NEWS
Hari Bhayangkara ke-79, Rusdi Masse: Polri Garda Terdepan, Wujud Nyata “Polri untuk Masyarakat”
- /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/plugins/mvp-social-buttons/mvp-social-buttons.php on line 27
https://kitasulsel.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250701-WA0220.jpgwidth640height360.jpg&description=Hari Bhayangkara ke-79, Rusdi Masse: Polri Garda Terdepan, Wujud Nyata “Polri untuk Masyarakat”', 'pinterestShare', 'width=750,height=350'); return false;" title="Pin This Post">
- Share
- Tweet /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/plugins/mvp-social-buttons/mvp-social-buttons.php on line 72
https://kitasulsel.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250701-WA0220.jpgwidth640height360.jpg&description=Hari Bhayangkara ke-79, Rusdi Masse: Polri Garda Terdepan, Wujud Nyata “Polri untuk Masyarakat”', 'pinterestShare', 'width=750,height=350'); return false;" title="Pin This Post">
Kitasulsel–JAKARTA Anggota Komosi III DPR RI Fraksi NasDem, Rusdi Masse Mappasessu, menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-79 kepada seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia. Ucapan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara yang jatuh pada tanggal 1 Juli 2025.
Dengan mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, Rusdi Masse menilai bahwa peringatan Hari Bhayangkara tahun ini menjadi refleksi penting atas peran vital Polri dalam menjaga stabilitas dan ketertiban sosial di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks.
Dalam keterangannya, politisi asal Sulawesi Selatan ini menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap kiprah Polri yang terus menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas negara.
“Saya ucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-79. Di usia yang semakin matang, Polri telah menjadi institusi yang semakin profesional dan humanis dalam melayani masyarakat. Polri akan selalu dicintai masyarakat karena Polri memang untuk masyarakat,” kata Rusdi Masse.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan sekadar simbol penegakan hukum, namun juga sebagai mitra strategis dalam membangun kepercayaan publik dan memperkuat rasa aman di lingkungan sosial.
Menurut Ketua DPW NasDem Sulsel ini, transformasi yang dilakukan Polri selama beberapa tahun terakhir patut diapresiasi, terutama dalam hal modernisasi layanan, keterbukaan informasi, dan upaya membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.
“Dengan semangat Hari Bhayangkara ke-79, saya yakin Polri akan terus memperkuat peran sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang benar-benar hadir dan dibutuhkan rakyat. Ini juga menjadi pengingat bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Lebih jauh, Rusdi Masse berharap momentum ini bisa mendorong Polri untuk terus memperkuat sinergi dengan semua elemen bangsa, termasuk lembaga legislatif dan pemerintah daerah, dalam menjaga keutuhan NKRI dan mewujudkan keadilan sosial.
“Polri adalah garda terdepan dalam menjaga demokrasi dan ketertiban nasional. Oleh karena itu, mari kita dukung institusi ini agar semakin dicintai rakyat dan terus membawa manfaat bagi bangsa,” tutupnya. (*)
NEWS
Menag Nasaruddin Umar Optimistis Pesantren Jadi Lembaga Pendidikan Paling Diminati di Era AI
Kitasulsel–JAKARTA — Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, optimistis pesantren akan menjadi lembaga pendidikan masa depan yang paling diminati masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Optimisme tersebut disampaikan Menag saat memberikan sambutan sekaligus membuka Halaqah Nasional V Pimpinan Pondok Pesantren se-Indonesia yang digelar di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Dalam forum yang dihadiri para pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah di Indonesia itu, Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pesantren memiliki kekuatan utama yang tidak akan pernah bisa digantikan oleh teknologi secanggih apa pun, termasuk AI.
Menurutnya, di tengah laju disrupsi teknologi yang semakin masif, lembaga pendidikan berbasis sekuler justru berpotensi kehilangan dimensi kemanusiaannya karena terlalu bergantung pada modernisasi digital.
Sebaliknya, pesantren dinilai tetap memiliki ruang spiritual, keteladanan, dan pembentukan karakter yang menjadi kekuatan utama pendidikan berbasis keislaman.
