Connect with us

Bangun Silaturahmi di Hari Imlek, Danny Pomanto Sambangi Tokoh Tionghoa

Published

on

Kitasulsel, Makassar—Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto menyambangi kediaman sejumlah tokoh Tionghoa pada perayaan Imlek tahun 2023, Senin (23/1/2023).

Hal ini dilakukan untuk menjalin silaturahmi dan memperkuat toleransi antar umat beragama.

Ada tiga tokoh yang disambanginya. Pertama, Danny sapaan Ramdhan Pomanto berkunjung ke kediaman penasehat hukum papan atas, Lucas. Di sini Danny bertemu dengan Ketua DPRD Kota Makassar, Rudianto Lallo dan beberapa kerabat lainnya.

Mereka berbincang santai sambil menikmati kudapan yang disediakan. Danny pun tak lupa memberikan ucapan dan doa secara khusus kepada tokoh Tionghoa yang merayakan Imlek.

Ke dua, ia mengunjungi kediaman Anggota DPRD Kota Makassar, Eric Horas dan terakhir ia menyambangi rumah kediaman pengusaha gas dan minyak bumi, Ayong di Jalan Letjen Hertasning.

“Selamat merayakan ilImlek, semoga tahun ini penuh berkah, berlimpah rejeki, dan kebaikan berdatangan secara lapang. Seperti lapangnya hati semua tokoh Tionghoa,” ucap Danny.

Ia juga berpesan kepada masyarakat untuk memperkuat toleransi antar umat agar bisa hidup berdampingan sehingga bisa bersama-sama kompak memajukan kota Makassar menjadi lebih baik.

Pada kesempatan yang sama, Danny menyampaikan, menjalin silaturahmi penting untuk memperpanjang umur, saling mendoakan dan memaafkan salah, dan khilaf. Karena menurutnya, ini salah satu kunci untuk Kota Makassar yang lebih aman.

“Kita ramai menyambut. Baik itu Imlek, Natal, Idul Fitri dan Idul Adha nantinya. Semuanya bahagia dan saling mendoakan kebaikan dan berbagi keberkahan,” pungkasnya. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Festival Nene Mallomo ke-3 Resmi Dibuka, Sinergi Pusat dan Daerah Perkuat Pelestarian Budaya di Sidrap

Published

on

Kitasulsel–SIDRAP Sinergi kuat antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dalam pelestarian budaya kembali ditunjukkan melalui pembukaan Festival Nene Mallomo ke-3.

Festival yang menghadirkan beragam kegiatan edukatif ini digelar oleh Sanggar Seni Pajjoge Andino di Lapangan Usman Isa, Pangkajene, Jumat (3/4/2026). Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif.

Berbagai rangkaian acara turut memeriahkan festival ini, mulai dari pentas seni, ekspresi budaya lokal, lomba permainan tradisional, hingga kelas warisan budaya. Ajang ini menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat pelestarian, pengembangan, dan pemajuan kebudayaan daerah.

Pelaksanaan festival didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Program Dana Indonesiana. Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah serta Pamong Budaya Ahli Madya Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX, Rinawati Idrus.

Dalam sambutannya, Syaharuddin Alrif menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kegiatan seni dan budaya sebagai ruang kreatif bagi generasi muda.

“Sebagai Bupati Sidrap, saya memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Sanggar Seni Pajjoge Andino merupakan wadah yang sangat baik bagi anak-anak dan generasi muda untuk menyalurkan bakat, kreativitas, dan karakter melalui seni dan budaya,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa Festival Nene Mallomo bukan sekadar ajang hiburan, melainkan sarana penting untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal, adat istiadat, serta permainan tradisional yang mulai tergerus arus globalisasi.

“Melalui kegiatan ini, kita menyaksikan bagaimana kebudayaan dan permainan tradisional kembali dihidupkan. Ini penting agar warisan budaya tidak terdegradasi oleh pengaruh globalisasi dan tetap diwariskan kepada generasi mendatang,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyebut kegiatan kebudayaan memiliki nilai edukatif tinggi dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh, bermental juara, dan memiliki semangat untuk meraih kesuksesan.

Sementara itu, Rinawati Idrus menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Sidrap dan Sanggar Seni Pajjoge Andino atas terselenggaranya festival tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi contoh nyata peran aktif daerah dalam melestarikan budaya lokal.

“Program Dana Indonesiana merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung kemajuan kebudayaan nasional serta memperkuat ekosistem budaya yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Melalui Festival Nene Mallomo ke-3 ini, diharapkan semangat pelestarian budaya lokal semakin tumbuh, khususnya di kalangan generasi muda, sehingga warisan leluhur tetap hidup dan menjadi bagian penting dalam pembangunan karakter daerah.

Continue Reading

Trending