Connect with us

Selesaikan Program Doktor, Camat Tallo Alamsyah Ikuti Penilitian Pelayanan

Published

on

Kitasulsel, Makassar—Camat Tallo, Alamsyah Sahabuddin, S.STP, M.Si mengikuti ujian proposal penelitian disertasi dalam rangka penyelesaian program doktornya pada Program Studi Ilmu Administrasi Publik di Universitas Negeri Makassar, Selasa (24/01/2023).

Ujian proposal yang berlangsung di Ruang Rapat PPs UNM Gedung AD 302 Lantai 3. Alamsyah Sahabuddin setidaknya diuji oleh empat profesor dan satu Doktor yakni Prof. Dr. Husain Syam, M.TP, IPU, Asean Engineering (Promotor), Prof. Dr. Haidar Akib, M.Si (Co. Promotor), Prof. Dr Hamsu Abdul Gani, M.Pd (penguji internal) Prof. Dr. Rifdan, M.Si (penguji internal), dan Dr. Aslinda, M.Si (penguji internal)

Camat Tallo Alamsyah memaparkan proposalnya dengan judul “Rekonstruksi Model Integrated Smart System’ and Aplication (Tallasa) Dalam Layanan Administrasi Kota Makassar)

Dalam proposal disertasi, Ancha sapaan akrabnya, mengambil latar belakang yang intinya bahwa dalam konteks pelayanan publik di tataran kecamatan masih lamban karena masih menggunakan sistem konvensional. Atas dasar itu dirinya mencoba melakukan konversi layanan dari konvensional ke digital.

Promotor Utama Prof. Husain Syam yang yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Negeri Makassar mengapresiasi proposal disertasi yang diajukan oleh Alamsyah Sahabuddin.

“Menarik disertasinya, hanya saja pemaparannya harus lebih komprehensif. Setelah mendengarkan paparan Alamsyah, maka kami dari penguji menilai proposal dianggap layak dan bisa diterima,” kata Prof. Dr. Husain Syam, sesaat sebelum menutup ujian proposal tersebut.(*)

 

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Nasional

Menko Polkam Tegaskan Wacana Larangan Vape Hanya untuk yang Mengandung Narkotika

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menegaskan bahwa wacana pelarangan vape yang disampaikan pemerintah tidak ditujukan untuk seluruh produk rokok elektrik, melainkan hanya yang terbukti berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika.

Penegasan tersebut disampaikan Djamari di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7/2026), untuk meluruskan persepsi publik yang menganggap pemerintah akan melarang seluruh peredaran vape di Indonesia.

“Saya kan tadi memberitahukan untuk dicoba dipelajari untuk kita ngambil tindakan tegas,” ujar Djamari kepada wartawan.

Saat ditanya apakah kebijakan itu akan berlaku untuk semua rokok elektrik, Djamari memastikan bahwa fokus pemerintah adalah produk vape yang disalahgunakan sebagai media konsumsi narkotika.

“Oh, yang berkaitan dengan narkoba,” tegasnya.

Sebelumnya, Djamari menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemberantasan narkotika dilakukan hingga ke akar-akarnya. Arahan tersebut disampaikan dalam agenda pemusnahan barang bukti narkotika di Balai Besar Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN), Cigombong, Kabupaten Bogor, Kamis (23/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Djamari menginstruksikan Kepala BNN, Menteri Kesehatan, Menteri Perdagangan, Menteri Hukum, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Direktur Jenderal Bea dan Cukai untuk segera melakukan koordinasi guna memperketat tata kelola perdagangan rokok elektrik di Indonesia.

“Hari ini saya instruksikan kepada Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Menteri Kesehatan, Menteri Perdagangan, Menteri Hukum, Kepala Badan POM, serta Direktur Jenderal Bea Cukai untuk segera duduk bersama dalam waktu singkat, rumuskan dan atur kembali secara ketat tata kelola niaga rokok elektrik di Indonesia,” kata Djamari.

Ia menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap jalur impor maupun distribusi rokok elektrik guna mencegah penyalahgunaannya sebagai media peredaran narkotika jenis baru.

Menurut Djamari, pemerintah akan mendasarkan setiap kebijakan pada hasil kajian lintas kementerian dan lembaga. Apabila kajian tersebut menunjukkan bahwa risiko penyalahgunaan vape lebih besar daripada manfaatnya dan terus dimanfaatkan sebagai pintu masuk narkotika, pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah yang lebih tegas.

“Jika hasil kajian bersama menunjukkan komoditas ini lebih banyak risikonya dan terus dijadikan pintu masuk narkotika jenis baru, saya perintahkan untuk tidak ragu menerapkan pelarangan total vape di Indonesia,” tandasnya.

Pemerintah menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pemberantasan narkotika sekaligus melindungi masyarakat dari potensi penyalahgunaan rokok elektrik sebagai sarana peredaran maupun konsumsi narkoba.

Continue Reading

Trending