“Kita tetap harus optimis, pesantren itu akan menjadi sekolah masa depan yang paling diminati oleh orang, apalagi Artificial Intelligence (AI) sekarang ini semakin canggih,” ujar Nasaruddin Umar.
Ia menjelaskan bahwa kecerdasan buatan memang memiliki kemampuan luar biasa dalam mentransfer ilmu pengetahuan atau transfer of knowledge secara cepat dan efisien.
Namun demikian, menurut Menag, AI tidak akan pernah mampu menggantikan peran manusia dalam mentransfer nilai-nilai kehidupan, akhlak, serta spiritualitas kepada generasi muda.
“AI itu bisa melakukan transfer of knowledge, tetapi AI tidak akan pernah bisa melakukan transfer of value. Ruang kosong spiritual, pembentukan akhlak, keteladanan, dan penguatan karakter inilah yang menjadi distingsi mutlak mutiara pesantren di bawah bimbingan para kiai,” jelasnya.
Pernyataan tersebut disambut antusias para peserta halaqah yang menilai pesantren memang memiliki karakter pendidikan yang khas dan berbeda dibandingkan lembaga pendidikan lainnya.
Menurut Nasaruddin, pesantren selama ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar ilmu agama, tetapi juga menjadi pusat pembentukan moral, kedisiplinan, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Ia menilai hubungan emosional antara santri dan kiai merupakan salah satu kekuatan utama pesantren yang tidak dapat direplikasi oleh sistem digital maupun teknologi modern.
Dalam kesempatan itu, Menag juga menyampaikan kritik reflektif terhadap epistemologi sains modern Barat yang dinilai terlalu menempatkan alam sebagai objek yang harus ditaklukkan secara mekanis.
Menurutnya, pendekatan seperti itu berbeda dengan tradisi pesantren yang mengajarkan manusia untuk hidup berdampingan dan bersahabat dengan alam.
Karena itu, ia meminta para santri dan pengasuh pesantren agar tidak merasa minder dengan kearifan lokal dan tradisi intelektual yang selama ini berkembang di lingkungan pesantren.
“Tradisi pesantren mengajarkan manusia untuk bersahabat dengan alam, sehingga alam secara sukarela membuka rahasianya kepada mereka yang bersih hatinya,” tuturnya.
Nasaruddin juga mengingatkan agar pesantren tidak kehilangan identitasnya hanya karena ingin mengikuti pola pendidikan umum yang terlalu berorientasi pada aspek teknis dan material semata.
Menurutnya, kekuatan pesantren justru terletak pada keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan spiritual.
“Jangan sampai kita terjebak menyamakan institusi kita dengan sekolah umum yang gersang akan spiritualitas. Kekuatan kita ada pada keseimbangan intelektual dan batin,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Menag berharap Halaqah Nasional V Pimpinan Pondok Pesantren se-Indonesia mampu melahirkan rekomendasi strategis dan peta jalan pengembangan pesantren di masa depan.
Ia menilai pesantren memiliki posisi yang sangat penting sebagai benteng moral bangsa di tengah tantangan perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang begitu cepat.
Karena itu, penguatan kualitas pendidikan pesantren dinilai menjadi kebutuhan penting agar lembaga tersebut tetap relevan dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasar yang dimilikinya.
Dalam beberapa tahun terakhir, pesantren memang terus mengalami perkembangan signifikan, baik dari sisi jumlah lembaga, kurikulum pendidikan, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran.
Namun demikian, Menag menegaskan bahwa modernisasi pesantren harus tetap berpijak pada nilai utama pendidikan Islam, yakni pembentukan akhlak dan karakter manusia.
Forum Halaqah Nasional V tersebut juga menjadi ruang diskusi bagi para pimpinan pesantren untuk membahas berbagai tantangan pendidikan Islam ke depan, termasuk transformasi digital, penguatan ekonomi pesantren, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia santri.
Dengan perkembangan AI yang semakin pesat, Nasaruddin Umar meyakini pesantren justru akan semakin dibutuhkan masyarakat karena mampu menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan otak, tetapi juga membentuk hati dan karakter generasi bangsa.
-
Nasional11 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










Warning: Undefined variable $user_ID in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49
You must be logged in to post a comment Login