Connect with us

Luwu Timur

Dandim Cup Basketball 2025 Resmi Ditutup, YPS Sorowako dan SMA 1 Lutim Putri Rebut Gelar Juara

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) turut dirasakan di Kabupaten Luwu Timur melalui gelaran Dandim Cup Basketball 2025 antar pelajar se-Luwu Timur. Turnamen yang telah berlangsung sejak 8 November itu resmi ditutup Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, di GOR Malili, Jumat (14/11/2025).

Acara penutupan berlangsung meriah dengan dukungan penuh ratusan penonton yang memadati tribun. Perwira Penghubung Kodim 1403 Palopo, Mayor Arm Safaruddin, mewakili Dandim 1403 Palopo menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, serta pemerintah daerah yang dinilai berperan besar atas suksesnya turnamen.

“Turnamen ini menjadi momen penting bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik, menjunjung sportivitas, dan mempererat kebersamaan. Semoga ke depan semakin banyak kegiatan positif seperti ini,” ungkap Mayor Safaruddin.

BACA JUGA  Wabup Luwu Timur Hadiri Perayaan Natal Jemaat Kibaid Tarabbi, Ajak Perkuat Toleransi dan Keharmonisan

YPS Sorowako Kuasai Final Putra, SMA 1 Lutim Putri Persembahkan Kemenangan

Pertandingan final kategori putra menyuguhkan duel sengit antara SMA YPS Sorowako dan SMA Negeri 4 Luwu Timur. Meski berlangsung ketat di awal laga, YPS Sorowako berhasil mengambil alih permainan dan menutup pertandingan dengan kemenangan telak 78–32.

Di kategori putri, SMA Negeri 1 Luwu Timur tampil percaya diri dan menang dengan skor 77–33 atas SMA Negeri 7 Luwu Timur. Kedua final tersebut menjadi penutup manis dari rangkaian kompetisi yang sejak awal menyajikan persaingan ketat antar tim.

Bupati Lutim: Ajang Pembentukan Karakter Pelajar

Bupati Irwan Bachri Syam turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya turnamen yang menghadirkan banyak talenta muda berbakat di bidang olahraga basket.

BACA JUGA  Peringati Maulid Nabi di Baruga, Bupati Irwan Ingatkan Pentingnya Zakat

“Selain menjadi ajang kompetisi, Dandim Cup ini juga menjadi ruang pembentukan karakter, disiplin, dan mental juara bagi para pelajar. Semoga tahun depan bisa lebih besar dan lebih meriah lagi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi TNI dan pemerintah daerah dalam pembinaan generasi muda harus terus diperkuat, terutama melalui kegiatan positif yang mendorong semangat sportivitas.

Penyerahan Piala dan Antusiasme Penonton

Penutupan turnamen ditandai dengan penyerahan piala, medali, dan penghargaan bagi para juara. Sorak-sorai penonton memenuhi GOR Malili saat para pemain menerima penghargaan atas perjuangan mereka selama sepekan penuh.

Dandim Cup Basketball 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk memperkuat solidaritas pelajar sekaligus meramaikan peringatan HUT TNI ke-80 di Luwu Timur. Turnamen ini diharapkan menjadi agenda rutin yang dapat memotivasi pelajar untuk terus berprestasi di bidang olahraga.

BACA JUGA  Kisah Inspiratif Atikah Zalfa : Wakili Sulsel Pada Lomba Bertutur tingkat Nasional
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Luwu Timur

Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.

Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.

BACA JUGA  Penyaluran Kartu Lutim Lansia Resmi Tuntas: Kecamatan Burau Jadi Penutup, Suasana Haru Iringi Bantuan untuk 158 Warga Lanjut Usia

“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.

BACA JUGA  Pimpin Upacara HSP ke-97, Bupati Irwan Ajak Pemuda Bergerak dan Bersatu

Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.

Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.

“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.

BACA JUGA  Wabup Puspawati Apresiasi Pandangan Umum Fraksi DPRD terhadap Ranperda Perubahan APBD 2025

Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.

Continue Reading

Trending