Connect with us

Naoemi Octarina Tanam Pohon Buah Bersama Iriana Jokowi dan Wury Ma’ruf Amin

Published

on

Kitasulsel, Makassar–-Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, melakukan penanaman pohon buah-buahan di Kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Kota Makassar, Rabu, 1 Februari 2023.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Pencanangan Tanam 1.000 Bibit Pohon Buah bersama Ibu Negara, Iriana Joko Widodo, dan Wury Ma’ruf Amin, di Magelang, Jawa Tengah.

Acara ini serentak diikuti oleh 35 provinsi se-Indonesia yang terhubung secara hybrid. Dalam kegiatan ini, dari Sulsel menanam 37 pohon buah di CPI, dan 78 pohon dibagikan ke masyarakat. Antara lain, pohon mangga, jeruk, durian, rambutan, lengkeng, dan kelapa.

Ibu Negara, Iriana Jokowi, sempat menyapa Provinsi Sulsel. “Provinsi Sulsel tanam pohon apa?” tanya Iriana, yang langsung dijawab oleh Naoemi Octarina, bahwa dilakukan penanaman pohon durian, mangga, jeruk, rambutan, lengkeng, juga kelapa.

Naoemi berharap, penanaman pohon buah ini bisa berkelanjutan. Termasuk di 24 kabupaten kota di Sulsel.

“Kita berharap, penanaman pohon buah ini juga dilakukan di titik-titik lain. Bantuan bibitnya juga diberikan ke kabupaten kota,” ujarnya.

Sebagai informasi, Ibu Negara Iriana Joko Widodo secara simbolis menanam 8.600 pohon benih buah-buahan dan perkebunan. Iriana juga membagikan membagikan benih kelapa genjar sebanyak 100 ribu pohon, cabai dan bawang merah sebanyak 500 ribu pohon. (*)

 

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Aspirasi Perubahan Menggema di Muktamar NU 2026, Prof. Nazaruddin Umar Dinilai Mampu Bawa NU Mendunia

Published

on

KITASULSEL—JAKARTA – Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 2026, dukungan terhadap Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nazaruddin Umar, sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031 terus menguat dari berbagai daerah, terutama dari kawasan Indonesia Timur.

Sejumlah tokoh dan kader NU menilai sosok Nazaruddin Umar memiliki kapasitas yang lengkap untuk memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Selain dikenal sebagai ulama, akademisi, dan cendekiawan Muslim, ia juga dinilai memiliki pengalaman organisasi yang panjang serta mampu menjembatani berbagai kalangan di lingkungan Nahdliyin.

Dalam materi sosialisasi yang beredar di kalangan warga NU, Prof. Nazaruddin Umar disebut sebagai kader NU yang telah aktif sejak masa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), kemudian berkiprah di PWNU Sulawesi Selatan hingga dipercaya menjadi bagian dari kepengurusan PBNU.

Selain rekam jejak organisasi, pengalamannya sebagai pengasuh pesantren, akademisi, serta pernah menjabat Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi nilai tambah yang dinilai memperkuat kapasitas kepemimpinannya.

Pendukungnya juga menilai Prof. Nazaruddin Umar memiliki jaringan internasional yang luas serta pengalaman dalam membangun dialog keagamaan di tingkat nasional maupun global. Hal itu dianggap menjadi modal penting untuk membawa NU semakin berperan di panggung dunia tanpa meninggalkan akar tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.

Salah satu poin yang banyak disuarakan adalah besarnya dukungan dari wilayah luar Pulau Jawa, khususnya Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua. Mereka berharap kepemimpinan PBNU ke depan semakin mampu mengakomodasi aspirasi warga NU di berbagai daerah dan memperkuat pemerataan pembangunan organisasi.

Para pendukung juga menilai NU memerlukan kepemimpinan yang dekat dengan akar rumput, memahami dinamika daerah, serta mampu memperkuat persatuan warga Nahdliyin di tengah berbagai tantangan zaman.

Dalam materi dukungan tersebut turut disampaikan harapan agar NU dipimpin oleh sosok yang memiliki wawasan keilmuan luas, pengalaman organisasi yang matang, kepemimpinan yang merakyat, dan mampu menjaga kemandirian organisasi.

“NU membutuhkan energi baru, kepemimpinan yang merakyat, serta arah organisasi yang lebih visioner agar mampu menjawab tantangan masa depan,” demikian salah satu pesan yang disampaikan dalam materi kampanye dukungan tersebut.

Meski demikian, penentuan Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 sepenuhnya akan menjadi kewenangan para peserta Muktamar NU 2026 melalui mekanisme organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama.

Muktamar NU mendatang diperkirakan menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi lima tahun ke depan, termasuk memperkuat peran NU sebagai organisasi keagamaan yang moderat, inklusif, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan perdamaian dunia.

Continue Reading

Trending