Connect with us

Wujudkan Kemandirian Pangan, DKP Kota Makassar Galakkan Gerakan Terus Menanam

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar menggalakkan Gerakan Terus Menanam tanaman produktif di Lorong Wisata dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar, Dr Alamsyah Sahabuddin, S. Stp, Msi, mengatakan menanam tanaman produktif dapat membantu ketersediaan pangan dan meningkatkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam pengatasi harga pangan yang mahal

“Menanap tanaman produktif dapat membantu kita mengatasi ketersediaan pangan. serta meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengatasi harga pangan yang mahal,”tutur Alamsya Sahabuddin

Hal itu disampaikan Alamsyah Sahabuddin saat memimpin Rapat koordinasi yang diahadiri penyuluh pertanian, laskar pelangi dan pendamping Kecamatan di Ruang Pola Sipakatau Balaikota Makassar, 15,03/2024

Alamsyah Sahabuddin menambahkan tujuan dari Gerakan ini untuk mewujudkan kemandirian pangan dan mengoptimalakn lahan Pekarangan rumah dengan menanan tanaman produktif seperti sayur sayuran, bawang merah, tomat, cabai dan tanaman produktif lainnya

Dalam rapat koordinasi tersebut Alamsyah Sahabuddin juga menyampaikan Pemerintah kota Makassar akan medistribusikan bibit cabai untuk ditanam di lorong wisata

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Pemkot Makassar

Pemkot Makassar Tertibkan Lapak di Sunu dan Datuk Patimang, Camat Ujung Pandang Kedepankan Pendekatan Humanis

Published

on

Kitasulsel–Makassar Pemerintah Kota Makassar terus melakukan penataan kawasan perkotaan, khususnya di sejumlah ruas jalan yang selama ini dipadati lapak usaha di atas fasilitas umum. Penataan difokuskan di Jalan Sunu dan Jalan Datuk Patimang agar lebih tertata dan bebas dari pelanggaran pemanfaatan ruang publik.

Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, menyampaikan bahwa langkah penertiban dilakukan secara bertahap melalui dialog langsung dengan para pemilik usaha.

Salah satu penertiban dilakukan terhadap satu unit lapak warung ikan bakar di Jalan Emitailan (Emisailan) yang telah beroperasi kurang lebih 20 tahun. Lapak tersebut ditertibkan karena berdiri di atas fasilitas umum dan akan direlokasi ke Pasar Baru agar aktivitas usaha tetap berjalan di tempat yang telah disiapkan.

“Pendekatan yang kami lakukan tetap mengedepankan komunikasi dan solusi. Pedagang tidak dilarang berusaha, tetapi diarahkan agar menempati lokasi yang sesuai peruntukannya,” ujar Nanin.

Selain di Jalan Emitailan, pemerintah kecamatan juga melakukan pendekatan humanis di Jalan Sungai Poso. Di lokasi tersebut, pedagang diberikan pemahaman sehingga melakukan pembongkaran mandiri terhadap bangunan yang tidak sesuai aturan.

Penertiban juga menyasar trotoar di sepanjang Jalan Penghibur. Sejumlah lapak yang selama ini menetap atau bermalam di atas trotoar dibersihkan guna mengembalikan fungsi jalur pejalan kaki serta menjaga estetika kawasan kota Makassar.

Tak hanya itu, penjual ikan bakar di Jalan Gunung Merapi yang telah berjualan sekitar 20 tahun juga menjadi perhatian pemerintah kecamatan. Sementara di kawasan Sungai Pareman, terdapat sekitar 10 lapak yang menggunakan area di atas drainase untuk berusaha.

Terhadap para pedagang tersebut, pemerintah melakukan pendekatan persuasif agar bersedia direlokasi ke tempat yang lebih tertib dan aman. Relokasi disebut sebagai solusi agar para pelaku usaha tetap dapat menjalankan aktivitas ekonomi tanpa melanggar aturan tata ruang.

Nanin menegaskan, seluruh langkah penataan dilakukan sebagai bagian dari upaya mengembalikan fungsi drainase dan trotoar, sekaligus meminimalisir potensi banjir dan gangguan ketertiban umum.

“Kami ingin kawasan tetap tertata, drainase berfungsi optimal, dan masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman. Relokasi menjadi solusi agar pedagang tetap bisa berusaha tanpa melanggar aturan,” tutupnya.

Continue Reading

Trending