KEMENHAJ-UMRAH
Komisi VIII DPR Setujui Pencairan Awal Rp4 Triliun untuk Persiapan Haji 2027
Kitasulsel–JAKARTA – Komisi VIII DPR RI menyetujui pencairan dana awal sebesar Rp4 triliun untuk kebutuhan transfer uang muka penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027. Persetujuan tersebut diberikan dalam rapat kerja Komisi VIII DPR bersama Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Rapat dipimpin Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, yang membacakan hasil kesimpulan rapat setelah pembahasan bersama Kementerian Haji dan Umrah serta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Dalam kesimpulan rapat, Komisi VIII menyetujui kebutuhan transfer uang muka untuk pembayaran biaya tenda dan paket layanan dasar yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan ibadah haji 2027.
“Komisi VIII DPR RI menyetujui kebutuhan transfer uang muka terkait biaya tenda sebesar 858.743.189 Riyal Arab Saudi dan 64 halalah, ekuivalen dengan Rp4.007.471.080.797,” ujar Marwan.
Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah, Gus Irfan, mengajukan permohonan persetujuan pencairan dana tersebut agar Indonesia dapat memenuhi jadwal pembayaran yang telah ditetapkan Pemerintah Arab Saudi.
Menurutnya, dana itu diperlukan untuk melakukan pemesanan tenda serta paket layanan dasar bagi jemaah haji Indonesia pada musim haji 2027.
Ia menjelaskan bahwa tahapan persiapan penyelenggaraan haji 2027 telah dimulai sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Pada periode tersebut, Indonesia harus segera mengonfirmasi pemesanan tenda yang digunakan pada musim haji sebelumnya agar lokasi dan fasilitas yang sama tetap dapat digunakan.
Gus Irfan merinci kebutuhan anggaran yang diajukan mencapai sekitar Rp4 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp808,3 miliar dialokasikan untuk pembayaran biaya tenda, sementara sekitar Rp3,19 triliun diperuntukkan bagi paket layanan dasar dan pengurusan visa jemaah.
Persetujuan Komisi VIII DPR ini menjadi langkah awal dalam memastikan seluruh proses persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027 dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan Pemerintah Arab Saudi.
Dengan pencairan dana lebih awal, pemerintah berharap proses pengadaan layanan utama, termasuk tenda, akomodasi, dan layanan dasar lainnya, dapat dilakukan tepat waktu sehingga kualitas pelayanan bagi jemaah haji Indonesia pada musim haji 2027 semakin optimal.
KEMENHAJ-UMRAH
Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah, 10 Orang Luka, Satu Dirawat Intensif
Kitasulsel—Madinah— Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan bahwa telah terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua bus jemaah haji Indonesia di kawasan Jabal Magnet, Madinah, pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 10.30 waktu Arab Saudi.
Dua bus tersebut mengangkut jemaah dari kelompok terbang SUB-02 Embarkasi Surabaya dan JKS-01 Embarkasi Jakarta-Bekasi yang tengah melaksanakan kegiatan ziarah.
Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah, Moh. Hasan Afandi, menjelaskan bahwa insiden terjadi ketika bus rombongan SUB-02 menabrak bagian samping bus JKS-01.
Berdasarkan laporan sementara, sebanyak 10 jemaah mengalami luka-luka, terdiri dari tujuh jemaah asal Jakarta-Bekasi, dua jemaah asal Surabaya, serta satu orang pengurus kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dari fasilitas kesehatan setempat.
“Saat ini satu jemaah atas nama Sri Sugi Hartini, 60 tahun, masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Al Hayyat Madinah,” ujar Hasan.
Pemerintah memastikan bahwa seluruh jemaah yang terdampak mendapatkan pendampingan penuh dari petugas haji Indonesia, baik dalam aspek layanan kesehatan maupun dukungan logistik.
Kementerian juga menegaskan bahwa kegiatan ziarah di Madinah merupakan bagian dari layanan yang difasilitasi secara resmi dan dilaksanakan dalam pengawasan petugas, termasuk kunjungan ke sejumlah lokasi seperti Masjid Quba, Masjid Qiblatain, dan Jabal Uhud.
Sehubungan dengan peristiwa ini, Kementerian mengimbau seluruh jemaah untuk tetap mematuhi arahan petugas, menghindari aktivitas di luar kepentingan ibadah, serta menjaga kondisi fisik agar tidak mengalami kelelahan berlebihan.
Pemerintah akan terus memantau perkembangan kondisi jemaah serta memastikan seluruh kebutuhan medis dan layanan pendukung lainnya terpenuhi secara optimal.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login