Connect with us

Diikuti 465 Sekolah, Gubernur Andi Sudirman Buka Ramadan Andalan Mengaji

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman membuka kegiatan Ramadan Andalan Mengaji yang diikuti oleh para pelajar SMA/SMK se Sulsel.

Kegiatan yang diikuti para pelajar dari 465 sekolah SMA/SMK se Sulsel ini dibuka secara resmi oleh Gubernur di SMK Negeri 2 Makassar, jalan Pancasila, Makassar, Selasa (10/4/2023).

“Alhamdulillah, membuka Ramadhan Andalan Mengaji yang diikuti oleh 465 SMA/SMK se- Sulawesi Selatan,” katanya.

Menurutnya, kegiatan ini untuk penguatan karakter peserta didik Tahun 2023 ini diikuti oleh para pelajar muslim tingkat SMA/SMK se Sulawesi Selatan yang mengikuti di masing-masing sekolah.

“Selama sepekan mulai hari ini hingga tanggal 16 April 2023, para pelajar mengikuti Ramadhan Andalan Mengaji ini akan diberikan pemahaman untuk mendekatkan diri dengan Al-Qur’an, mencegah radikalisme serta membentuk karakter akhlak,” jelasnya.

Lanjut dia, “Kita juga mendorong pelajar untuk memegang teguh prinsip budaya Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge,” pungkasnya.

Dari data Disdik Sulsel, dari total 310.742 pelajar muslim SMA/SMK, 94 persen diantaranya telah bisa baca Al-Qur’an. Bahkan telah melewati target RPJMD 2022, 61,15%.

“Hal itu tentu ikut berkontribusi termasuk program literasi Al-Qur’an yang dilakukan di sekolah. Kita mendorong agar pelajar yang muslim untuk bisa baca Al-Qur’an,” pintanya. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Waspada! Nama CEO PT Annur Maarif Bunyamin Yafid Dicatut untuk Penipuan

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP – Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan digital yang mencatut nama tokoh publik. Kali ini, nama CEO PT Annur Maarif, Bunyamin Yafid, kembali disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan.

Modus yang digunakan terbilang rapi dan meyakinkan. Pelaku menghubungi sejumlah pihak melalui email (Gmail) dan aplikasi WhatsApp dengan mengatasnamakan pimpinan PT Annur Maarif. Dalam pesan tersebut, korban diminta untuk segera membuat grup WhatsApp perusahaan, mengganti nama grup sesuai identitas perusahaan, lalu mengirimkan kode QR grup melalui email.

Tidak berhenti di situ, pelaku juga menyampaikan bahwa detail penambahan anggota akan diatur setelah dirinya bergabung ke dalam grup tersebut. Skema ini diduga menjadi pintu masuk untuk membangun kepercayaan sebelum melancarkan aksi berikutnya.

Setelah berhasil masuk ke dalam grup, pelaku kemudian mengirimkan pesan lanjutan yang lebih sensitif, yakni meminta informasi rekening bank perusahaan. Permintaan tersebut disertai alasan adanya pembayaran proyek yang harus segera diproses pada hari yang sama.

Pelaku berdalih proyek tersebut baru saja dinegosiasikan dan membutuhkan data rekening perusahaan untuk segera diteruskan kepada pihak terkait. Narasi ini sengaja dibangun untuk menciptakan kesan mendesak, sehingga calon korban tidak memiliki waktu untuk melakukan verifikasi.

Menanggapi hal tersebut, Bunyamin Yafid menegaskan bahwa seluruh pesan yang beredar tersebut bukan berasal dari dirinya.

“Bukan saya yang melakukan chat tersebut. Ada orang yang tidak bertanggung jawab memakai foto dan nama saya untuk melakukan hal ini,” tegasnya, Kamis (2/4/2026).

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak merespons atau menindaklanjuti pesan yang mengatasnamakan dirinya, baik melalui email maupun WhatsApp.

“Mohon jika mendapat pesan email atau chat WhatsApp seperti itu, jangan digubris karena itu bukan saya,” lanjutnya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan siber semakin berkembang dengan memanfaatkan nama dan identitas tokoh publik untuk meyakinkan korban. Pelaku kerap menggunakan foto resmi, gaya komunikasi formal, hingga skenario yang tampak profesional untuk mengelabui target.

Oleh karena itu, masyarakat dan pelaku usaha diimbau untuk selalu melakukan verifikasi berlapis terhadap setiap permintaan yang berkaitan dengan data sensitif, khususnya informasi keuangan. Setiap instruksi yang mencurigakan, terlebih yang bersifat mendesak, sebaiknya dikonfirmasi langsung melalui jalur resmi perusahaan.

Kewaspadaan menjadi kunci utama. Di tengah derasnya arus digitalisasi, kehati-hatian dalam menerima informasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Continue Reading

Trending