NEWS
NasDem Takalar Solid! Syaharuddin Alrif Pimpin Konsolidasi dan Buka Puasa Bersama Kader
KITASULSEL—TAKALAR — Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai kegiatan buka puasa bersama sekaligus konsolidasi kader Partai NasDem di Kabupaten Takalar. Momentum Ramadan tersebut menjadi ajang mempererat solidaritas sekaligus memperkuat barisan politik Partai NasDem di wilayah Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan, H. Syaharuddin Alrif, itu berlangsung di BTN Barombong Indah, Kelurahan Kalabbirang, Kabupaten Takalar, Minggu (15/3/2026). Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus, kader, serta simpatisan NasDem dari Dapil Sulsel 1.
Dalam sambutannya, Syaharuddin Alrif menegaskan bahwa kehadirannya di Takalar kali ini bukan dalam kapasitasnya sebagai Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), melainkan sebagai Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan yang ingin memastikan kekuatan organisasi tetap solid hingga ke tingkat akar rumput.
Menurutnya, Takalar memiliki sejarah panjang dalam perjalanan politik NasDem di Sulawesi Selatan. Ia bahkan mengenang bahwa kunjungannya ke Takalar bukanlah yang pertama.
“Bagi saya, Takalar bukan tempat yang asing. Saya sudah pernah hadir di sini pada tahun 2015 lalu, saat itu saya masih menjabat sebagai Sekretaris DPW NasDem Sulawesi Selatan,” ungkapnya di hadapan para kader.
Pada masa itu, kata Syaharuddin, NasDem Takalar tengah berjuang mengantarkan salah satu kader terbaiknya untuk maju dalam kontestasi politik sebagai calon Wakil Bupati Takalar. Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil.
“Waktu itu kita datang membantu kader kita berjuang, dan alhamdulillah perjuangan tersebut berbuah kemenangan. Itu menjadi bukti bahwa kerja kolektif dan solidaritas kader NasDem selalu mampu melahirkan kemenangan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa perjuangan tidak berhenti di sana. Bersama jajaran pengurus DPC, kader, serta anggota DPRD dari Partai NasDem, pihaknya terus bekerja untuk memperkuat basis politik partai di Takalar.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada Pemilu 2024, di mana Partai NasDem berhasil meraih pencapaian besar dengan menduduki kursi Ketua DPRD Kabupaten Takalar.
“Ini adalah kemenangan bersama. Kemenangan seluruh kader NasDem di Takalar yang tidak pernah berhenti bekerja dan berjuang,” katanya.
Syaharuddin Alrif menekankan bahwa kemenangan politik bukanlah tujuan akhir. Menurutnya, keberhasilan NasDem harus menjadi pintu masuk untuk menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Kemenangan ini harus kita maknai sebagai amanah. Tugas kita sekarang adalah memastikan bahwa kehadiran NasDem benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Takalar,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh kader untuk terus menjaga kekompakan dan memperkuat konsolidasi partai agar NasDem tetap menjadi kekuatan politik yang besar di Sulawesi Selatan.
“Saya yakin dengan semangat kebersamaan ini, kader NasDem di Takalar akan semakin kuat ke depan dan terus bekerja untuk kepentingan rakyat,” tutup Syaharuddin Alrif.
Kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan buka puasa bersama, yang berlangsung hangat dan penuh keakraban, menandai kuatnya solidaritas kader NasDem dalam menyongsong agenda politik dan pembangunan daerah di masa mendatang.
NEWS
Harga Sawit Nasional Menguat, Petani Luwu Timur Soroti Tertahannya Harga TBS di Sulsel
Kitasulsel—Luwu Timur,– Di tengah tren kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah daerah sentra perkebunan Indonesia, petani sawit di Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Luwu Timur, mengaku belum merasakan dampak positif kenaikan harga tersebut. Kondisi ini memicu desakan agar pemerintah segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Harga Sawit guna memastikan tata niaga sawit berjalan secara adil dan transparan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai wilayah penghasil sawit, harga TBS di Sulawesi Barat dilaporkan mengalami kenaikan sekitar Rp60 per kilogram. Sementara itu, di Kalimantan Timur, harga TBS tercatat meningkat sekitar Rp40 per kilogram. Kenaikan tersebut dinilai sejalan dengan perkembangan harga minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya di pasar internasional.
Namun, kondisi berbeda justru terjadi di Sulawesi Selatan. Hingga Sabtu (13/6/2026), harga TBS di sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi di Kabupaten Luwu Timur dilaporkan masih berada pada posisi yang sama dan belum mengalami penyesuaian sebagaimana yang terjadi di daerah lain.
Seorang warga Sulawesi Selatan yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mempertanyakan tidak adanya kenaikan harga TBS di wilayah tersebut. Menurutnya, apabila harga CPO global menjadi salah satu acuan utama dalam penetapan harga TBS, maka petani sawit di Sulawesi Selatan seharusnya juga memperoleh manfaat dari tren kenaikan harga yang sedang terjadi.
“Kami heran mengapa hanya Sulawesi Selatan yang tidak mengalami kenaikan harga, sementara daerah lain sudah menyesuaikan harga TBS mereka. Jika harga CPO dunia naik, maka petani di Sulawesi Selatan juga berhak menikmati kenaikan yang sama,” ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan petani mengenai mekanisme penetapan harga yang diterapkan oleh pabrik kelapa sawit di Sulawesi Selatan. Karena itu, pemerintah dinilai perlu melakukan pengawasan dan evaluasi secara menyeluruh terhadap tata niaga sawit agar harga yang diterima petani dapat berjalan sesuai prinsip keadilan dan transparansi.
Lebih lanjut, ia mendesak pemerintah untuk segera membentuk Satgas Harga Sawit yang melibatkan unsur pemerintah, perwakilan petani, koperasi, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya.
“Kami mendesak pemerintah untuk sesegera mungkin, dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, membentuk Satgas Harga Sawit yang melibatkan pemerintah, perwakilan petani, koperasi, dan unsur terkait lainnya. Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada pihak yang dirugikan dalam rantai tata niaga sawit,” katanya.
Menurutnya, di kalangan petani juga mulai berkembang dugaan adanya praktik-praktik yang menyebabkan harga TBS di Sulawesi Selatan tidak bergerak mengikuti tren kenaikan yang terjadi di daerah lain. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan yang lebih ketat dan investigasi yang objektif oleh pihak berwenang untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam proses penetapan harga.
“Sudah muncul dugaan adanya praktik-praktik permainan harga yang sangat merugikan petani. Karena itu pemerintah harus hadir untuk memastikan harga sawit ditetapkan secara transparan dan sesuai kondisi pasar yang sebenarnya,” tegasnya.
Para petani berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, serta instansi terkait dapat segera mengambil langkah konkret untuk melindungi kepentingan petani sawit. Mereka juga mendorong terciptanya sistem penetapan harga TBS yang lebih adil, transparan, akuntabel, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat perkebunan.
Kondisi stagnannya harga TBS di Sulawesi Selatan di tengah kenaikan harga sawit di berbagai daerah dinilai perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Selain menyangkut pendapatan petani, persoalan tersebut juga berkaitan dengan keberlanjutan sektor perkebunan sawit yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat di Kabupaten Luwu Timur dan wilayah sekitarnya.
-
Nasional12 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login