Connect with us

Kadis Pendidikan Kota Makassar Tinjau Langsung Lokasi Kebakaran SMP Negeri 8 Makassar

Published

on

Kitasulsel–Makassar–Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar H. Muhyiddin,SE., MM didampingi Kepala Bidang Dikdas Muh. Guntur, S. Pd, M. Pd. meninjau Langsung lokasi kebakaran di SMP Negeri 8 Kota Makassar (30/10/2023). Malam.

Setelah mendengarkan Informasi Bahwa Kebakaran Terjadi di SMP 8 ini Kadis Pendidikan Langsung menuju ke lokasi .

Kadis Pendidikan yang diwawancarai langsung menceritakan sedikit informasi yang didapat yang terbakar ini adalah ruangan Guru, yang didalam ruangan terbakar hanya Sound Sistem dan Alhamdulillah Alat Laboratorium kami periksa Sarana dan prasarana sekolah aman, dan terbakar ini Ruangan lama dan Ruangan ini ruang Guru bukan Ruang kelas . Luas lokasi yang terbakar ini adalah 9×27.

Lanjut Kadis pendidikan menginstruksikan Kepala Sekolah agar akvitas untuk sementara belajar dirumah dulu (Daring) karena pasti tidak steril bagi Siswa-siswi kita, bukan diliburkan tetap menjaga kondusif atau membaik dulu,dan kami sudah sampaikan ke Guru Wali Kelas Masing-masing lewat Grup Whatsapp untuk memberikan Pembelajaran lewat Daring.

Penyebab kebakaran untuk kemungkinan sementara Arus Listrik karenakan kami akan lihat dulu bersama kepolisian, dan untuk Ditangsir kerugian belum diketahui, kami besok klasifikasi dari Data-data.

“Kami berharap untuk Kejadian Seperti ini tidak terulang ke Sekolah lain, kami Akan meminta kepada semua Sekolah yang ada di makassar ini agar berhati-hati, dikarenakan dan apalagi untuk sementara ini penyebab kebakaran itu dari Arus listrik jadi untuk sekolah lagi bila sudah selesai jam sekolah harap matikan aliran listriknya. “

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Nasional

Menag: Pesantren Pilar Pembentukan Karakter Bangsa dan Penjaga Kerukunan

Published

on

Kitasulsel–KutaiBarat Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membangun karakter bangsa. Menurutnya, pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan akhlak, kemanusiaan, serta penguatan nilai-nilai kerukunan di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Nasaruddin Umar saat menghadiri puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning di Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Sabtu (4/7/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning K.H. Romo Arief Heri Setiawan, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai Barat H. Johan Marpaung, serta para tokoh agama dan masyarakat.

“Pesantren itu bukan hanya mendidik umat Islam, kehadiran pondok pesantren juga untuk membina kemanusiaan,” ujar Nasaruddin Umar.

Ia mengajak para orang tua dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendukung keberadaan pesantren yang telah terbukti memberikan manfaat luas bagi kehidupan sosial. Menurutnya, kontribusi pesantren tidak hanya dirasakan oleh umat Islam, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan yang berdampak positif bagi masyarakat secara keseluruhan.

“Ini bukan hanya membahagiakan anak-anak umat Islam, tapi membahagiakan anak manusia di sini,” katanya.

Menteri Agama juga mengungkapkan sistem pendidikan pesantren mendapat perhatian dari kalangan akademisi dunia. Ia menyebut hasil penelitian seorang profesor pendidikan dari Inggris menyimpulkan bahwa model pendidikan pesantren merupakan salah satu sistem paling modern dan berorientasi masa depan.

Menurut Nasaruddin, konsep boarding school yang kini banyak diterapkan sekolah unggulan di berbagai negara sejatinya telah lama menjadi bagian dari tradisi pendidikan pesantren di Indonesia. Melalui sistem berasrama, para santri tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga dibiasakan mengamalkan nilai-nilai yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

“Sekolah yang paling aman dunia akhirat itu adalah pesantren. Rusaknya anak remaja kita saat ini sering kali karena kontradiksi di dalam kehidupan. Namun, kalau anak itu di-boarding-kan, apa yang dipelajari, itu pula yang diamalkan. Itulah yang nanti akan membentuk mereka menjadi anak-anak yang saleh dan salehah,” jelasnya.

Ia menambahkan, pesantren telah terbukti melahirkan lulusan yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter dan akhlak yang kuat. Selain mencetak generasi berprestasi, pesantren juga membangun budaya hormat kepada orang tua dan membiasakan santri menjalankan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Insyaallah, dengan memasukkan anak kita di pondok pesantren, terasa akhlaknya berubah total. Mereka terbiasa mencium tangan bapak-ibunya, hingga membangunkan orang tuanya untuk salat subuh. Sudah ada tanda-tanda surga yang dimiliki oleh para santri dan santriwati kita,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Nasaruddin Umar mengajak masyarakat agar tidak lagi ragu menjadikan pesantren sebagai pilihan utama pendidikan anak. Menurutnya, pesantren merupakan fondasi penting dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, serta mampu menjaga kerukunan dan toleransi di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Continue Reading

Trending