Connect with us

Pemkot Makassar

Wali Kota Makassar Bahas Optimalisasi Pengelolaan Tiga Terminal Kota

Published

on

Kitasulsel–Makassar Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama jajaran Perumda Terminal Makassar Metro membahas langkah strategis optimalisasi pengelolaan tiga terminal utama Kota Makassar. Pembahasan tersebut berlangsung di Balaikota Makassar, Sabtu (22/01/2026).

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar untuk menghidupkan kembali fungsi terminal kota melalui penguatan layanan transportasi, penataan kawasan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar terminal.

Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, menjelaskan sejumlah langkah teknis yang akan diterapkan pada tiga terminal utama, yakni Terminal Regional Daya, Terminal Malengkeri, dan Terminal Toddopuli.

Untuk Terminal Regional Daya, Elber menyampaikan bahwa pihaknya mulai melakukan pengaktifan kembali armada perusahaan otobus (PO) secara bertahap. Saat ini, fokus awal dilakukan pada layanan kedatangan, sebelum nantinya diperluas hingga layanan keberangkatan. Selain itu, kawasan terminal juga akan ditata untuk mendukung aktivitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar lebih produktif dan tertata.

BACA JUGA  153 Pos Bantuan Hukum Siap Hadir di Seluruh Kelurahan Makassar

“Bagaimana PO itu kita masukkan kembali. Sekarang ini kita lakukan untuk kedatangan, insyaallah ke depan keberangkatannya. Dan bagaimana terminal itu bisa kita aktifkan kembali terutama UMKM-nya,” jelas Elber.

Sementara itu, di Terminal Malengkeri, terdapat tiga program utama yang sedang dan akan dijalankan. Pertama, penataan Pasar Bongkar Muat yang saat ini tengah dibenahi dari sisi infrastruktur melalui pemasangan paving block guna mengatasi genangan air.

Kedua, pembangunan Koperasi Merah Putih yang ditargetkan rampung pada Februari 2026 dan diharapkan mampu menggerakkan perekonomian di dalam kawasan terminal.

Ketiga, rencana menghadirkan moda transportasi tambahan dengan pembangunan pool angkutan, guna meningkatkan mobilitas serta keramaian kawasan Terminal Malengkeri.

BACA JUGA  Pj Sekda Makassar Buka Workshop Penyusunan Renstra Perangkat Daerah Pemkot Makassar

Adapun untuk Terminal Toddopuli, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin secara khusus mengarahkan agar dilakukan penataan kawasan secara menyeluruh guna menghilangkan kesan kumuh. Salah satu rencana yang tengah dikaji adalah pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH), sehingga terminal tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga sebagai ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.

Munafri menekankan pentingnya pengelolaan terminal yang tertib, terintegrasi, dan berorientasi pada manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta citra Kota Makassar.

Ia juga meminta agar seluruh rencana pengelolaan terminal disusun secara terukur, disertai proyeksi perencanaan yang matang, serta dilaksanakan melalui koordinasi lintas perangkat daerah.

“Semua proses kita lakukan dengan dasar hukum yang kuat dan melalui koordinasi lintas perangkat daerah,” ujar Munafri.

BACA JUGA  Camat Panakkukangn Komitmen Kembangkan Logwis dan KWT di Makassar

Melalui langkah-langkah strategis ini, Munafri berharap seluruh terminal di Kota Makassar dapat berfungsi lebih optimal, mendukung sistem transportasi perkotaan, serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan perekonomian dan kualitas lingkungan kota.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Pemkot Makassar

Wali Kota Makassar Dukung Program KPU, Fokus Pemutakhiran Data Pemilih dan Pendidikan Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Published

on

Kitasulsel–Makassar Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kota Makassar terhadap program strategis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar, khususnya pemutakhiran data pemilih berkelanjutan serta penguatan pendidikan demokrasi bagi masyarakat menuju Pemilu 2029.

