Connect with us

POLITIK

Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan di Parepare, KPU dan Bawaslu Berkoordinasi dengan Disdukcapil

Published

on

Kitasulsel–PAREPARE Dalam rangka mendukung kelancaran Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) di Kota Parepare, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) setempat melaksanakan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) pada Rabu, 18 Juni 2025.

PDPB merupakan proses pembaruan data pemilih yang bersumber dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pemilu atau pemilihan terakhir, yang diselaraskan dengan data kependudukan nasional, termasuk data penduduk luar negeri.

Pertemuan ini dihadiri oleh anggota Bawaslu Kota Parepare, Fadly Azis beserta staf Pencegahan dan Parmas, Kepala Divisi Data dan Informasi KPU Kota Parepare, Kalmasari, Kepala Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kota Parepare, Ahmad Perdana Putra, serta staf terkait dari Divisi Data dan Informasi.

BACA JUGA  KPU Tetapkan Pasangan Munafri-Aliyah Menang di Pilwalkot Makassar 2024

Komisioner KPU Parepare, Kalmasari mengatakan bahwa Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) akan segera dimutakhirkan.

Ia menyebut bahwa ke depan akan dilaksanakan rapat pleno yang melibatkan pemangku kepentingan, termasuk Disdukcapil, Bawaslu, hingga masyarakat. “Diharapkan semua pihak dapat berperan aktif dalam proses ini,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Parepare, Fadly Azis menegaskan komitmen Bawaslu untuk terus mengawal tahapan PDPB. “Pengawasan tetap akan kami jalankan secara optimal,” katanya.

Kepala Disdukcapil Kota Parepare, Suriani, dalam pertemuan tersebut mengungkapkan beberapa tantangan dalam pengelolaan data kependudukan.

Menurutnya, data agregat yang diterima dari pusat hanya datang dua kali setahun, yakni pada bulan Juni/Juli dan Januari, sehingga terdapat keterbatasan dalam ketersediaan data terkini.

BACA JUGA  Appi Dapat Rekomendasi Golkar Makassar

Ia juga menyoroti kendala terkait data warga yang telah meninggal dunia. “Sering kali kami tidak menerima laporan dari BPJS, sehingga meskipun orang tersebut sudah meninggal, pembayaran BPJS masih berlangsung melalui subsidi pemerintah daerah,” jelasnya.

Hal ini, kata Suriani, menyebabkan ketidaksinkronan data antara Disdukcapil dan BPJS. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Disdukcapil telah mendorong partisipasi RT/RW melalui aplikasi “Lapor Hati” yang dapat digunakan untuk melaporkan warga yang meninggal atau pindah domisili.

Suriani menambahkan bahwa data kematian yang dilaporkan ke KPU sejauh ini sebanyak 366 orang, namun jumlah tersebut kemungkinan besar sudah bertambah. “Pada bulan Mei saja tercatat ada 30 orang yang meninggal dunia,” jelasnya.

BACA JUGA  Masa Tenang, Seto-Rezki Ikuti Dzikir dan Doa Bersama di Makassar

Sebagai langkah lanjutan, dia mengusulkan pembentukan grup komunikasi antara KPU dan Disdukcapil untuk mempermudah proses penyandingan data ke depan.

Usulan ini disambut baik oleh Kalmasari yang menegaskan bahwa KPU tidak meminta data baru, melainkan hanya menyandingkan data yang dimiliki dengan pembaruan dari Disdukcapil.

KPU, Bawaslu, dan Disdukcapil mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Parepare untuk turut menyukseskan kegiatan Pemutakhiran Data Pemilih demi terselenggaranya pemilu yang akurat dan terpercaya. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

POLITIK

RMS: Pernah Satu Piring Berjuang, Saya Yakin Syaharuddin Alrif Mampu Besarkan NasDem

Published

on

KITASULSEL—MAKASSAR — Mantan Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan (Sulsel), RMS, menyatakan keyakinannya bahwa di bawah kendali Syaharuddin Alrif (SAR), Partai NasDem akan melangkah ke arah yang lebih baik dan solid. Keyakinan itu didasari rekam jejak panjang kebersamaan dan pengalaman politik yang telah mereka lalui bersama di tubuh NasDem.

“Kita pernah satu piring dalam perjuangan di NasDem dan dia tahu apa yang mesti dilakukan untuk membesarkan partai. Intinya, kita yakin Syahar bisa membawa NasDem lebih baik,” ujar RMS.

Ia menambahkan, pengalaman politik SAR dinilainya sudah matang. “Syahar soal politik sudah tamat lah. Dia paham betul apa yang mesti dilakukan untuk membesarkan partai. Saya yakin itu,” tegasnya.

BACA JUGA  Masa Tenang, Seto-Rezki Ikuti Dzikir dan Doa Bersama di Makassar

Pernyataan tersebut disampaikan RMS usai dirinya resmi diperkenalkan sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Makassar. Meski telah menapaki jalan politik baru, RMS menegaskan hubungannya dengan NasDem—khususnya dengan SAR—tetap terjaga dalam bingkai saling menghormati dan profesionalisme politik.

Rekam jejak kolaborasi RMS–SAR saat keduanya memimpin NasDem Sulsel sebagai Ketua DPW dan Sekretaris DPW. Di bawah nahkoda duet tersebut, mesin partai berjalan efektif, konsolidasi kader menguat hingga ke akar rumput, dan capaian elektoral menunjukkan tren positif.

“Banyak proses penting yang kami lalui bersama—penguatan struktur, konsolidasi kader, hingga strategi pemenangan. Itu bukan kerja satu orang, melainkan kolaborasi yang solid,” kata RMS.

BACA JUGA  Golkar Akhiri Puasa Kemenangan 16 Tahun di Pilwalkot Makassar

Prestasi puncak dari kepemimpinan RMS–SAR tercatat ketika DPW NasDem Sulsel dikukuhkan sebagai DPW terbaik NasDem se-Indonesia, sebuah pengakuan nasional atas kinerja organisasi, soliditas kader, serta capaian politik yang diraih di daerah.

Dengan rekam jejak tersebut, RMS meyakini SAR memiliki kapasitas dan visi untuk melanjutkan—bahkan meningkatkan—kinerja NasDem ke depan. “Pengalaman, jejaring, dan pemahaman lapangan yang dimiliki Syahar adalah modal besar. Saya optimistis NasDem akan semakin baik di tangannya,” pungkas RMS.

Continue Reading

Trending