Connect with us

Usai Sholat Jum’at, Camat Alamsyah Didampingi Ketua FKKM Serahkan Alquran digital Kepada Warga di Kelurahan Suangga

Published

on

Kitasulsel, Makassar—Camat Tallo, Alamsyah Sahabuddin, S.STP, M.Si mendampingi dr Udin Malik, Ketua Forum Kemanusiaan Kota Makassar (FKKM) shalat Jum’at di Mesjid Nurul Mukminin Jl. Teuku Umar, Kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

Sebelum menunaikan shalat Jumat, dr. Udin bersama rombongan menggelar kegiatan sosial dengan membersihkan areal mesjid Nurul Mukminim. Selain kerja-kerja sosial, FKKM juga fokus untuk kerja-kerja kemanusiaan

“Mohon ijin, kami dari Forum Kemanusiaan Kota Makassar. Kegiatan kami bergerak dibidang sosial dan kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Pada kesempatan ini kami mengajak kepada kita semua untuk berkolaborasi menebar kebaikan. Hal ini juga sejalan dengan program kerja bapak Walikota Makassar dalam membangun generasi tangguh,” kata Founder FKKM ini dihadapan jamaah Mesjid Nurul Mukminim.

Sementara itu, Camat Tallo, Alamsyah Sahabuddin, S.STP, M.Si dalam sambutannya menyambut baik ajakan FKKM berkolaborasi menebar kebaikan. Kerja-kerja sosial dan kemanusiaan yang dilakukan oleh FKKM sangatlah mulia yang perlu mendapat dukungan dari semua pihak.

“Kami dari pemerintah kecamatan Tallo siap mengawal dan mensukseskan kegiatan sosial maupun kegiatan kemanusiaan yang di gelar FKKM di Tallo,” ucap Alamsyah.

Usai shalat Jumat, dr. Udin Malik dan Alamsyah Sahabuddin yang didampingi Lurah se Kecamatan Tallo dan Komunitas kompak menyerahkan Alquran digital kepada warga Kelurahan Suangga. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Kisah Haru Guru Mengaji di Sidrap: Hidup Sebatangkara di Rumah Tak Layak Huni

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Kisah pilu datang dari Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap. Seorang guru mengaji bernama Fatimah (50) kini harus menjalani hidup dalam kondisi serba keterbatasan di rumah yang tidak layak huni.

Perempuan yang dikenal sebagai pengajar Al-Qur’an bagi anak-anak di lingkungannya itu kini tak lagi mampu melanjutkan aktivitas mengajarnya karena kondisi kesehatan yang terus menurun.

Fatimah diketahui hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi. Ia juga mengalami keterbatasan fisik sehingga harus menggunakan tongkat setiap kali berjalan.

Padahal selama bertahun-tahun, Fatimah dikenal sebagai sosok yang tulus mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak membaca Al-Qur’an. Ia mengajar puluhan santri di TPA Nurul Imam yang berada di Kelurahan Amparita.

Namun, kondisi fisik yang semakin lemah serta keadaan rumah yang memprihatinkan membuat aktivitas mengajinya terhenti.

Salah seorang warga setempat, Yahya, menyampaikan keprihatinan masyarakat terhadap kondisi yang dialami Fatimah. Menurutnya, sosok Fatimah selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan keagamaan di lingkungan mereka.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar Ibu Fatimah bisa mendapatkan pengobatan dan bantuan perbaikan rumah. Semoga beliau bisa kembali mengajar mengaji seperti dulu,” ujar Yahya, Senin (16/3/2026).

Warga setempat juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten Sidrap dengan harapan pemerintah dapat segera turun tangan memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Bagi masyarakat Amparita, Fatimah bukan sekadar guru mengaji, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi penerang bagi generasi muda dalam mengenal dan mencintai Al-Qur’an. Mereka berharap kepedulian berbagai pihak dapat hadir untuk membantu sang guru agar kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.

Continue Reading

Trending