrastruktur yang berorientasi pada kesiapan dan ketahanan menghadapi situasi bencana, berkeadilan, serta pengembangan pariwisata untuk mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi. (*)
-
Politics6 bulan ago
Indo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun ago
Informasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
9 bulan ago
Tangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
1 tahun ago
Pj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
1 tahun ago
IBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur
-
2 tahun ago
Video Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
11 bulan ago
Duet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap
-
2 tahun ago
Dari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
You must be logged in to post a comment Login