Connect with us

Nasional

Gurutta Sitti Aminah, Sosok Inspiratif di Balik Perjalanan Menag Nasaruddin Umar

Published

on

Kitasulsel—JAKARTA — Pada peringatan Hari Guru Nasional yang digelar dalam acara puncak Guru Nasional Berkah Pesantren As’adiyah, Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, (RI) Anregurutta Prof. Nasaruddin Umar, mendapat kejutan yang tak terlupakan.

Dalam acara tersebut, tiba-tiba dimunculkan sosok gurunya, Gurutta Sitti Aminah Adnan, yang telah berperan besar dalam perjalanan hidup dan kariernya.

Sitti Aminah Adnan adalah salah satu guru yang mengajarkan Anregurutta Prof. Nasaruddin Umar saat beliau menimba ilmu di Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang.

Kini, Nasaruddin Umar menjabat sebagai Ketua Umum Pondok Pesantren As’adiyah, sebuah lembaga yang pernah menjadi tempat ia belajar dan tumbuh.

“Ini adalah kejutan yang luar biasa. Saya tidak tahu sama sekali bahwa gurutta Sitti Aminah akan hadir di acara ini. Beliau adalah salah satu sosok yang menginspirasi saya selama belajar di pesantren,” ungkap Menag Nasaruddin dengan penuh haru.

BACA JUGA  Mulai 2026, ASN Tidak Dapat Lagi Uang Saku Rapat

Acara tersebut tidak hanya menjadi momen apresiasi kepada para guru, tetapi juga menjadi pengingat betapa pentingnya peran guru dalam membentuk karakter dan masa depan para murid.

Kehadiran Sitti Aminah Adnan di acara tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap dedikasi para guru, khususnya di lingkungan pesantren.

Momen penuh kehangatan ini juga menjadi bukti betapa kuatnya hubungan antara murid dan guru, bahkan hingga puluhan tahun setelah masa belajar mereka berakhir. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Nasional

Menag Salurkan Bantuan Rp596 Juta Untuk Madrasah, Guru, Dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua

Published

on

KITASULSEL—JABAR—Kementerian Agama menyalurkan bantuan senilai Rp596 juta untuk mendukung pemulihan madrasah, guru, dan keluarga siswa yang terdampak longsor dan banjir di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Bantuan tersebut diserahkan Menteri Agama Nasaruddin Umar kepada para penerima bantuan di Bandung Barat, Minggu (1/2/2026).

Menag menyampaikan bahwa madrasah memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai ruang pengabdian dan pelayanan kemanusiaan di tengah masyarakat. Karena itu, menurutnya, pemulihan madrasah dan kesejahteraan guru harus menjadi prioritas bersama agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan secara normal.

“Madrasah ini sangat berjasa. Dalam kondisi darurat pun tetap menjadi bagian dari upaya kemanusiaan. Karena itu, negara wajib memastikan madrasah dan para gurunya dapat bangkit kembali,” ujar Menag.

BACA JUGA  Kepala BPOM RI Dukung BIH Yang Diresmikan Presiden Prabowo: Siapkan Program Pelayanan

Bantuan yang disalurkan Menag meliputi bantuan rehabilitasi untuk memperbaiki rumah guru madrasah yang rusak parah. Total bantuan yang diberikan Rp300 juta diharapkan dapat membantu proses rekonstruksi agar rumah bisa kembali layak huni dan aman digunakan.

Selain itu, Kemenag juga menyalurkan bantuan sewa rumah bagi 21 guru madrasah terdampak dengan total nilai Rp126 juta. Bantuan tersebut diberikan untuk menjamin para guru tetap memiliki tempat tinggal sementara yang layak selama proses pemulihan berlangsung.

Kementerian Agama turut memberikan santunan kepada keluarga 10 siswa madrasah yang wafat terdampak banjir dan longsor, dengan total bantuan sebesar Rp160 juta. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus menjadi bentuk empati atas musibah yang terjadi.

BACA JUGA  Transformasi Pertanian Lewat Hilirasasi, Mentan Amran Optimis Indonesia Bisa Jadi Negara Superpower

Sebagai bagian dari penanganan darurat, Kemenag juga menyalurkan bantuan pemulasaran jenazah sebesar Rp10 juta. Menag menegaskan bahwa penanganan jenazah secara layak merupakan bagian penting dari penghormatan terhadap korban serta bentuk tanggung jawab kemanusiaan.

Menag memastikan bahwa bantuan tersebut bukanlah langkah terakhir. Jajaran Kementerian Agama di tingkat pusat dan daerah diminta terus melakukan pendampingan, termasuk pendataan lanjutan terhadap kebutuhan madrasah dan keluarga terdampak agar proses pemulihan berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran.

Continue Reading

Trending