Connect with us

Pemkot Makassar

Coto Anging Mammiri I Hadir dengan Wajah Baru, Wali Kota Munafri Harap Bangkitkan Ekonomi Rakyat

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Warung makan legendaris Coto Anging Mammiri I yang terletak di poros Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, resmi dibuka kembali hari ini, Kmais (24/7/2025), dengan nuansa baru yang lebih modern dan kapasitas yang lebih luas.

Peresmian ini turut dihadiri langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang memberikan apresiasi tinggi atas keberlanjutan dan semangat usaha lokal dalam melestarikan kuliner khas daerah.

Menurutnya, Coto Makassar bukan sekadar makanan, tapi bagian dari identitas menu khas di Sulsel.

“Coto adalah warisan kuliner yang menembus zaman dan menyatukan berbagai kalangan dari warga lokal hingga tamu mancanegara,” ujar Munafri dalam sambutannya.

Dengan diresmikannya kembali Coto Anging Mammiri I, masyarakat Makassar kini memiliki satu lagi pilihan kuliner khas yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga memperkuat rasa bangga terhadap kekayaan budaya daerah.

BACA JUGA  Wali Kota Makassar Buka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD 2025-2029

Sejak berdiri pada 2016, Coto Anging Mammiri I telah menjadi salah satu destinasi kuliner favorit masyarakat. Kini, di bawah semangat baru, warung ini tidak hanya menawarkan cita rasa otentik coto Makassar, tetapi juga menghadirkan pengalaman bersantap yang nyaman, bersih, dan modern.

Wali Kota Munafr menegaskan bahwa kehadiran kembali warung coto ini menjadi aksi nyata bagaimana sektor kuliner dapat menjadi penggerak ekonomi rakyat, membuka lapangan kerja, dan menguatkan sektor UMKM di Kota Makassar.

Ia menyambut baik hadirnya warung coto ini. Tidak hanya sebagai tempat makan, tetapi juga sebagai simbol semangat kewirausahaan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Inisiatif seperti ini sejalan dengan program strategis Pemkot Makassar dalam memperkuat ekonomi kreatif,” lanjut Munafri.

BACA JUGA  Pemkot Makassar Tegaskan Dukungan Penuh Program MBG

Ia juga berharap agar warung coto ini dapat menjadi ikon kuliner baru yang membanggakan, sekaligus memperluas jangkauan Coto Makassar hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.

“Semoga usaha ini membawa keberkahan, memberi inspirasi bagi pelaku usaha lain, dan memperkenalkan cita rasa Makassar ke panggung dunia,” tutup Munafri. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Pemkot Makassar

Makassar Kembali Berkibar di Panggung Global, Wali Kota Munafri Tampil di Forum Internasional APCAT Summit

Published

on

Kitasulsel–Jakarta Kota Makassar kembali menegaskan eksistensinya di panggung global. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dipercaya tampil sebagai salah satu pembicara dalam forum internasional Asia Pacific Cities Alliance for Tobacco Control (APCAT) Summit.

Forum bergengsi tersebut digelar di Hotel JW Marriott, Jalan Ide Anak Agung Gde Agung, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, pada Senin (26/1/2026), dan diikuti oleh perwakilan dari 10 negara kawasan Asia Pasifik.

APCAT Summit menjadi ruang strategis bagi kota-kota dunia untuk saling berbagi pengalaman, kebijakan, serta praktik terbaik dalam mendorong terwujudnya kota sehat dan pengendalian tembakau yang efektif.

Dalam forum ini, Munafri Arifuddin tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi tampil aktif menyuarakan kebijakan konkret yang telah diterapkan Pemerintah Kota Makassar. Pada sesi panel internasional, Munafri memaparkan secara komprehensif regulasi dan penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Makassar.

BACA JUGA  Pemprov Sulsel Percepat Operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih

Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan sekadar dokumen regulasi, melainkan telah diterjemahkan menjadi tindakan nyata di lapangan.

“Makassar telah mengambil langkah tegas dengan meniadakan iklan rokok di ruang-ruang publik serta memastikan lingkungan Balai Kota bebas dari polusi asap rokok,” ujar Munafri, yang disambut tepuk tangan para delegasi.

Munafri menjelaskan, sejak 2013 Pemerintah Kota Makassar telah memiliki Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok. Namun, regulasi tersebut dinilai perlu diperkuat melalui revisi, khususnya pada aspek pengawasan dan sanksi.

Karena itu, Pemkot Makassar kini tengah menggodok penguatan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Wali Kota (Perwali) terkait pengendalian tembakau dan KTR.

“Ini adalah bagian dari komitmen kami membangun kota yang sehat, ramah, dan berorientasi pada kualitas hidup masyarakat, dengan adanya Perda KTR,” sambung Munafri, yang akrab disapa Appi, di hadapan delegasi internasional.

BACA JUGA  Danny Pomanto Dampingi Pj Gubernur Tinjau Pelaksanaan MBG dan Pemerikasaan Kesehatan Gratis di Empat Sekolah

Kehadiran Munafri sekaligus menjadi representasi Sulawesi Selatan dalam forum global tersebut. Ia satu panggung dengan para pemimpin daerah dari berbagai negara, di antaranya Han Kosal (Wakil Gubernur Kampong Thom, Kamboja), Vo Thi Viet Phuong (Provinsi Tay Ninh, Vietnam), Antonio de Deus Fatima (Kota Ermera, Timor-Leste), serta sejumlah kepala daerah Indonesia seperti Afdhal Khalilullah (Wakil Wali Kota Banda Aceh), Damar Prasetyono (Wali Kota Magelang), Rico Tri Putra Bayu Waas (Wali Kota Medan), dan Nurochman (Wali Kota Batu).

Dalam diskusi panel, para pemimpin daerah membahas berbagai tantangan dan strategi pengendalian tembakau di tingkat kota, mulai dari penguatan regulasi, pengawasan lapangan, hingga perubahan perilaku masyarakat.

BACA JUGA  Selamat dan Sukses dengan Pencapaian Gemilang H. Irwan Adnan Sebagai Sekda Kota Makassar

Makassar dipandang sebagai salah satu kota yang konsisten mendorong kebijakan kesehatan publik melalui pendekatan regulatif dan edukatif.

Partisipasi aktif Wali Kota Makassar di APCAT Summit ini menegaskan bahwa Makassar tidak hanya berbenah di tingkat lokal, tetapi juga siap berkontribusi dalam agenda kesehatan perkotaan di tingkat regional dan internasional.

Continue Reading

Trending