NEWS
Ratusan Jamaah Haji Khusus Annur Ikuti Manasik di Sidrap, Pelayanan Premium Jadi Andalan
KITASULSEL—SIDRAP — Ratusan jamaah haji khusus PT Annur Maarif mengikuti kegiatan manasik haji yang digelar di Aula Kantor Pusat PT Annur Maarif, Jalan Ganggawa, Kabupaten Sidrap, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pembekalan akhir sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci.
Manasik diikuti seluruh jamaah haji khusus PT Annur Maarif, lengkap dengan ketua rombongan dan para pembimbing ibadah. Suasana khidmat dan penuh antusiasme tampak mewarnai jalannya kegiatan, mengingat manasik merupakan tahapan krusial untuk memastikan jamaah memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji secara benar dan tertib.
Materi utama disampaikan langsung oleh Co-Founder PT Annur Maarif, Dr. H. Bunyamin M. Yapid, Lc., M.H., didampingi oleh Ustaz H. Rahmat Saleh dan Ustaz H.Hamka Adama
Dalam sambutannya, Dr. Bunyamin menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jamaah yang kembali mempercayakan PT Annur Maarif sebagai mitra perjalanan spiritual menuju Baitullah.
“Terima kasih kepada seluruh orang-orang pilihan, orang-orang khusus yang insyaallah telah Allah takdirkan berhaji tahun ini. Kami di Annur juga merasa istimewa karena diberi amanah oleh bapak dan ibu sekalian untuk mewujudkan impian mulia ini,” ujar Dr. Bunyamin di hadapan jamaah.
Ia menjelaskan, haji khusus memiliki sejumlah keunggulan dibanding haji reguler, mulai dari aspek pelayanan, akomodasi, fasilitas penginapan, hingga pola pendampingan ibadah yang lebih intensif. Meski demikian, inti pelaksanaan ibadah tetap sama, yakni seluruh jamaah berhimpun di Arafah pada puncak haji tanggal 9 Zulhijjah.
“Namanya haji khusus, maka pelayanan pun bersifat khusus. Alhamdulillah, jamaah Annur selalu merasakan kualitas layanan terbaik, mulai dari akomodasi, fasilitas hotel, hingga penempatan di Mina. Insyaallah berangkat tersenyum, pulang ke tanah air pun tersenyum,” tambahnya.
Dr. Bunyamin juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan kekompakan antarjamaah selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, solidaritas dalam satu rombongan menjadi kunci kelancaran ibadah, terutama saat menjalani fase-fase padat seperti di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Di hotel, di tenda Arafah, Muzdalifah, hingga Mina, keluarga terdekat kita adalah sesama rombongan. Karena itu saling menjaga, saling mengingatkan, dan saling mendoakan adalah hal yang sangat penting,” pesannya.
Ia memastikan seluruh urusan teknis dan administrasi akan ditangani penuh oleh tim PT Annur Maarif, sehingga jamaah dapat lebih fokus menjalankan ibadah tanpa terbebani persoalan non-ritual.
“Jamaah fokus ibadah saja. Soal administrasi, logistik, dan kebutuhan teknis lainnya, serahkan kepada tim Annur. Kami akan selalu hadir mendampingi jamaah setiap saat,” tegasnya.
Sementara itu, sesi lanjutan manasik diisi secara bergantian oleh para pembimbing ibadah. Ustaz Hamka Adama memberikan penjelasan rinci mengenai rukun, wajib, dan sunnah haji, termasuk tata cara ihram, thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga lontar jumrah di Mina.
Ustaz H. Rahmat Saleh menambahkan materi tentang kesiapan mental dan spiritual jamaah, termasuk pentingnya menjaga niat, kesabaran, serta adab selama berada di Tanah Suci. Sedangkan Ustaz Wahyu M. Yapid menekankan aspek teknis perjalanan, pembagian kloter, identitas rombongan, serta prosedur mobilisasi jamaah di titik-titik utama pelaksanaan haji.
