Connect with us

Danny Pomanto Matangkan Persiapan Rakernas APEKSI XVI, Sambut Kedatangan Presiden Jokowi

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan menghadiri Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Rakernas APEKSI) XVI di Kota Makassar.

Sebagai tuan rumah, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ia melaksanakan rapat koordinasi bersama seluruh OPD di Amirullah DP Hall, Jumat (30/06/2023) malam.

Rapat koordinasi tersebut membahas terkait persiapan Rakernas APEKSI yang berlangsung 10-14 Juli mendatang. Termasuk membuatkan skenario menyambut kedatangan Presiden RI Jokowi.

Rencananya, Presiden Jokowi akan hadir dan membuka kegiatan Rakernas APEKSI XVI pada 12 Juni 2023 di Upperhills Jalan Metro Tanjung Bunga.

“Kemungkinan Pak Presiden Jokowi datang itu besar sekali sehingga skenario kegiatan ini dibuka oleh pak presiden harus dimatangkan,” kata Danny Pomanto.

Tidak hanya datang dan membuka kegiatan, Danny Pomanto menginginkan agar Rakernas APEKSI XVI ini menjadi istimewa dan moment farewell Presiden Jokowi.

Terlebih ini merupakan tahun terakhir masa kepemimpinan Presiden Jokowi. Termasuk juga rakernas terakhir bagi pengurus APEKSI masa kepemimpinan Bima Arya sebagai ketua.

“Kalau beliau datang agenda besar kita harus ada moment terima kasih kota untuk Presiden Jokowi,” tuturnya.

Danny Pomanto juga menginstruksikan seluruh OPD untuk bekerja maksimal menyukseskan kegiatan ini. Apalagi Rakernas APEKSI menjadi agenda terakhir event nasional yang digelar di Kota Makassar.

“Ini gengsi dan legacy-nya kita. Kita sudah berhasil OTDA dan MNEK. Jadi kita tidak boleh menganggap enteng APEKSI. Jadilah tuan rumah yang terbaik,” ucap Danny Pomanto.

Sementara, Kepala Bagian Kerja Sama Zulfitra Dianta mengatakan sejauh ini Presiden Jokowi masih terkonfirmasi hadir. Termasuk beberapa menteri.

“Sampai saat ini terjadwal pak presiden akan menghadiri dan batik yang akan dikenakan beliau pada saat pembukaan sudah diterima Sekretaris Kabinet,” ucap Zulfitra Dianta.

Diketahui, Rakernas APEKSI XVI yang digelar di Kota Makassar pada 10-14 Juli dirangkaikan dengan beberapa kegiatan. Seperti, Youth City Changers (YCC), Makassar Investment Forum (MIF).

Indonesia City Expo, Gala Dinner, City Tour and Kuliner, Ladies Program, Karnaval dan Pawai Budaya, dan Afternoon Tea di atas Kapal Pinisi.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Implementasi Program Nyata, Sidrap Era Syaharuddin Alrif Tunjukkan Penurunan Kemiskinan Signifikan

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP – Implementasi program pro rakyat yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) di bawah kepemimpinan Bupati H. Syaharuddin Alrif menunjukkan hasil nyata. Kabupaten penghasil beras terbesar di Sulawesi Selatan itu berhasil mencatatkan diri sebagai salah satu daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Sulsel.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan pada September 2025, Kabupaten Sidrap menempati posisi ketiga terendah tingkat kemiskinan dari 23 kabupaten/kota se-Sulsel. Persentase penduduk miskin di Sidrap tercatat sebesar 4,91 persen, hanya berada di bawah Kota Makassar (4,43 persen) dan Kota Parepare (4,44 persen).

Capaian ini diraih pada masa kepemimpinan pasangan Syaharuddin Alrif–Nurkanaah yang resmi memimpin Kabupaten Sidrap sejak 20 Februari 2025 lalu.

Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut dan menegaskan bahwa hasil ini merupakan buah dari kerja kolektif seluruh elemen daerah.

“Alhamdulillah, ini kabar gembira bagi Kabupaten Sidrap. Capaian ini tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak, mulai dari jajaran pemerintah, stakeholder, hingga partisipasi aktif masyarakat,” ujar Syaharuddin Alrif.

Ia menambahkan, sejak awal pemerintahannya berkomitmen menghadirkan kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama kelompok rentan, petani, dan pelaku usaha kecil.

Pengamat pemerintahan, Dr. Andi Fadli, menilai keberhasilan Sidrap menekan angka kemiskinan tidak terlepas dari kemampuan kepala daerah dalam mengimplementasikan program secara konsisten dan terukur.

“Capaian yang diraih Sidrap saat ini di bawah nahkoda H. Syaharuddin Alrif tidak datang secara instan. Program-program yang dijanjikan kepada masyarakat mampu dijabarkan dengan baik dalam kebijakan nyata. Hasilnya terlihat jelas, kemiskinan menurun dan Sidrap tumbuh menjadi kabupaten dengan pencapaian yang signifikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dr. Andi Fadli menyoroti kemajuan Sidrap di berbagai sektor pembangunan, dengan sektor pertanian sebagai penopang utama. Sebagai lumbung pangan Sulawesi Selatan, Sidrap dinilai berhasil menjaga produktivitas pertanian melalui penguatan irigasi, bantuan sarana produksi, pendampingan petani, serta kepastian distribusi hasil panen.

Selain pertanian, pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, dan kesehatan juga menunjukkan perbaikan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan capaian ini, Kabupaten Sidrap kian mengukuhkan diri sebagai salah satu daerah dengan tata kelola pembangunan yang efektif di Sulawesi Selatan, sekaligus menjadi contoh bahwa program pro rakyat yang terimplementasi dengan baik mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

Continue Reading

Trending