Business
IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.112, Rupiah Stabil di Rp18.036 per Dolar AS
Kitasulsel–JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pada Jumat (17/7/2026) dengan bergerak di zona hijau. Penguatan tipis ini terjadi di tengah pergerakan bursa saham Asia yang cenderung bervariasi.
Berdasarkan data Stockbit pada pukul 09.00 WIB, IHSG berada di level 6.112,84, naik 0,08 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi 6.108,21.
Pada awal perdagangan, aktivitas pasar tercatat cukup aktif. Volume transaksi mencapai 685,41 juta lembar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp382,9 miliar. Sementara frekuensi perdagangan telah menyentuh 74,63 ribu kali transaksi.
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau stabil. Rupiah dibuka di level Rp18.036 per dolar AS, sama seperti posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, pergerakan bursa saham di kawasan Asia menunjukkan arah yang beragam. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,74 persen ke level 66.339,85, sedangkan Hang Seng Hong Kong berhasil menguat tipis 0,06 persen ke posisi 25.022,54.
Di China, SSE Composite terkoreksi cukup dalam sebesar 1,38 persen ke level 3.912,38. Adapun Straits Times Index Singapura juga bergerak melemah 0,33 persen ke level 5.521,27.
Pelaku pasar masih mencermati berbagai sentimen global, termasuk arah kebijakan suku bunga, perkembangan ekonomi dunia, serta dinamika pasar keuangan internasional yang diperkirakan akan memengaruhi pergerakan IHSG dan nilai tukar rupiah sepanjang sesi perdagangan hari ini.
Business
IHSG Dibuka Melemah ke Zona Merah, Rupiah Terkoreksi ke Rp18.066 per Dolar AS
Kitasulsel–JAKARTA – Pergerakan pasar keuangan domestik mengawali perdagangan Kamis (9/7/2026) dengan tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah, sementara nilai tukar rupiah juga melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah dinamika pasar global.
Pada awal sesi perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka turun 8,405 poin atau 0,14 persen ke level 5.864,966. Pelemahan tersebut melanjutkan tren yang sudah terlihat sejak sesi pra-pembukaan (preopening).
Sebelumnya, pada perdagangan preopening, IHSG telah terkoreksi 7,604 poin atau 0,13 persen, sehingga berada di level 5.865,768. Kondisi ini menunjukkan investor masih cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi di tengah berbagai sentimen global maupun domestik yang memengaruhi pergerakan pasar.
Selain pasar saham, tekanan juga terjadi di pasar valuta asing. Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.00 WIB, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp18.066 per dolar Amerika Serikat, melemah 52 poin atau sekitar 0,29 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pelemahan rupiah mencerminkan masih kuatnya permintaan terhadap dolar AS di tengah ekspektasi pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter global, pergerakan imbal hasil obligasi, serta perkembangan ekonomi internasional yang terus menjadi perhatian investor.
Bursa Asia Bergerak Variatif
Sementara itu, pergerakan bursa saham utama di kawasan Asia menunjukkan tren yang beragam pada perdagangan pagi ini.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 mencatat penguatan signifikan dengan naik 1.036,703 poin atau 1,55 persen ke level 67.855,703. Kenaikan tersebut mencerminkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi dan kinerja emiten di negeri Sakura.
Di Hong Kong, Indeks Hang Seng juga bergerak positif dengan kenaikan 82,839 poin atau 0,34 persen ke posisi 24.282,300.
Sebaliknya, Indeks SSE Composite di China mengalami koreksi tipis sebesar 1,179 poin atau 0,03 persen ke level 3.969,699, menunjukkan pelaku pasar masih mencermati perkembangan ekonomi domestik China.
Sementara itu, Indeks Straits Times di Singapura menguat 25,260 poin atau 0,47 persen menjadi 5.394,830, didorong oleh penguatan sejumlah saham sektor perbankan dan industri.
Investor Menanti Sentimen Baru
Analis menilai pergerakan pasar pada hari ini masih dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan domestik, termasuk perkembangan ekonomi dunia, arah suku bunga bank sentral utama, serta dinamika nilai tukar.
Pelaku pasar juga menantikan berbagai data ekonomi dan kebijakan pemerintah yang diperkirakan dapat menjadi katalis baru bagi pergerakan IHSG maupun rupiah dalam beberapa hari ke depan.
Meski dibuka melemah, pergerakan indeks masih berpotensi berubah sepanjang sesi perdagangan seiring meningkatnya aktivitas transaksi dan masuknya sentimen positif dari pasar regional maupun global.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login