Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Bupati Luwu Timur Salurkan Seragam Gratis untuk 16.253 Siswa, Sasar PAUD hingga SMP

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyerahkan bantuan seragam sekolah kepada 16.253 siswa mulai dari jenjang PAUD hingga SMP, termasuk sekolah swasta. Penyerahan dilakukan di halaman Kantor Bupati Luwu Timur saat apel pagi pertama pasca-libur sekolah dan kerja, Senin (30/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Irwan didampingi Ketua DPRD Luwu Timur, Ober Datte, Wakil Ketua I DPRD Jihadin Peruge, Sekretaris Daerah Ramadhan Pirade, serta unsur Forkopimda lainnya.

Bantuan yang disalurkan meliputi pakaian seragam, dasi, topi, tas, kaos kaki hingga sepatu. Program ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan, sekaligus mencegah siswa absen akibat keterbatasan perlengkapan sekolah.

“Penyaluran bantuan untuk anak-anak kita hari ini kami pastikan menjangkau seluruh sekolah di Kabupaten Luwu Timur, termasuk swasta, dan ditargetkan rampung pada Rabu mendatang,” tegas Irwan.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam Bersama Forkopimda Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026

Ia juga menginstruksikan agar program tersebut dikawal secara ketat oleh seluruh pihak terkait dan disosialisasikan secara masif melalui media sosial. Menurutnya, keterlambatan penyaluran sebelumnya disebabkan proses produksi sepatu dan tas yang dilakukan di luar daerah, sementara seragam dan topi diproduksi oleh pelaku UMKM lokal.

Sejumlah perwakilan sekolah turut menerima bantuan secara simbolis, di antaranya TK Negeri Pembina Malili, TK Makarti Mallaulu, SDN 238 Mallaulu, SDIT Insan Rabbani, SMP Negeri 1 Malili, SMP Negeri 2 Malili, SMPIT Wahdah Islamiyah Malili, serta MTsS Al Hidayah Malili.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur, Darmawan, merinci total bantuan mencapai 16.253 pasang, terdiri atas 5.315 untuk PAUD, 5.739 untuk SD, dan 5.199 untuk SMP.

BACA JUGA  Senyum Pelajar Luwu Timur Mengembang, Terima Seragam Gratis dari Pemda

“Seluruh 11 kecamatan di Luwu Timur ditargetkan menerima bantuan ini paling lambat Selasa (31/3),” ujarnya.

Program ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kepala TK Negeri Pembina Malili, Harjuliani, menyampaikan bahwa bantuan tersebut menghilangkan alasan siswa untuk tidak masuk sekolah.

“Kami bersyukur siswa kini dapat bersekolah tanpa kekurangan seragam,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Kepala SMP Negeri 1 Malili, Agustati. Ia menilai program ini sangat membantu siswa, khususnya dari keluarga kurang mampu.

“Mereka kini bisa merasakan perlengkapan sekolah baru secara lengkap, mulai dari sepatu hingga topi. Ini tentu sangat meringankan beban orang tua,” tuturnya.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap dapat meningkatkan partisipasi dan semangat belajar siswa, sekaligus memperkuat pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah.

BACA JUGA  Mediasi di Mangkutana Selesaikan Isu Lahan Lapangan Desa, Warga Sepakat Jaga Aset Bersama
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

49 Tahun Transmigrasi, Pemkab Luwu Timur Apresiasi Kontribusi Desa Sumber Makmur bagi Pembangunan Daerah

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur memberikan apresiasi atas perjalanan 49 tahun program transmigrasi di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Kalaena, yang dinilai telah memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan daerah, khususnya dalam mendorong pertumbuhan sosial, ekonomi, serta memperkuat kerukunan masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum Setda Luwu Timur, Askar, saat mewakili Bupati Luwu Timur menghadiri peringatan Hari Kedatangan Transmigrasi ke-49 yang dirangkaikan dengan Hari Jadi Desa Sumber Makmur ke-15 di pelataran Kantor Desa Sumber Makmur, Selasa (30/6/2026).

Dalam sambutannya, Askar menegaskan bahwa program transmigrasi telah menjadi salah satu tonggak penting dalam pembangunan wilayah di Kabupaten Luwu Timur.

Menurutnya, keberhasilan para transmigran tidak hanya terlihat dari terbukanya kawasan permukiman baru, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan berkembangnya aktivitas ekonomi di desa tersebut.

“Program transmigrasi tidak hanya berhasil membuka wilayah permukiman baru, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat,” ujar Askar.

BACA JUGA  Pemkab Lutim Gelar Seleksi Penerimaan Calon Paskibraka Tahun 2025

Ia juga memberikan apresiasi terhadap kehidupan masyarakat Desa Sumber Makmur yang mampu menjaga keharmonisan meski dihuni oleh warga dari berbagai latar belakang budaya dan daerah asal.

Menurutnya, keberagaman yang terpelihara menjadi modal penting dalam membangun desa yang semakin maju dan sejahtera.

“Saya bangga melihat keberagaman di Desa Sumber Makmur dapat hidup berdampingan secara harmonis di tengah perbedaan. Inilah kekuatan yang harus terus dijaga untuk membawa desa ini menuju masa depan yang lebih baik, lebih maju, dan semakin sejahtera,” tambahnya.

Mengenang Perjuangan Para Perintis

Sementara itu, Kepala Desa Sumber Makmur, Turatno, mengatakan peringatan Hari Kedatangan Transmigrasi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk penghormatan kepada para perintis yang telah membuka dan membangun desa sejak awal program transmigrasi.

BACA JUGA  Wabup Lutim Serahkan Akta Kematian Almarhum H. Janong Bin Badang di Rumah Duka

Ia berharap semangat perjuangan para pendahulu dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus melanjutkan pembangunan desa dengan tetap menjaga persatuan serta melestarikan nilai-nilai budaya.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Bertumbuh dari Perjuangan, Berbuah untuk Generasi Berbudaya dan Mandiri.”

Suasana perayaan berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni dan budaya yang dibawakan oleh para pelajar serta muda-mudi Desa Sumber Makmur, menampilkan keberagaman budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

Berawal dari 500 Kepala Keluarga Transmigran

Desa Sumber Makmur memiliki sejarah panjang yang bermula pada tahun 1977 melalui program transmigrasi pemerintah.

Kala itu, sebanyak 500 kepala keluarga dari Jawa Timur, Bali, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) ditempatkan di kawasan tersebut untuk membuka lahan dan membangun permukiman baru.

Melalui kerja keras, semangat gotong royong, dan kebersamaan, para transmigran berhasil mengembangkan kawasan tersebut hingga menjadi desa yang produktif dan terus berkembang.

BACA JUGA  Tangis Haru Warnai Kunjungan Bupati Luwu Timur di UMKM Al Ma’un Corner Sorowako

Sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang desa, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng.

Momentum tersebut juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada para perintis Desa Sumber Makmur sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan jasa mereka dalam membangun desa sejak masa awal transmigrasi.

Kegiatan ini turut dihadiri Camat Kalaena, Kapolsek Kalaena, para kepala desa se-Kecamatan Kalaena, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta masyarakat setempat.

Peringatan Hari Kedatangan Transmigrasi ke-49 dan Hari Jadi Desa Sumber Makmur ke-15 menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pendahulu sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Desa Sumber Makmur yang berbudaya, mandiri, dan terus memberikan kontribusi bagi kemajuan Kabupaten Luwu Timur.

Continue Reading

Trending