Connect with us

Bapenda Kota Makassar Gelar Buka Puasa Bersama,Firman Pagarra:Momentum Berbagi Kebahagian Bulan Suci Ramadhan

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Suasana kebersamaan dan kepedulian sosial begitu kental terasa saat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar menggelar acara Buka Puasa Bersama di Halaman Parkir Kantor Bapenda Makassar.

Acara yang dihadiri oleh beragam kalangan ini memiliki makna mendalam, terutama dalam berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan. Sabtu (30/03/2024)

 

 

Buka Puasa bersama kali ini menjadi momen spesial dengan mengundang anak-anak dari Panti Asuhan Guppi untuk turut serta merasakan kehangatan dan kebersamaan dalam berbuka puasa.

Kehadiran mereka menjadi simbol dari semangat berbagi dan peduli terhadap sesama yang menjadi nilai luhur di bulan penuh berkah ini.

Turut hadir dalam acara tersebut adalah Pejabat Sementara (Pj) Sekretaris Daerah, Firman Pagarra, Sekretaris Badan, Muh. Fuad Arfandi, Ketua Dharma Wanita Kota Makassar, Fadliah Firman, para Kepala Bidang, Kepala UPT, Kepala Tata Usaha, beserta seluruh staf di lingkungan Bapenda Kota Makassar.

Acara dimulai dengan pengajian ayat suci Al-Qur’an yang dipimpin oleh penceramah Ustadz Takdir, diselingi dengan tausiah agama yang memberikan inspirasi dan motivasi bagi para peserta.

Pj. Sekda Firman Pagarra pun turut memberikan santunan kepada anak-anak panti asuhan sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan.

Dalam sambutannya, Pj Sekda Firman Pagarra menegaskan pentingnya acara ini dalam mempererat tali silaturahim di antara keluarga besar Bapenda Makassar serta memperkuat kerja nyata SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) ke depannya.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi momen sesaat, tetapi juga menginspirasi kita semua untuk terus berbuat baik dan peduli kepada sesama, tidak hanya di bulan Ramadan, namun juga setiap waktu,” ujarnya.

Setelah mendengarkan tausiah dari penceramah, seluruh peserta melaksanakan sholat magrib berjamaah sebagai wujud syukur dan memperkokoh ikatan kebersamaan.

 

 

Acara ini diharapkan dapat membangkitkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial serta memberikan inspirasi bagi semua pihak untuk terus berbuat baik dalam setiap kesempatan yang ada.(**)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Pemkot Makassar

Pemkot Makassar Tertibkan Lapak di Sunu dan Datuk Patimang, Camat Ujung Pandang Kedepankan Pendekatan Humanis

Published

on

Kitasulsel–Makassar Pemerintah Kota Makassar terus melakukan penataan kawasan perkotaan, khususnya di sejumlah ruas jalan yang selama ini dipadati lapak usaha di atas fasilitas umum. Penataan difokuskan di Jalan Sunu dan Jalan Datuk Patimang agar lebih tertata dan bebas dari pelanggaran pemanfaatan ruang publik.

Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, menyampaikan bahwa langkah penertiban dilakukan secara bertahap melalui dialog langsung dengan para pemilik usaha.

Salah satu penertiban dilakukan terhadap satu unit lapak warung ikan bakar di Jalan Emitailan (Emisailan) yang telah beroperasi kurang lebih 20 tahun. Lapak tersebut ditertibkan karena berdiri di atas fasilitas umum dan akan direlokasi ke Pasar Baru agar aktivitas usaha tetap berjalan di tempat yang telah disiapkan.

“Pendekatan yang kami lakukan tetap mengedepankan komunikasi dan solusi. Pedagang tidak dilarang berusaha, tetapi diarahkan agar menempati lokasi yang sesuai peruntukannya,” ujar Nanin.

Selain di Jalan Emitailan, pemerintah kecamatan juga melakukan pendekatan humanis di Jalan Sungai Poso. Di lokasi tersebut, pedagang diberikan pemahaman sehingga melakukan pembongkaran mandiri terhadap bangunan yang tidak sesuai aturan.

Penertiban juga menyasar trotoar di sepanjang Jalan Penghibur. Sejumlah lapak yang selama ini menetap atau bermalam di atas trotoar dibersihkan guna mengembalikan fungsi jalur pejalan kaki serta menjaga estetika kawasan kota Makassar.

Tak hanya itu, penjual ikan bakar di Jalan Gunung Merapi yang telah berjualan sekitar 20 tahun juga menjadi perhatian pemerintah kecamatan. Sementara di kawasan Sungai Pareman, terdapat sekitar 10 lapak yang menggunakan area di atas drainase untuk berusaha.

Terhadap para pedagang tersebut, pemerintah melakukan pendekatan persuasif agar bersedia direlokasi ke tempat yang lebih tertib dan aman. Relokasi disebut sebagai solusi agar para pelaku usaha tetap dapat menjalankan aktivitas ekonomi tanpa melanggar aturan tata ruang.

Nanin menegaskan, seluruh langkah penataan dilakukan sebagai bagian dari upaya mengembalikan fungsi drainase dan trotoar, sekaligus meminimalisir potensi banjir dan gangguan ketertiban umum.

“Kami ingin kawasan tetap tertata, drainase berfungsi optimal, dan masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman. Relokasi menjadi solusi agar pedagang tetap bisa berusaha tanpa melanggar aturan,” tutupnya.

Continue Reading

Trending