Connect with us

Patroli Akhir Tahun Ini yang Disampaikan Camat Tallo

Published

on

KITASULSEL—MAKASSAR—-Pergantian tahun sisa berapa jam lagi, dari Tahun 2022 menuju Tahun 2023. Seperti biasa Masyarakat kota Makassar dalam menyambut Tahun Baru dirayakan dengan cukup meriah

Agar perayaan malam pergantian tahun berjalan aman dan kondusif, seluruh stakeholder Kota Makassar baik dari TNI Polri juga melibatkan peran serta tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, RT RW dalam menjaga Kantibmas wilayah

Menciptakan situasi Kondusif, Camat Tallo Alamsyah Sahabuddin, S. STP, Msi, memberikan arahan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Tallo sebelum melakukan patroli pengamanan akhir tahun di wilayahnya, Sabtu malam 31/12/2022

Dalam arahannya Alamsyah Sahabuddin mengatakan agar dalam melakukan patroli lebih mengedepankan humanis dengan memberikan edukasi yang baik kepada warga terutama pada anak anak muda

“Memberikan edukasi yang baik kepada warga terutama kepada anak anak, lakukan pendekatan secara persuasif, agar perayaan pergantian malam tahun baru berlangsung kondusif,” tutur Alamsyah Sahabuddin

Pada perayaan pergantian tahun Alamsyah Sahabuddin mengimabau kepada warga Kecamatan Tallo, agar dalam peryaan tahun tidak kemana mana cukup di rumah saja bersama keluarga

Dia juga meminta kepada para orang tua agar senanntiasa menjaga anak anaknya dari pengaruh pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan anak

Terakhir Alamsyah meminta kepada Seluruh Warga Kecamatan Tallo sama sama menciptakan rasa aman dan tertib(**)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Kisah Haru Guru Mengaji di Sidrap: Hidup Sebatangkara di Rumah Tak Layak Huni

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Kisah pilu datang dari Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap. Seorang guru mengaji bernama Fatimah (50) kini harus menjalani hidup dalam kondisi serba keterbatasan di rumah yang tidak layak huni.

Perempuan yang dikenal sebagai pengajar Al-Qur’an bagi anak-anak di lingkungannya itu kini tak lagi mampu melanjutkan aktivitas mengajarnya karena kondisi kesehatan yang terus menurun.

Fatimah diketahui hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi. Ia juga mengalami keterbatasan fisik sehingga harus menggunakan tongkat setiap kali berjalan.

Padahal selama bertahun-tahun, Fatimah dikenal sebagai sosok yang tulus mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak membaca Al-Qur’an. Ia mengajar puluhan santri di TPA Nurul Imam yang berada di Kelurahan Amparita.

Namun, kondisi fisik yang semakin lemah serta keadaan rumah yang memprihatinkan membuat aktivitas mengajinya terhenti.

Salah seorang warga setempat, Yahya, menyampaikan keprihatinan masyarakat terhadap kondisi yang dialami Fatimah. Menurutnya, sosok Fatimah selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan keagamaan di lingkungan mereka.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar Ibu Fatimah bisa mendapatkan pengobatan dan bantuan perbaikan rumah. Semoga beliau bisa kembali mengajar mengaji seperti dulu,” ujar Yahya, Senin (16/3/2026).

Warga setempat juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten Sidrap dengan harapan pemerintah dapat segera turun tangan memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Bagi masyarakat Amparita, Fatimah bukan sekadar guru mengaji, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi penerang bagi generasi muda dalam mengenal dan mencintai Al-Qur’an. Mereka berharap kepedulian berbagai pihak dapat hadir untuk membantu sang guru agar kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.

Continue Reading

Trending