Connect with us

Kementrian Agama RI

Kemenag dan BPJS Kesehatan Mou Tingkatkan Layanan Kesehatan Jemaah & Petugas Haji

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Kementerian Agama RI bersama BPJS Kesehatan menjalin sinergi penguatan layanan kesehatan bagi jemaah dan petugas haji.

Sinerg inj ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama terkait sinergitas tugas dan fungsi dalam optimalisasi program jaminan kesehatan nasional guna mendukung penyelenggaraan program jaminan kesehatan bagi jemaah haji reguler dan petugas haji.

Penandatanganan MpU dilakukan oleh Menag Nasaruddin Umar dan Dirut BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti. Hadir menyaksikan, Menko PMK Pratikno, Kepala Badan Penyelenggara Haji Irfan Yusuf dan Kepala BPHK Fadhlul Imansyah.

Menko PMK Pratikno mengatakan sinergi ini merupakan upaya pemerintah untuk terus meningkatkan pelayanan dalam penyelenggaraan haji, terutama di bidang kesehatan jemaah dan petugas haji.

BACA JUGA  Rakernas BP4 2025: Menag Soroti Dampak Perceraian, Tawarkan Solusi Mediasi Keluarga

“Seperti kita ketahui pergi haji itu luar biasa, antriannya panjang, terus kemudian juga usia jamaah ini kan juga banyak yang lansia.

Oleh karena itu peningkatan pelayanan untuk jamaah ini juga menjadi sangat penting untuk terus kita tingkatkan. Jadi oleh karena itu kami di PMK memfasilitasi,” ucapnya, Kamis (12/12/2024).

Menag Nasaruddin Umar menceritakan bahwa Kerajaan Arab Saudi sangat mengapresasi pelaksanaan haji yang dilakukan Indonesia. Bahkan, mereka menyampaikan bahwa Arab Saudi menjadikan pelaksanaan haji Indoensia sebagai referensi, termasuk di bidang kesehatan.

“Insya Allah ke depan, Kemenag punya standar yang lebih baik dari segi pelayanan. Kami sudah punya pola yang biasa diterapkan. Semoga pelaksanaan haji 2025 bisa lebih baik karena kami sudah menyiapkan segala halnya,” ucap Menag.

BACA JUGA  Kemenag akan Bangun Pesantren Percontohan, Modern dan Standar Internasional

Ia pun berharap, dengan penandatanganan MoU ini, peningkatan layanan kesehatan bagi jemaah dan petugas haji bisa lebih baik serta mampu menjamin mereka sebelum berangkat, saat pelaksanaan hingga kepulangan haji.

Dirut BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menjelaskan bahwa ada tiga hal yang menjadi poin pada penandatanganan MoU ni. Pertama bahwa tidak hanya jemaah haji saja yang perlu jaminan kesehatan tapi keluarganya juga yang diperhatikan, “Kalau dulu itu cuma haji khusus ya, sekarang regular termasuk gitu, jadi itu yang pertama,” ujarnya.

Kedua, adanya interoperabilitas data antara Kemenag dan BPJS Kesehatan. Terakhir, perlunya sosialisasi bersama terkait jaminan kesehatan yang perlu dimiliki bagi jemaah.

BACA JUGA  IPI: Nasaruddin Umar Pimpin Daftar Menteri dengan Kinerja Terbaik dan Tingkat Kepuasan 92,8%

Karena menurutnya banyak yang masih belum paham bahwa perlunya jaminan kesehatan bagi jemaah. (*)

Continue Reading
Click to comment

Warning: Undefined variable $user_ID in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Kementrian Agama RI

Momentum Penamatan As’adiyah, Ketua Yayasan Bunyamin Yapid Dorong Generasi Moderat dan Unggul

Published

on

KITASULSEL—BULUKUMBA — Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Dr. H. Bunyamin M. Yapid, menghadiri kegiatan penamatan terpadu tingkat MI, MTs, dan MA Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru, Selasa (5/5/2026). Kehadirannya merupakan representasi langsung dari arahan Anregurutta Ketua Umum Pondok Pesantren As’adiyah Pusat, Prof. Nasaruddin Umar.

Dalam sambutannya, Bunyamin menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar menghadiri seremoni, tetapi membawa pesan penting dari Anregurutta yang memiliki perhatian besar terhadap perkembangan Pondok Pesantren As’adiyah.

“Beliau sangat ingin hadir langsung, namun kita memahami kesibukan beliau yang luar biasa dalam mengurus kepentingan negara dan umat. Bahkan, waktu istirahat beliau sangat terbatas. Maka saya hadir di sini mewakili beliau,” ungkap Bunyamin.

BACA JUGA  DPR Setujui Usulan Penggunaan Uang Muka untuk Penyelenggaraan Haji 2026

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh alumni dan santri As’adiyah untuk terus membumikan pemikiran Anregurutta, khususnya konsep besar yang telah digaungkan di tingkat nasional hingga internasional.

Menurutnya, gagasan seperti kurikulum berbasis cinta dan ekoteologi bukan hanya relevan, tetapi telah menjadi diskursus penting di berbagai forum global. Ia bahkan menyebutkan bahwa konsep tersebut telah dipaparkan dalam forum diskusi internasional di Mesir dan mendapatkan respons positif.

“Pemikiran Anregurutta ini sangat dibutuhkan oleh bangsa dan negara. Kita sebagai santri memiliki tanggung jawab untuk menyuarakan, mengawal, dan membumikan gagasan tersebut di tengah masyarakat,” tegasnya.

Bunyamin juga menyoroti pentingnya pemahaman yang utuh terhadap gagasan Menteri Agama, khususnya dalam pengelolaan dan pemberdayaan rumah ibadah. Ia mengingatkan agar pemikiran tersebut tidak disalahartikan atau dipolitisasi.

BACA JUGA  Rakernas BP4 2025: Menag Soroti Dampak Perceraian, Tawarkan Solusi Mediasi Keluarga

Dalam kesempatan itu, ia turut mengungkapkan perhatian besar Anregurutta terhadap kesejahteraan para guru pesantren. Salah satu program yang didorong adalah pemberangkatan umrah bagi guru-guru, khususnya di lingkungan As’adiyah.

“Harapannya, para guru yang telah menunaikan umrah akan semakin maksimal dalam mendidik santri, karena telah merasakan langsung sumber peradaban Islam,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi nyata, dalam acara tersebut juga diberikan bonus umrah kepada salah satu guru Pondok Pesantren As’adiyah atas dedikasi dan pengabdiannya.

Kegiatan penamatan ini tidak hanya menjadi momen pelepasan santri, tetapi juga menjadi ruang penguatan nilai, gagasan, dan arah perjuangan pendidikan pesantren berbasis cinta, moderasi, dan keunggulan dalam bingkai ekoteologi.

BACA JUGA  IPI: Nasaruddin Umar Pimpin Daftar Menteri dengan Kinerja Terbaik dan Tingkat Kepuasan 92,8%

Dengan semangat tersebut, As’adiyah diharapkan terus melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial dalam menjawab tantangan zaman.

Continue Reading

Trending