Connect with us

Pemkot Makassar

Danny Pomanto Dampingi Pj Gubernur Tinjau Pelaksanaan MBG dan Pemerikasaan Kesehatan Gratis di Empat Sekolah

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mendampingi Pj Gubernur Sulsel Prof Fadjry Djufry meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Pemerikasaan Kesehatan Gratis di empat sekolah, Jumat (14/2).

Mengawali kunjungannya, terlebih dulu Danny Pomanto bersama Pj Gubernur meninjau MBG di SDN Cendrawasih dan SMPN 1 Makassar di Kecamatan Mamajang.

Danny Pomanto juga sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program MBG di Kota Makassar yang sudah berlangsung sejak 6 Januari 2025, lalu.

“Waktu launching MBG di sini (SMPN 1) kami ke sini ramai-ramai, sekaligus juga kita evaluasi dan jauh lebih baik,” kata Danny Pomanto disela-sela kunjungannya.

Ia menyebut jika dulunya masih menggunakan kotak makan berbahan plastik, kali ini sudah menggunakan yang berbahan stainless.

BACA JUGA  Ketua TP PKK Makassar Hadiri Ritual Makam Timungang Lompoa, Dorong Edukasi Budaya untuk Generasi Muda

Menu yang disajikan pun juga beragam, ada nasi goreng, telur dadar, tahu, sayur wortel, susu, dan buah semangka.

“Tempatnya sudah stainless, sudah ada susu, anak-anak sudah tertib. Tinggal tumblernya saja,” ungkapnya.

Untuk tumbler, ia menitip pengadaannya melalui CSR sebagai bentuk dukungan pemerintah kota terhadap program MBG dari pemerintah pusat.

“Saya kebetulan sudah akan mengakhiri masa jabatan, dan saya juga titip tumbler di CSR untuk satu Kota Makassar, masing-masing anak dapat satu dan itu gratis,” tuturnya.

Bertolak dari SMPN 1 Makassar, Danny Pomanto bersama Pj Gubernur berkunjung ke SMPN 7 Makassar di Jalan Cakalang Kecamatan Ujung Tanah.

Di sana, ia tidak hanya meninjau program MBG tapi juga meninjau pelaksanaan pemeriksaan gratis untuk kesehatan gigi, mulut, dan THT. Anak-anak juga diberi pembekalan tentang prilaku pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

BACA JUGA  Ketua TP PKK Kota Makassar Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah dalam Peringatan Maulid Nabi

Melalui program ini, Danny Pomanto berharap bisa mecetak generasi muda yang unggul, sehat, dan juga cerdas.

Setelah dari SMPN 7 Makassar, Danny Pomanto kembali mendampingi Pj Gubernur meninjau pelaksanaan program MBG dan pemerikasaan kesehatan gratis di SMAN 4 Makassar di Jalan Cakalang Kecamatan Ujung Tanah. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Pemkot Makassar

Setahun MULIA Pimpin Makassar, Ekonomi Tumbuh 5,39 Persen dan Inflasi Terkendali

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR – Satu tahun telah berlalu sejak pasangan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham, memimpin kota metropolitan ini, Jumat (20/2/2026).

Dalam kurun waktu tersebut, Makassar mencatatkan sejumlah capaian signifikan di bidang ekonomi dan sosial. Pertumbuhan ekonomi kota melampaui rata-rata nasional dan provinsi, sementara inflasi berhasil dijaga tetap terkendali.

Data tersebut disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Ricky Satria, saat refleksi satu tahun kepemimpinan pasangan dengan tagline MULIA di Lapangan Karebosi, Makassar.

“Di kuartal III tahun 2025, berdasarkan data terakhir yang kami terima, ekonomi Makassar tumbuh 5,39 persen year on year. Bandingkan dengan pertumbuhan nasional yang berada di kisaran 5,01 persen dan Sulawesi Selatan sebesar 5,04 persen,” ujarnya.

Menurut Ricky, capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang berada di kisaran 5,1–5,2 persen. Dampaknya mulai terlihat pada penurunan tingkat kemiskinan dari 4,97 persen pada 2024 menjadi 4,43 persen di 2025. Tingkat pengangguran juga menurun dari 9,71 persen menjadi 9,6 persen.

BACA JUGA  MGC Pemkot Makassar Diprediksi Diresmikan Desember 2024

Inflasi Stabil dan Gerakan Pangan Murah

Dari sisi stabilitas harga, inflasi Makassar pada 2025 berada di angka 1,19 persen, masih dalam rentang kendali nasional 2,5 persen ±1 persen. Angka ini lebih rendah dibanding inflasi nasional (2,92 persen) maupun provinsi (2,8 persen).

Ricky menilai, keberhasilan ini tidak terlepas dari langkah konkret Pemkot Makassar dalam pengendalian harga, termasuk melalui program Gerakan Pangan Murah yang menjangkau berbagai titik di kota.

Menariknya, Makassar menjadi kota pertama di Sulawesi Selatan yang menerapkan pembayaran nontunai dalam kegiatan tersebut. Langkah ini dinilai sebagai kombinasi kebijakan sosial dan percepatan digitalisasi.

Transformasi Digital dan Peningkatan PAD

Transformasi digital menjadi salah satu fondasi penting dalam satu tahun kepemimpinan MULIA. Lebih dari 70 persen ASN Kota Makassar kini telah menggunakan layanan digital seperti mobile banking dan QRIS, sehingga menjadi role model bagi masyarakat.

BACA JUGA  Tingkatkan Sinergitas, Wali Kota Makassar Terima Kunjungan Silaturahmi Dandim 1408/Makassar

Selain itu, implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) yang didukung kementerian terkait dan Bank Indonesia mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pembayaran nontunai pajak dan retribusi.

Beberapa pilot project telah berjalan, di antaranya pembayaran parkir nontunai, retribusi pasar tradisional di Pasar Daya dan Terminal Daya, pembelian air tangki PDAM, serta retribusi OPD lainnya.

Kolaborasi Pemkot Makassar dengan Bank Sulselbar dan perbankan lainnya juga memperkuat implementasi Cash Management System sebagai bagian dari reformasi tata kelola keuangan daerah.

Kota Hidup dan Digital

Ricky menambahkan, pertumbuhan ekonomi yang stabil dan inflasi yang terkendali turut mendorong dinamika kehidupan kota. Makassar kini berkembang tidak hanya sebagai kota perdagangan dan budaya, tetapi juga kota wisata dan urban lifestyle.

BACA JUGA  Munafri-Aliyah & Gubernur Sulsel Serahkan Santunan ke Keluarga ASN Korban di DPRD

Berbagai kegiatan seperti olahraga komunitas, konser, festival kuliner, hingga aktivitas ekonomi kreatif dinilai ikut menggerakkan ekonomi sekaligus mempercepat digitalisasi transaksi.

“Makassar bukan hanya kota kerja, tapi kota hidup dan digital yang turut meningkatkan PAD. Semua ini menjadi bukti kerja sama, inovasi, dan transformasi digital yang dimulai dari manusia hingga sistem,” pungkasnya.

Dengan kombinasi pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, serta inovasi digital, satu tahun kepemimpinan MULIA menjadi fondasi awal menuju Makassar yang lebih produktif, modern, dan inklusif.

Continue Reading

Trending