Connect with us

/www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 153
">
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 153

Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 153

Hadirkan Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di GOR Sudiang, Warga Harap Rusdin Abdullah Walikota Makassar

Published

on

Kitasulsel—MAKASSAR – Rudal Care, Program pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bakal calon Walikota Makassar yang di Gelar di Kawasan Car Fee Day, Gor Sudiang dipadati warga melakukan pemeriksaan kesehatannya.

Warga sangat ramai datang melakukan pemeriksaan kehatannya, bahkan mereka rela anteri. Bakal calon Walikota Makassar, Rusdin Abdullah datang langsung di Stand Rudal Care tersebut dan menyempatkan berbincang dengan warga.

Warga mengakui program Layanan pemeriksaan kesehatan Rusdin Abdullah sangat bagus,bermanfaat bagi masyarakat.

“Program Rudal Care sangat bagus, luar biasa sekali dengan adanya pemeriksaan kesehatan, apa lagi ini gratis sangat membantu. Semoga kedepannya masyarakat Makassar lebih sukses jika pak Rusdin Abdullah Walikota,” ucap Andi Aida Hasmuranda usai memeriksa kesehatannya.

Hal sena juga dikatakan Sunarti dengan layanan pemeriksaan kesehatan ini masyarakat tebantu bisa mengontor kesehatannya.

“Bagus sekali sangat membantu apa lagi gratis. Kita bisa tahu bagaimana kondisi kesehatan kita apa lagi habis olahraga,” kata Sunarti.

Warga berharap agar Rusdin Abdullah terpilih menjadi Walikota Makassar, agar program Rudal Care bisa berlanjut.

“Ini baru awal sudah bagus, apa lagi kedepan lebih bagus lagi. Pemeriksaan ini gratiskan sangat bermanfaat bagi masyarakat banyak. semoga pak Rusdin Abdullah berhasil menjadi Walikota Makassar, agar program layanan ini berlanjut,” harap Natisa.

Ini adalah pemeriksaan layanan kesehatan gratis yang ketiga dilakukan Rusdin Abdullah di tiga lokasi yang berbeda.

“Ini lokasi ketiga kita gelar pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis. Kedepan ini program akan saya lanjutnya jika diberi amanah menjadi Walikota Makasar, agar masyarakat lebih mudah mengontrol kesehatannya. Saya lebih banyak melakukan perhatian terhadap kebutuhan dasar, seperti layanan kesahatan ini,” ucap Rusdin Abdullah.

Rusdin Abdullah di area Car Free Day ini, juga melakukan jalan sehat mengelilingi Gor Sudiang. Sejumlah pedagang yang jualan di sepanjang jalan turut singgahi.

Mantan Ketua HIPMI Sulsel ini juga membeli sejumlah dagangan para pedagang.

Sejumlah warga perdagang juga menyempatkan berfoto dengan calon Walikota Makassar yang dikenal dengan tag line Rudal Sayang Makassar.(*)

Continue Reading
Click to comment

Warning: Undefined variable $user_ID in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 493

Warning: Attempt to read property "cat_ID" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 493

Pemkot Makassar

Sekda Makassar Tekankan Sinergi Lintas OPD dalam Penanganan ODGJ

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, menekankan pentingnya sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dalam penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Makassar.

Hal tersebut disampaikan Andi Zulkifly usai membuka Pertemuan Koordinasi Penanganan ODGJ pada subkegiatan pengelolaan pelayanan kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kota Makassar di Hotel Aston Makassar, Selasa (5/5/2026).

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penanganan ODGJ tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan harus melibatkan berbagai pihak secara terpadu.

“Penanganan ODGJ ini adalah tanggung jawab bersama. Tidak bisa hanya dibebankan pada Dinas Sosial atau Dinas Kesehatan saja, tetapi harus dilakukan secara komprehensif oleh seluruh OPD terkait,” ujar Andi Zulkifly.

Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar tersebut menjelaskan bahwa selama ini masih terdapat ego sektoral yang membuat penanganan ODGJ belum berjalan optimal.

Melalui forum koordinasi ini, diharapkan dapat dihasilkan standar operasional prosedur (SOP) serta alur penanganan yang jelas dan terintegrasi.

Ia memaparkan, penanganan ODGJ umumnya berawal dari laporan masyarakat di tingkat RT/RW yang kemudian ditindaklanjuti oleh pihak kelurahan dan kecamatan. Selanjutnya, puskesmas melakukan asesmen awal guna memastikan kondisi kejiwaan pasien.

“Setelah dilakukan asesmen oleh tenaga kesehatan, perlu ada pengamanan oleh Satpol PP dan dukungan dari pihak kecamatan serta kelurahan. Kemudian, penanganan dilanjutkan ke fasilitas kesehatan seperti rumah sakit,” jelasnya.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya peran Dinas Sosial dalam proses rehabilitasi sosial hingga pengembalian pasien kepada keluarga (reunifikasi), termasuk pemantauan lanjutan terhadap kondisi pasien pasca perawatan.

“Perlu ada kejelasan siapa yang bertanggung jawab mulai dari penanganan awal, pengantaran ke rumah sakit, hingga proses pemulangan dan monitoring pasca perawatan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Andi Zulkifly menekankan bahwa penanganan ODGJ harus dilakukan secara humanis dan bermartabat, disertai edukasi kepada masyarakat guna mengurangi stigma negatif.

“ODGJ ini bisa disembuhkan. Karena itu, perlu disosialisasikan kepada masyarakat agar keluarga tidak mengucilkan atau menelantarkan, tetapi justru mendukung proses penyembuhan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penanganan ODGJ merupakan bagian dari upaya mewujudkan Kota Makassar sebagai kota inklusif.

“Jangan sampai karena penanganan yang tidak optimal, Kota Makassar dinilai tidak inklusif. Padahal, inklusivitas adalah bagian dari visi besar pemerintah kota,” ujarnya.

Di akhir arahannya, Andi Zulkifly meminta seluruh OPD terkait, termasuk kecamatan, Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, hingga pihak rumah sakit untuk segera menyusun rencana aksi dan roadmap penanganan ODGJ yang terintegrasi.

“Saya minta hari ini sudah ada rencana aksi yang jelas dan disepakati bersama. Semua pihak harus memahami perannya masing-masing agar penanganan ODGJ bisa dilakukan secara cepat dan tepat,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending