Connect with us

Sambut Festival Jappa Jokka Cap Go Meh 2023, Pemerintah Kecamatan Wajo Awali dengan Kerja Bakti

Published

on

Kitasulsel, Makassar–‘Warga Kecamatan Wajo sangat antusias menyambut Festival Jappa Jokka Cap Go Meh 2023 yang akan digelar besok, Minggu (5/02/2023), di sepanjang Jl Sulawesi.

Antusias terlihat saat warga dan seluruh jajaran Pemerintah Kecamatan Wajo, lurah, RT dan RW secara bersama melakukan kerja bakti menyambut Festival Jappa Jokka.

Ketua Panitia Pelaksana, yang juga Sekretaris Kecamatan Wajo, Oddang Nai, menyampaikan bahwa kerja bakti merupakan agenda setiap pekan, namun kali ini difokuskan di sepanjang Jl Sulawesi hingga Jl Tentara Pelajar, sebagai persiapan pelaksanaan Festival Jappa Jokka Cap Go Meh 2023.

“Melibatkan 4 kelurahan yakni Kelurahan Butung, Melayu Baru, Ende, dan Pattunuang. Selain dilakukan oleh warga, juga dilakukan oleh seluruh jajaran Pemerintah Kecamatan Wajo hingga RT/RW setempat,” ungkapnya.

Festival ini telah menjadi agenda tahunan, namun sempat tidak terlaksana saat pandemi Covid – 19.

Sehingga dengan terlaksananya tahun ini menjadi hal yang sangat dinantikan oleh seluruh warga.

Sekcam Wajo pun menambahkan, bahwa Festival ini bukan hanya sebagai kegiatan spiritual bagi Tionghoa saja, namun telah berbaur bersama seluruh warga. Selain itu juga memberikan efek positif bagi perekonomian warga, dengan disediakannya tenant bagi UMKM.

 

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Bupati Luwu Timur Hadiri HUT ke-50 Gereja Kibaid Wawondula, Tegaskan Dukungan Pembangunan Rumah Ibadah

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR Suasana penuh sukacita dan kebersamaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Gereja Kibaid Jemaat Wawondula yang digelar di gedung gereja setempat di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, Sabtu (18/4/2026).

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, hadir langsung dalam momentum bersejarah tersebut. Ia didampingi Kepala Dinas Transnaker Joni Patabi, Camat Towuti Amri Mustari, Kepala Desa Lioka Yuliana, jajaran Badan Pengurus Sinode Gereja Kibaid, serta pimpinan jemaat termasuk Theopilus Maupa.

Dalam sambutannya, Bupati Irwan menyampaikan ucapan selamat atas usia emas ke-50 gereja tersebut. Ia menyebut usia 50 tahun sebagai fase yang sarat makna, melambangkan kematangan dan kemakmuran.

“Sebagaimana disampaikan Bapak Pendeta dan Sekjen tadi, usia 50 tahun ini adalah usia emas. Usia emas ini melambangkan kemakmuran,” ujar Irwan.

Ia juga mengapresiasi peran seluruh pihak yang telah menjaga eksistensi gereja hingga saat ini. Menurutnya, keberlangsungan gereja tidak terlepas dari kebersamaan antara jemaat, para pendeta, serta dukungan pemerintah.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendeta, masyarakat, serta seluruh unsur pemerintah yang senantiasa membersamai jemaat, sehingga gereja ini tetap eksis hingga hari ini,” tambahnya.

Bupati Irwan berharap Gereja Kibaid Jemaat Wawondula dapat terus berkembang di masa mendatang, terlebih saat ini tengah berlangsung proses pembangunan gereja.

Sebagai bentuk perhatian, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menyiapkan kado istimewa untuk mendukung kelanjutan pembangunan tersebut.

“Saya tidak sebutkan angkanya sekarang, tapi saya tahu nilainya. Bahkan, saya berencana menambah sedikit untuk mendukung kelanjutan pembangunan gereja ini sebagai kado ulang tahun ke-50 dari pemerintah daerah,” ungkapnya.

Di hadapan jemaat, Irwan juga memohon dukungan dan doa agar pemerintah daerah dapat menjalankan amanah dengan baik demi kemajuan daerah.

“Kami tidak bisa berbuat banyak tanpa dukungan dan doa dari seluruh masyarakat. Dengan doa dan kebersamaan, kami yakin dapat mewujudkan harapan kita bersama,” tuturnya.

Ia menegaskan pentingnya peran rumah ibadah, tidak hanya sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai wadah mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

“Gereja bukan hanya tempat berhubungan dengan Tuhan, tetapi juga memperkuat silaturahmi antar sesama. Semoga di usia ke-50 ini, gereja semakin makmur, sukses, dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” tandasnya.

Peringatan HUT emas ini ditutup dengan prosesi pemotongan nasi tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang Gereja Kibaid Jemaat Wawondula.

Continue Reading

Trending