NEWS
Program Makan Bergizi Gratis Perkuat SDM Menuju Indonesia Emas 2045!
- /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/plugins/mvp-social-buttons/mvp-social-buttons.php on line 27
https://kitasulsel.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250802-WA0017.jpgwidth640height360.jpg&description=Program Makan Bergizi Gratis Perkuat SDM Menuju Indonesia Emas 2045!', 'pinterestShare', 'width=750,height=350'); return false;" title="Pin This Post">
- Share
- Tweet /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/plugins/mvp-social-buttons/mvp-social-buttons.php on line 72
https://kitasulsel.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250802-WA0017.jpgwidth640height360.jpg&description=Program Makan Bergizi Gratis Perkuat SDM Menuju Indonesia Emas 2045!', 'pinterestShare', 'width=750,height=350'); return false;" title="Pin This Post">
Kitasulsel–JAKARTA Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian utama Pemerintah Republik Indonesia sebagai salah satu investasi terbesar dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
DPR bersama Badan Gizi Nasional (BGN) berkomitmen untuk terus memperluas program MBG ke semua daerah di Indonesia.
Hal ini sejalan dengan arahan presiden Prabowo Subianto pada Rapat Terbatas di Istana Merdeka, 17 Januari 2025 yang menegaskan bahwa MBG merupakan program strategis untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing global.
Sosialisasi dengan mengangkat tema bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia ini bertempat di Vann in Sky, Makassar, pada Senin, 28 Juli 2025.
Program MBG merupakan langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan penguatan gizi.
Acara sosialisasi program MBG dihadiri oleh anggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi, Dosen UIN Alauddin Makassar Syamsul Qomar, Auditor Inspektorat Utama BGN Cholidin, Tenaga Ahli di Direktorat Promosi dan Edukasi Badan Gizi Nasional (BGN) Anyelir Puspa Kemala (Online).
Anggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi menyampaikan apresiasi terhadap program MBG yang tidak hanya meningkatkan gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Pekerja yang direkrut untuk dapur adalah warga sekitar, dan seluruh bahan baku dipasok dari daerah sekitar SPPG. Ini memberikan efek ekonomi berganda.
Mari kita bersama-sama membantu agar program ini berlanjut dan seluruh masyarakat merasakan manfaatnya. Program ini adalah langkah nyata menyongsong Generasi Emas 2045,” terang Ashabul Kahfi.
Kemudian, Auditor Inspektorat Badan Gizi Nasional Choliddin menyampaikan perkembangan pelaksanaan Sentra Penyediaan Pangan dan Gizi (SPPG) di Kota Makassar.
Ia juga menjelaskan bahwa seluruh dapur SPPG dijalankan dengan mengacu pada empat standar utama BGN yaitu kecukupan kalori, komposisi kandungan gizi seimbang, penerapan standar higienis, dan standar keamanan dalam proses penyelenggaraan MBG.
Senada, Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional Anyelir Puspa Kemala yang hadir melalui zoom memaparkan misi Program MBG yang tidak hanya memberikan makanan bergizi, tetapi juga meningkatkan literasi gizi keluarga dan anak serta membentuk budaya makan sehat sejak dini.
“Gaya makan terbentuk sejak dini. Anak yang terbiasa makan sehat akan tumbuh dengan otak yang berkembang pesat, lebih cerdas, dan mandiri memilih makanan.
Edukasi gizi harus dimulai dari rumah, dengan keterlibatan aktif orang tua dalam menyiapkan dan memberi teladan makan sehat,” jelas Anyelir.
Ia juga menambahkan bahwa program MBG memiliki potensi dampak ekonomi positif, karena melibatkan petani dan UMKM pangan lokal sebagai pemasok bahan makanan segar dan sehat, sehingga dapat menumbuhkan ekonomi daerah.
Sementara itu, Dosen UIN Alauddin Makassar Syamsul Qamar menilai program MBG sebagai terobosan baru yang mulia dan visioner.
“Ini bukan sekadar memberi makan, tetapi memberi harapan. Harapan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan tumbuh sehat dan cerdas. Saya berharap program ini terus berlanjut dan semakin banyak dapur atau SPPG berdiri di Makassar, sehingga para penerima manfaat dapat terjangkau secara maksimal,” jelasnya.
Dengan sinergi pemerintah, akademisi, masyarakat, dan pelaku usaha lokal, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan menjadi pondasi kuat dalam mencetak generasi emas Indonesia 2045.
Pemerintah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung keberlanjutan program ini melalui partisipasi aktif, mulai dari penyediaan bahan pangan lokal hingga pengawasan pelaksanaan di lapangan. (*)
NEWS
Menag Nasaruddin Umar Optimistis Pesantren Jadi Lembaga Pendidikan Paling Diminati di Era AI
Kitasulsel–JAKARTA — Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, optimistis pesantren akan menjadi lembaga pendidikan masa depan yang paling diminati masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Optimisme tersebut disampaikan Menag saat memberikan sambutan sekaligus membuka Halaqah Nasional V Pimpinan Pondok Pesantren se-Indonesia yang digelar di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Dalam forum yang dihadiri para pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah di Indonesia itu, Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pesantren memiliki kekuatan utama yang tidak akan pernah bisa digantikan oleh teknologi secanggih apa pun, termasuk AI.
