Connect with us

Kabupaten Sidrap

Bupati Syaharuddin Alrif Duduk Bersama Gapoktan Talumae Bahas Musim Tanam Okmar

Published

on

Kitasulsel–SIDRAP Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai Musyawarah Tudang Sipulung yang digelar Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Talumae, Kelurahan Lautang Benteng, Kecamatan Maritengngae, Selasa (7/10/2025).

Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, hadir langsung dan duduk bersama petani, penyuluh, serta unsur pemerintah dan TNI-Polri membahas persiapan musim tanam Oktober–Maret (Okmar) 2025/2026.

Dalam kegiatan yang juga dirangkaikan dengan pengelolaan tanam itu, Bupati Syaharuddin didampingi Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Andi Safari Renata, Camat Maritengngae, Andi Surya Praja Hadiningrata, serta pejabat terkait.

Bupati Syaharuddin mengapresiasi semangat para petani dan menekankan pentingnya kerja sama lintas unsur dalam meningkatkan hasil pertanian.

“Kita harus kompak, untuk itu mari bergotong royong, masepe (membersihkan saluran irigasi), mabalao (pemberantasan hama tikus), dan sebagainya. Jika ini terlaksana, Insya Allah hasil panen di Lautang Benteng akan meningkat,” ujarnya.

BACA JUGA  Sawah Petani Terendam, Bupati Sidrap Turun Langsung Cek Lokasi

Ia menargetkan produksi padi di wilayah tersebut dapat naik hingga 10 ton per hektare. “Kami sudah menyiapkan racun hama, pupuk sudah lancar, dan harga gabah stabil,” jelasnya.

Syaharuddin menambahkan, setiap memasuki masa tanam perlu dilakukan musyawarah sebagai wadah menyatukan pandangan antara pemerintah, penyuluh, dan petani dalam menentukan langkah terbaik di lapangan.

“Kalau sudah panen, jadwalkan lagi kegiatan seperti ini. Ingatkan saya, setiap mau turun sawah harus rapat dulu,” pesannya.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan penyerahan pestisida kepada kelompok tani dan dilanjutkan dengan diskusi bersama. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Kabupaten Sidrap

Belum Lama Dikerja, Duiker Dekat Monumen Ganggawa Sudah Rusak

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Bangunan duiker yang berada di dekat Monumen Ganggawa atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Pantai Kering (Pangker), Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidrap, mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

Padahal, duiker tersebut diketahui baru saja selesai dikerjakan. Kondisi plat duiker terlihat mengalami keretakan serta pengelupasan di beberapa bagian.

Hal ini dikeluhkan oleh sejumlah pengendara roda dua maupun roda empat yang setiap hari melintas di lokasi tersebut.

Selain mengganggu kenyamanan, kerusakan tersebut juga dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan jika tidak segera mendapat penanganan.

“Kami mempertanyakan kualitas proyek itu. Masak baru selesai dikerja sudah rusak. Ini proyek yang diduga dikerjakan oleh rekanan menggunakan anggaran Dinas PU Sidrap tahun 2025,” ujar salah seorang warga, Rabu, 4 Februari 2026.

BACA JUGA  Pemkab Sidrap-BKN Pererat Sinergi Pengelolaan Kepegawaian Daerah

Menurutnya, proyek infrastruktur seharusnya memiliki kualitas yang baik dan dapat bertahan lama, mengingat anggaran yang digunakan berasal dari uang rakyat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sidrap, Abdul Rasyid, belum memberikan tanggapan terkait kondisi duiker tersebut. Saat dikonfirmasi, ia hanya memberikan jawaban singkat.

“Ya, lagi rapat dulu, nanti saya suruh pak kabid bina marga kesana liatki untuk diperbaiki karena masih adaji pemeliharaannya,” katanya.

Warga berharap pihak terkait segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan serta memperbaiki kerusakan yang ada.

Mereka juga meminta agar kualitas pekerjaan proyek infrastruktur ke depan lebih diawasi secara ketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (*)

BACA JUGA  Ketua Dekranasda Sidrap Dorong UMKM Kerajinan Tembus Pasar Global pada Rakerda Dekranasda Sulsel 2025
Continue Reading

Trending