Connect with us

Didampingi Sekcam,Camat Amanda Syahwaldi.S.STP,MM Pimpin Sertijab Lurah Lingkup Kecamatan Ujung Tanah

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Camat Ujung Tanah Amanda Syahwaldi. S.STP, MM di dampingi Sekcam Ujung Tanah Andi Muhammad Imam Ilyas, S.STP. M.AP memimpin Serah terima jabatan (Sertijab) yang diselenggarakan di Aula  kantor Kecamatan Ujung Tanah, Jumat, 05 Januari 2024

Dalam sertijab ini, ada 6 lurah yang bergeser yakni Lurah Ujung Tanah, Lurah Tamalabba, Lurah Tabaringan.  Lurah Pattingalloang, Lurah. Gusung. Lurah Camba Berua Kecamatan Ujung Tanah

Menurut Amanda Syahwaldi Pergantian dan Rotasi ini merupakan hal biasa yang sering terjadi di dalam suatu pemerintahan, sehingga ia berharap sebagai ASN, kinerja haru tetap maksimal.

“Saya berharap pergantian ini tidak membuat kinerja yang ada di Kecamatan Ujung Tanah menurun, kita sebagai ASN harus terima dimana pun kita di tempatkan, rotasi adalah hal yang bisa terjadi, konsekuensi dari tugas kita sebagai ASN,”

Dalam sambutannya, Amanda Syahwaldi juga menyampaikan pesan kepada seluruh Lurah untuk berkinerja lebih maksimal dalam hal pelayanan dan koordinasi antar organisasi internal dan eksternal di kelurahan masing-masing.

Tak lupa pula, dirinya mengucapkan selamat datang kepada lurah lurah baru yang di tugaskan di Kecamatan Ujung Tanah dan ia berharap kinerja dapat terlihat nyata bagi masyarakat.

“Kita harus bekerja lebih keras lagi, saya ucapakan selamat datang bagi para Lurah yang baru semoga kita dapat bekerja dengan baik untuk masyarakat,”

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Undangan di Tengah Syawalan: Langkah Strategis Bupati Sidrap Bidik Panggung Pendidikan Sulsel

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Tidak semua undangan disampaikan lewat surat resmi. Sebagian justru lahir dari momentum yang tepat. Itulah yang dilakukan Bupati Kabupaten Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, saat menghadiri Syawalan 1447 Hijriah yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Sabtu (28/03/2026).

Di tengah suasana hangat acara tersebut, Syaharuddin memanfaatkan momen untuk menyampaikan undangan langsung kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti. Undangan itu sederhana, namun sarat makna: hadir ke Sidrap pada Juli 2026.

Bukan untuk seremoni biasa, melainkan menghadiri Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI tingkat Provinsi Sulawesi Selatan—sebuah agenda besar yang diproyeksikan menghadirkan sekitar 60 ribu tenaga pendidik dari seluruh Sulawesi Selatan.

Sidrap Siapkan Panggung Besar

Dalam pertemuan itu, Syaharuddin tidak sendiri. Ia didampingi Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, yang juga menjabat Ketua PGRI Sidrap. Kehadiran keduanya mempertegas kesiapan daerah menjadi tuan rumah.

Pesan yang ingin disampaikan pun jelas: Sidrap tidak sekadar ingin menjadi lokasi pelaksanaan, tetapi juga menjadikan Porsenijar sebagai momentum kebangkitan dan konsolidasi dunia pendidikan di daerah.

Jika terealisasi sesuai rencana, kegiatan ini berpotensi mengubah Sidrap menjadi pusat aktivitas pendidikan di Sulawesi Selatan selama beberapa hari, dengan ribuan guru berkumpul dalam satu ruang interaksi besar.

Sinyal Positif dari Menteri

Respons Abdul Mu’ti terbilang singkat namun bermakna. Ia mengapresiasi undangan tersebut dan memberikan sinyal positif atas kesiapan Sidrap.

Dalam konteks forum seperti Syawalan, jawaban semacam ini kerap dimaknai sebagai indikasi awal dukungan. Sebuah “kode” bahwa agenda tersebut mulai masuk dalam perhatian pemerintah pusat.

Disaksikan Para Pemangku Kepentingan

Percakapan itu tidak terjadi secara tertutup. Turut hadir Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, bersama sejumlah kepala daerah dan jajaran Muhammadiyah.

Artinya, undangan tersebut tidak hanya sampai ke Menteri, tetapi juga diketahui oleh para pemangku kepentingan yang berperan dalam mendorong suksesnya agenda tersebut.

Lebih dari Sekadar Event

Porsenijar bukan sekadar ajang lomba olahraga dan seni. Di balik itu, terdapat ruang pertemuan besar bagi para guru untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan membangun energi kolektif pendidikan.

Jika target kehadiran puluhan ribu peserta tercapai, Sidrap tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga pusat percakapan pendidikan regional.

Menunggu Kepastian

Kini, satu pertanyaan besar masih menggantung: apakah Menteri akan benar-benar hadir?

Jika iya, kehadiran tersebut bukan sekadar kunjungan simbolis, melainkan bentuk legitimasi yang dapat mengangkat posisi Sidrap dalam peta pendidikan daerah.

Undangan telah disampaikan. Waktu telah ditentukan. Kini, perhatian tertuju pada Juli 2026—momen yang berpotensi menjadikan Sidrap sebagai panggung besar bagi puluhan ribu guru, dengan pemerintah pusat berada di tengahnya.

Continue Reading

Trending