Dukungan tersebut disampaikan Munafri saat menerima audiensi jajaran KPU Kota Makassar yang membahas rencana pelaksanaan serta permintaan dukungan pemerintah daerah terhadap sejumlah program strategis KPU, Kamis (22/01/2026).

Dalam audiensi tersebut, jajaran KPU Kota Makassar yang dipimpin Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, Hambaliie, menjelaskan bahwa saat ini KPU tengah melaksanakan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. Untuk itu, KPU meminta sinergi Pemerintah Kota Makassar, khususnya melalui instruksi kepada camat dan lurah agar turut mendukung pelaksanaan program di wilayah masing-masing.

Selain pemutakhiran data pemilih, Hambaliie juga memaparkan program KPU Mengajar melalui pendidikan pemilih. Selama ini, program tersebut masih menyasar tingkat SMA yang berada dalam kewenangan KPU Provinsi. Namun ke depan, KPU mendorong perluasan sasaran, terutama bagi generasi pemilih Pemilu 2029 yang saat ini masih berada di bangku SMP dan berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Makassar.

BACA JUGA  Minta PDAM Makassar Berbenah, Wali Kota Munafri: Profesional Jadi Harga Mati

“Di sisi lain, kami juga memiliki segmentasi pemilih lain seperti masyarakat di tingkat kelurahan. Karena itu, kami ingin turun langsung untuk mendorong masyarakat agar semakin melek demokrasi,” jelas Hambaliie.

Ia juga mengapresiasi meningkatnya antusiasme masyarakat dalam pemilihan RT dan RW yang baru-baru ini digelar atas inisiatif Wali Kota Makassar. Menurutnya, hal tersebut menjadi indikator positif tumbuhnya kesadaran berdemokrasi di tingkat akar rumput.

Kondisi ini dinilai perlu terus diperkuat melalui kolaborasi antara KPU dan Pemerintah Kota Makassar agar akses KPU ke masyarakat semakin mudah dan partisipasi publik dapat terus meningkat.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menekankan pentingnya menyusun konsep besar secara bersama sebelum program dijalankan secara teknis. Ia mengusulkan digelarnya pertemuan koordinasi lintas sektor untuk menyamakan persepsi dan memastikan dukungan seluruh pemangku kepentingan.

BACA JUGA  Wali Kota Makassar Sambut Kedatangan KSAL Muhammad Ali di Pangkalan TNI AU Sultan Hasanuddin

“Supaya ini berjalan efektif, kita ketemu dulu untuk menyepakati konsep besarnya. Kita buat pertemuan sebelum puasa, libatkan semua pihak, sehingga arah dan dukungannya jelas,” ujar Munafri.

Munafri menyatakan akan menginstruksikan jajaran terkait, termasuk camat dan lurah, serta memastikan sinergi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dalam mendukung pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.

Ia juga menegaskan perlunya koordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mendukung program pendidikan pemilih di tingkat SMP, serta melibatkan Kesbangpol, partai politik, tokoh masyarakat, dan OPD terkait dalam satu forum koordinasi terpadu.

“Saya ingin satu kali rapat besar. Ada KPU, partai politik, Capil, camat, lurah, dan dinas-dinas terkait. Kita rakor bersama, setelah itu baru diturunkan secara teknis ke masing-masing sektor,” tegasnya.

BACA JUGA  Pj Sekda Makassar Buka Workshop Penyusunan Renstra Perangkat Daerah Pemkot Makassar

Munafri menilai sinergi tersebut menjadi kunci dalam memperkuat kualitas demokrasi di Kota Makassar secara berkelanjutan.

“Ini bagian dari pendewasaan demokrasi. Kalau semua disiapkan sejak sekarang, maka kualitas partisipasi masyarakat ke depan akan jauh lebih baik,” tutupnya.

Ia berharap audiensi ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara KPU dan Pemerintah Kota Makassar dalam mewujudkan penyelenggaraan demokrasi yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan di Kota Makassar.

Continue Reading

Trending