Connect with us

Tanggapi Pemberitaan Media Perihal Camat Berkinerja Buruk,Camat Panakkukang:Ini Motivasi Untuk Berbuat Lebih Baik

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Menanggapi adanya pemberitaan di salah satu media cetak mengenai penyebutan “4 Camat Berkinerja Buruk Bakal Dicopot” salah satunya Camat Panakkukang, Rabu (1/3/2023) pagi.

Camat Panakkukang Andi Pangerang menyikapi pemberitaan tersebut ia menyebutkan sebagai salah satu motivasi dan penyemangat, masukan untuk terus bekerja lebih baik.

Namun ia menyangangkan tidak jelasnya informasi yang diberitakan tersebut, tentang indikator apa yang diukur sehingga dikatakan kinerjnya disebut buruk.

Camat Eang sapaanya mengatakan ia pernyataan tersebut tetap membuatnya bekerja sesuai tugas dan fungsi sebagai Camat serta bagaimana mensukseskan program Pemerintah Kota Makassar dibawah kepemimpinan Walikota Makassar Danny Pomanto & Wakil Walikota Makassar Fatmawati Rusdi.

Pemerintah Kecamatan Panakkukang dibawah kepemimpinannya pun membuka ruang seluas luasnya menerima saran dan kritik dari masyarakat.

“Yang terus menjadi fokus kami adalah persolanan kebersihan, ketentraman umum dan ketertiban, pendapatan retribusi persampahan, pelayanan umum, program Lorong Wisata, pembenahan taman dan lain-lain” ujarnya.

“Khusus program Lorong Wisata di wilayah kami telah banyak mendatangkan tamu-tamu baik tokoh nasional, para kepala daerah hingga tokoh-tokoh lainnya,” jelasnya

Sehingga harapan Camat Panakkukang jika memang ada kritikan ada yang lebih spesifik dan jika ada masukan dan kritik bisa langsung menghubungi dirinya maupun lurah.(*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Pemkot Makassar

Pemkot Makassar Terapkan WFA Bagi Pegawai, Tanggal 1–4 September

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Pemerintah Kota Makassar memberlakukan kebijakan sistem kerja Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non-ASN lingkup Pemkot Makassar.

Kebijakan ini berlaku selama sepekan, mulai tanggal 1 hingga 4 September 2025, sesuai Surat Edaran Wali Kota Makassar Nomor 272 Tahun 2025 tertanggal 31 Agustus 2025.

Plt. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, membenarkan penerbitan surat edaran tersebut.

Menurutnya, kebijakan ini merupakan langkah antisipasi kejadian yang mungkin timbul akibat situasi terkini di Kota Makassar.

“Surat Edaran Pak Wali Kota Makassar terkait WFA berlaku sepekan, tepatnya tanggal 1–4 September 2025. Hal ini juga sejalan dengan instruksi pusat,” ujarnya, Minggu (31/8/2025).

Dalam penjelasan Pemkot, Work From Anywhere (WFA) memberikan fleksibilitas kepada pegawai untuk melaksanakan tugas dari lokasi mana pun, baik kantor, rumah, maupun tempat lain yang mendukung produktivitas.

Hal ini berbeda dengan Work From Home (WFH) yang membatasi pegawai untuk bekerja dari rumah saja.

“Baik WFA maupun WFH tetap mewajibkan pegawai menjalankan tugas sesuai jam kerja dan tanggung jawab masing-masing. Koordinasi antarpegawai juga dapat dilakukan secara daring,” jelasnya.

Meski diberlakukan WFA, Pemkot menegaskan bahwa pelayanan publik tidak akan terganggu. Unit kerja yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap diwajibkan bertugas di kantor.

“Hal ini untuk menjamin kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi secara normal,” katanya.

Adapun beberapa poin penting dalam Surat Edaran Wali Kota Makassar tentang pelaksanaan WFA, antara lain.

Pertama, ASN Makassar tetap melaksanakan tugas kedinasan dari kantor, rumah, atau lokasi lain (Work From Anywhere) pada 1–4 September 2025.

Kedua, Pegawai wajib menyelesaikan pekerjaan sesuai tugas dan tanggung jawab, dengan koordinasi daring jika diperlukan.

“Ketiga, Teknis pengaturan internal diserahkan kepada masing-masing Kepala Perangkat Daerah,” isi surat edsran tersebut.

Untuk poin keempat, atasan langsung wajib melakukan monitoring, dan jika ada pekerjaan mendesak yang harus dilakukan di kantor, harus ada komunikasi dengan atasan.

Kelima, Unit pelayanan publik seperti rumah sakit, puskesmas, kecamatan, kelurahan, dan layanan sejenis tetap bekerja dari kantor sesuai ketentuan hari dan jam kerja.

Keenam, Sistem WFA akan dievaluasi lebih lanjut sesuai kebutuhan. Serta ketujuh, Kepala Perangkat Daerah bertanggung jawab atas pengawasan pelaksanaan edaran ini.

Tak hanya bagi pegawai, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar menginstruksikan seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta, untuk melaksanakan pembelajaran secara daring pada 1–4 September 2025.

Kebijakan ini ditempuh sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak aksi demonstrasi di wilayah Makassar.

Dalam surat edaran bernomor 400.3.5/8/S.Edar/Disdik/VIII/2025 yang ditandatangani Kepala Disdik Makassar, Achi Soleman, tertanggal 31 Agustus 2025.

“Seluruh guru dan tenaga kependidikan tetap melaksanakan tugas pembelajaran secara optimal dengan memanfaatkan berbagai platform daring seperti WhatsApp, Google Classroom, Zoom, atau platform lainnya,” demikian keterangan resmi dalam edaran tersebut. (*)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2024 Kitasulsel