Melalui manasik ini, PT Annur Maarif berharap seluruh jamaah memiliki pemahaman utuh tentang pelaksanaan ibadah haji, sehingga dapat menjalankan setiap rangkaian ibadah dengan tenang, tertib, dan khusyuk. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen PT Annur Maarif dalam menghadirkan layanan haji khusus yang profesional, aman, dan berorientasi pada kenyamanan jamaah.
Diketahui hari ini KBIHU Annur Maarif sebagai satu satunya penyelenggara bimbingan haji di kabupaten sidrap kembali melakukan kegiatan pembekalan kepada Ketua regu dan ketua rombongan haji reguler tingkat kabupaten sidrap.
NEWS
Polisi Bongkar Jaringan Penadah Motor Curian di Sulsel-Sulbar, 86 Kendaraan Diamankan
Kitasulsel–MAKASSAR – Tim Resmob bersama Subden Bantis Den Gegana Satbrimob Polda Sulawesi Selatan berhasil membongkar jaringan penadah sepeda motor hasil curian yang beroperasi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Barat.
Dalam pengungkapan tersebut, aparat kepolisian mengamankan sebanyak 86 unit sepeda motor yang diduga merupakan hasil tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Polisi juga menangkap sejumlah pelaku yang diduga terlibat dalam jaringan penjualan kendaraan hasil kejahatan tersebut.
Kasus ini terungkap setelah polisi melakukan pengembangan dari penangkapan dua pelaku curanmor berinisial JS alias DT (25) dan AD (30). Keduanya sebelumnya diamankan oleh tim gabungan Resmob Polsek Tamalate setelah diduga melakukan aksi pencurian di sejumlah lokasi di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa.
Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan fakta bahwa motor hasil curian tersebut dijual kepada pria berinisial MF (25) dengan harga berkisar Rp2 juta hingga Rp3,5 juta per unit.
Selanjutnya, kendaraan itu kembali dijual kepada dua penadah lainnya berinisial DN (47) dan AY (48) dengan harga antara Rp3,5 juta hingga Rp4,5 juta per unit.
Berdasarkan informasi tersebut, aparat kepolisian bergerak melakukan operasi penangkapan di lima lokasi berbeda pada 7 Mei 2026. Lokasi penangkapan masing-masing berada di Jalan Muh Tahir Makassar, Jalan Maccini Kidul Makassar, Perumahan Samitta Kabupaten Luwu Timur, Jalan Poros Majene-Mamuju Sulawesi Barat, serta Jalan Daeng Maccirinae, Mamuju Tengah.
Selain puluhan kendaraan bermotor, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti lain berupa laptop, telepon genggam, pakaian, helm, hingga jam tangan yang diduga berasal dari hasil kejahatan.
Proses penanganan kasus sempat diwarnai aksi pelarian salah satu tersangka, yakni MF. Ia diketahui melarikan diri dari Mapolsek Tamalate pada 10 Mei 2026 dengan cara melompat dari balkon lantai dua.
Setelah buron selama dua pekan, MF akhirnya berhasil ditangkap kembali pada Minggu dini hari, 25 Mei 2026 sekitar pukul 02.50 Wita di sebuah gubuk kawasan kebun sawit di Jalan Daeng Maccirinae, Tobadak, Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.
Kanit Resmob Polda Sulsel, AKP Wawan Suryadinata, mengatakan tersangka sempat mencoba kabur saat hendak diamankan petugas.
“Saat hendak diamankan, MF mencoba kabur. Petugas telah memberikan tiga kali tembakan peringatan ke udara, namun tidak diindahkan sehingga dilakukan tindakan tegas terukur,” ujar Wawan.
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi juga memperoleh informasi bahwa sekitar 150 unit motor hasil curian diduga telah dikirim ke wilayah Masamba, Kabupaten Luwu Utara, untuk kembali diperjualbelikan.
Saat ini, ketiga tersangka beserta seluruh barang bukti telah diserahkan ke Unit Reskrim Polsek Tamalate guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
-
Nasional11 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login