Connect with us

Berbelasungkawa Untuk Korban Tertimpah Pohon Di Sudiang,Danny Pomanto Perintahkan Camat Biringkanayya Untuk Penuhi Kebutuhan Korban

Published

on

Kitasulsel—-Makassar—-Camat Biringkanaya Benyamin B Turupadang sampaikan ungkapan bela sungkawa kepada keluarga dua Korban yang tertimpa pohon yang terjadi di Perumahan Puri Pattene Blok D 5 Kel Sudiang Kec Biringkanaya Kota Makassar , Rabu 04 Januari 2022 pukul 16 ,15 WITA .

Pohon tumbang diakibatkan hujan deras di sertai angin kencang mengakibatkan 3 (tiga) orang Korban adapun identitas sbb :

1. Sdri Nurasiah (Meninggal dunia)
Umur 45 Tahun
2. Sdri Mutia (Meninggal dunia)
Umur 8 tahun
3. Sdri Zaki (tulang kaki patah)
Umur 2 tahun

Menurut keterangan Dg Rajab pekerjaan Tukang batu umur 48 tahun menjelaskan pada saat berada di dalam rumah hujan deras di sertai angin kencang sehingga pohon yang berada di belakang rumah tumbang dengan tidak sadarkan diri berteriak meminta tolong kepada tetangga , lalu tetangga datang untuk membantu , setelah itu banyak aparat yang datang untuk membantu evakuasi Korban .

Lurah Sudiang Kamal Tata membawa Cucu Alm atas nama Zaki Kerumah Sakit Daya yang luka pada kaki ,

Sedangkan Korban Ibu Nursiah dan anaknya dilarikan kerumah sakit Dodi Sardjoto oleh Babinsa Sudiang Serka Manda bersama Anggota Banteng Komando Koramjl 1408 – 11 / BKY menggunakan mobil Patroli Koramil 1408 _ 11 ,

Camat Biringkanaya Benyamin B Turupadang mengatakan ,” Atas kejadian ini kami dari Pemerintah Kota Makassar bersama TNI – Polri langsung turun tangan untuk menangani Korban yang tertimpa pohon , Petunjuk dari Bapak Walikota Makassar tadi agar segera apa yang dibutuhkan Keluarga Korban segera dibantu dan ditangani secepat mungkin , jadi kami sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan menyampaikan secara langsung pesan Bapak Walikota Makassar ,

Bapak Walikota Makassar sudah sampaikan ungkapan bela sungkawa secara langsung kepada pihak keluarga yang berduka lewat via telpon karna Bapak Walikota sementara ada kegiatan .

Atas kejadian ini 2 orang meninggal dunia dan 1 orang sementara perawatan di RS Umum Daya Kel Daya Kec Biringkanaya Kota Makassar

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Kriminal

Kakak Tikam Adik hingga Tewas di Makassar, Buron 3 Bulan Ditangkap di Samarinda

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Pria bernama Ardi Heriansyah (27) akhirnya ditangkap aparat kepolisian usai menikam adik kandungnya, Ayyub Febriansyah (25), hingga tewas di Makassar, Sulawesi Selatan. Pelaku dibekuk setelah buron hampir tiga bulan.

Penangkapan dilakukan tim Resmob Polda Sulsel bersama jajaran Polsek Bontoala di Pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (25/2/2026) dini hari.

“Resmob Polda Sulsel bersama Polsek Bontoala melakukan penangkapan pelaku tindak pidana penganiayaan yang menghilangkan nyawa orang lain,” ujar Kanit Resmob Polda Sulsel, AKP Wawan Suryadinata, Rabu (25/2/2026).

Dari hasil pemeriksaan, motif pembunuhan dipicu konflik keluarga antara kakak dan adik kandung tersebut. Perselisihan bermula saat korban dituduh membiarkan kamar pelaku dalam kondisi berantakan. Korban yang tersinggung kemudian terlibat perkelahian dengan pelaku.

“Jadi memang antara pelaku dan korban ini adik kakak kandung. Kejadiannya sebetulnya karena sakit hati, ada konflik keluarga,” kata Wawan.

Perkelahian sempat dilerai keluarga. Bahkan, sepekan setelah insiden tersebut, korban mengira persoalan telah selesai.

“Pada saat itu kemudian dilerai oleh keluarganya, hingga satu minggu setelahnya korban berpikiran masalah sudah selesai,” jelasnya.

Namun pelaku ternyata masih menyimpan dendam. Sepekan setelah perkelahian, Ardi mengambil barang-barangnya dari rumah sambil membawa sebilah parang. Ia kemudian mendatangi korban yang tengah makan siang di sebuah warung.

Cekcok kembali terjadi hingga berujung aksi brutal. Pelaku menikam korban sebanyak lima kali.

“Jadi sudah dilakukan perkelahian, kemudian juga ditikam oleh pelaku sebanyak lima tusukan sampai korban meninggal dunia,” tutur Wawan.

Peristiwa berdarah itu terjadi tak jauh dari rumah korban di Jalan Gunung Latimojong, Kelurahan Gaddong, Kecamatan Bontoala, Senin (1/12/2025) pagi. Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak bersimbah darah.

Sebelum mengembuskan napas terakhir, korban sempat berupaya menyelamatkan diri dari kejaran kakaknya dan bersembunyi di rumah warga. Dalam kondisi luka parah, ia meminta pertolongan.

“Sudah ditusuk, bersimbah darah di sini di belakang pintu. Sempat minta tolong di saya bilang, ‘angkat ka dulu’, minta tolong,” ujar seorang warga, Rafli.

Korban akhirnya meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sementara itu, pelaku kini telah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut.

Continue Reading

Trending