Menurutnya, di tengah laju disrupsi teknologi yang semakin masif, lembaga pendidikan berbasis sekuler justru berpotensi kehilangan dimensi kemanusiaannya karena terlalu bergantung pada modernisasi digital.
Sebaliknya, pesantren dinilai tetap memiliki ruang spiritual, keteladanan, dan pembentukan karakter yang menjadi kekuatan utama pendidikan berbasis keislaman.
“Kita tetap harus optimis, pesantren itu akan menjadi sekolah masa depan yang paling diminati oleh orang, apalagi Artificial Intelligence (AI) sekarang ini semakin canggih,” ujar Nasaruddin Umar.
Ia menjelaskan bahwa kecerdasan buatan memang memiliki kemampuan luar biasa dalam mentransfer ilmu pengetahuan atau transfer of knowledge secara cepat dan efisien.
Namun demikian, menurut Menag, AI tidak akan pernah mampu menggantikan peran manusia dalam mentransfer nilai-nilai kehidupan, akhlak, serta spiritualitas kepada generasi muda.
“AI itu bisa melakukan transfer of knowledge, tetapi AI tidak akan pernah bisa melakukan transfer of value. Ruang kosong spiritual, pembentukan akhlak, keteladanan, dan penguatan karakter inilah yang menjadi distingsi mutlak mutiara pesantren di bawah bimbingan para kiai,” jelasnya.
Pernyataan tersebut disambut antusias para peserta halaqah yang menilai pesantren memang memiliki karakter pendidikan yang khas dan berbeda dibandingkan lembaga pendidikan lainnya.
Menurut Nasaruddin, pesantren selama ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar ilmu agama, tetapi juga menjadi pusat pembentukan moral, kedisiplinan, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Ia menilai hubungan emosional antara santri dan kiai merupakan salah satu kekuatan utama pesantren yang tidak dapat direplikasi oleh sistem digital maupun teknologi modern.
Dalam kesempatan itu, Menag juga menyampaikan kritik reflektif terhadap epistemologi sains modern Barat yang dinilai terlalu menempatkan alam sebagai objek yang harus ditaklukkan secara mekanis.
Menurutnya, pendekatan seperti itu berbeda dengan tradisi pesantren yang mengajarkan manusia untuk hidup berdampingan dan bersahabat dengan alam.
Karena itu, ia meminta para santri dan pengasuh pesantren agar tidak merasa minder dengan kearifan lokal dan tradisi intelektual yang selama ini berkembang di lingkungan pesantren.
“Tradisi pesantren mengajarkan manusia untuk bersahabat dengan alam, sehingga alam secara sukarela membuka rahasianya kepada mereka yang bersih hatinya,” tuturnya.
Nasaruddin juga mengingatkan agar pesantren tidak kehilangan identitasnya hanya karena ingin mengikuti pola pendidikan umum yang terlalu berorientasi pada aspek teknis dan material semata.
Menurutnya, kekuatan pesantren justru terletak pada keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan spiritual.
“Jangan sampai kita terjebak menyamakan institusi kita dengan sekolah umum yang gersang akan spiritualitas. Kekuatan kita ada pada keseimbangan intelektual dan batin,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Menag berharap Halaqah Nasional V Pimpinan Pondok Pesantren se-Indonesia mampu melahirkan rekomendasi strategis dan peta jalan pengembangan pesantren di masa depan.
Ia menilai pesantren memiliki posisi yang sangat penting sebagai benteng moral bangsa di tengah tantangan perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang begitu cepat.
Karena itu, penguatan kualitas pendidikan pesantren dinilai menjadi kebutuhan penting agar lembaga tersebut tetap relevan dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasar yang dimilikinya.
Dalam beberapa tahun terakhir, pesantren memang terus mengalami perkembangan signifikan, baik dari sisi jumlah lembaga, kurikulum pendidikan, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran.
Namun demikian, Menag menegaskan bahwa modernisasi pesantren harus tetap berpijak pada nilai utama pendidikan Islam, yakni pembentukan akhlak dan karakter manusia.
Forum Halaqah Nasional V tersebut juga menjadi ruang diskusi bagi para pimpinan pesantren untuk membahas berbagai tantangan pendidikan Islam ke depan, termasuk transformasi digital, penguatan ekonomi pesantren, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia santri.
Dengan perkembangan AI yang semakin pesat, Nasaruddin Umar meyakini pesantren justru akan semakin dibutuhkan masyarakat karena mampu menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan otak, tetapi juga membentuk hati dan karakter generasi bangsa.
-
Nasional11 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










Warning: Undefined variable $user_ID in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49
You must be logged in to post a comment Login