Connect with us

Demi Terciptanya Situasi Kamtibmas yang Kondusif dan Aman di bulan suci Ramadhan,Tiga Pilar Kecamatan Biringkanaya Gelar Apel dan Patroli bersama

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Apel gabungan skala besar Kecamatan Biringkanaya dilaksanakan di halaman Mapolsek Biringkanaya, Sabtu (16/03/2024)pukul 21 ,45 wita.

Apel gabungan skala besar dipimpin oleh Tripika Kecamatan Biringkanaya yang dihadiri Camat Biringkanaya , Danramil 1408 11/BKY Mayor Inf Ibrahim dan Kapolsek Biringkanaya Kompol H Muh Tamrin

Dalam sambutan ,Kapolsek Biringkanaya ,
Kita akan memberikan pesan kepada masyarakat bahwa kita ini padu , yang melahirkan kebersamaan sehingga angka kriminal menurun , kita hadir agar Masyarakat terhindar dari gangguan,Masyarakat harus tahu bahwa kita selalu bersama dalam menjalankan aktifitas dan Tripika diliat nyata dalam memberikan pelayanan terbaik .

Sambutan Danramil 1408 – 11/BKY Dengan dasar kesadaran bahwa kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga lingkungan , biar masyarakat tenang untuk istirahat , kita harus antisipasi kriminal yang akan terjadi , dengan tujuan kepentingan untuk umum ,kita harus terus waspada , jangan lupa senantiasa berdoa sebelum laksanakan tugas .

Camat Biringkanaya Juliaman ,S,SOS dalam arahannya mengatakan, malam ini kita akan adakan Patroli kamtibmas guna tetap menjaga keamanan , kenyamanan warga juga memantau kegiatan malam karna biasanya rawan Kamtibmas dan kita tetap menghimbau Warga Biringkanaya agar tetap menjaga keamanan bersama .

Saya sebagai Camat perlu diberikan pendampingan dalam memantau wilayah , dalam pelaksanaan kita berharap agar kita lakukan teguran secara humanis dan tetap berikan edukasi ,jaga kekompakan ,

Sebelum kita laksanakan patroli mari kita berdoa bersama dan saya akan pimpin

Apel diikuti oleh :
1. Anggota Koramil 1408 – 11 / BKY
2. Anggota Polsek Biringkanaya
3. Anggota BKO Satpol PP Kecamatan Biringkanaya
4. Anggota Banteng Komando 1408 – 11/ BKY.
5. Anggota FKPM
6. Bankompol
7. Sat linmas Kelurahan
8. Tim Jaling Kelurahan Daya

Setelah apel Tripika Kecamatan Biringkanaya bersama tim patroli mengelilingi beberapa wilayah yang rawan dengan membagi tiga kelompok

Dalam kegiatan Patroli ini Tripika Kecamatan Biringkanaya adakan komunikasi dengan beberapa warga yang ditemui dengan menyampaikan agar warga tetap menjaga keaman dan kenyamanan secara bersama lalu melaksanakan program Walikota Makassar yaitu Jagai anakta.
Patroli selesai pada pukul 01 : 35 WITA

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Pemkot Makassar

Pemkot Makassar Tertibkan Lapak di Sunu dan Datuk Patimang, Camat Ujung Pandang Kedepankan Pendekatan Humanis

Published

on

Kitasulsel–Makassar Pemerintah Kota Makassar terus melakukan penataan kawasan perkotaan, khususnya di sejumlah ruas jalan yang selama ini dipadati lapak usaha di atas fasilitas umum. Penataan difokuskan di Jalan Sunu dan Jalan Datuk Patimang agar lebih tertata dan bebas dari pelanggaran pemanfaatan ruang publik.

Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, menyampaikan bahwa langkah penertiban dilakukan secara bertahap melalui dialog langsung dengan para pemilik usaha.

Salah satu penertiban dilakukan terhadap satu unit lapak warung ikan bakar di Jalan Emitailan (Emisailan) yang telah beroperasi kurang lebih 20 tahun. Lapak tersebut ditertibkan karena berdiri di atas fasilitas umum dan akan direlokasi ke Pasar Baru agar aktivitas usaha tetap berjalan di tempat yang telah disiapkan.

“Pendekatan yang kami lakukan tetap mengedepankan komunikasi dan solusi. Pedagang tidak dilarang berusaha, tetapi diarahkan agar menempati lokasi yang sesuai peruntukannya,” ujar Nanin.

Selain di Jalan Emitailan, pemerintah kecamatan juga melakukan pendekatan humanis di Jalan Sungai Poso. Di lokasi tersebut, pedagang diberikan pemahaman sehingga melakukan pembongkaran mandiri terhadap bangunan yang tidak sesuai aturan.

Penertiban juga menyasar trotoar di sepanjang Jalan Penghibur. Sejumlah lapak yang selama ini menetap atau bermalam di atas trotoar dibersihkan guna mengembalikan fungsi jalur pejalan kaki serta menjaga estetika kawasan kota Makassar.

Tak hanya itu, penjual ikan bakar di Jalan Gunung Merapi yang telah berjualan sekitar 20 tahun juga menjadi perhatian pemerintah kecamatan. Sementara di kawasan Sungai Pareman, terdapat sekitar 10 lapak yang menggunakan area di atas drainase untuk berusaha.

Terhadap para pedagang tersebut, pemerintah melakukan pendekatan persuasif agar bersedia direlokasi ke tempat yang lebih tertib dan aman. Relokasi disebut sebagai solusi agar para pelaku usaha tetap dapat menjalankan aktivitas ekonomi tanpa melanggar aturan tata ruang.

Nanin menegaskan, seluruh langkah penataan dilakukan sebagai bagian dari upaya mengembalikan fungsi drainase dan trotoar, sekaligus meminimalisir potensi banjir dan gangguan ketertiban umum.

“Kami ingin kawasan tetap tertata, drainase berfungsi optimal, dan masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman. Relokasi menjadi solusi agar pedagang tetap bisa berusaha tanpa melanggar aturan,” tutupnya.

Continue Reading

Trending