Connect with us

Ketua DPRD Kota Makaasar Dan Camat Rappocini Apresiasi Pasar Murah Dan Donor Darah Hut Kelapa Tiga Sejahtera

Published

on

Kitasulsel,Makassar—-Camat Rappocini M. Aminuddin, S.Sos., M.AP dampingi Ketua DPRD Kota Makassar Rudianto Lallo, SH hadiri HUT Ke-1 Paguyuban Masyarakat Kelapa Tiga Sejahtera yang digelar di Pelataran HIMMATA Jl. Kelapa Tiga Kelurahan Ballaparang, Sabtu (11/02/2023).

Dalam rangka HUT Ke-1 Paguyuban Masyarakat Kelapa Tiga Sejahtera, Pemerintah Kelurahan Ballaparang bekerja sama dengan UPT Transfusi Darah Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan FKPM Kecamatan Rappocini dan HIMMATA, melaksanakan kegiatan Donor Darah dan Pasar Murah.

Aminuddin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kegiatan donor darah dan pasar murah ini karena sejalan dengan program Pemerintah Kota Makassar.

“Dalam kesempatan ini saya ucapkan terimakasih kepada para pendonor darah karena dengan setetes darah akan membantu nyawa seseorang” ujar Aminuddin.

“Inilah harapan Pemerintah Kota Makassar, bahwa kebijakan pasar murah  ini arahan dari Pemerintah Pusat. Program ini untuk menekan inflasi yang ada dan terjadi di Kota Makassar sehingga kegiatan penyaluran komoditi dilaksanakan kontainer Makassar Recover se-Kota Makassar” tambahnya.

Beberapa paket sembako pasar murah juga diberikan secara gratis kepada orangtua anak stunting sebagai upaya menurunkan jumlah stunting di Kelurahan Ballaparang yang diserahkan langsung oleh Ketua DPRD Kota Makassar, Camat Rappocini, Lurah Ballaparang, Kapolsek Rappocini, dan Ketua FKPM Ballaparang.

Turut hadir Kapolsek Rappocini AKP Muh Yusuf,S.Sos.MM, Lurah Ballaparang Ryan Nugraha P. Tarukallo, S.STP., M.AP, Ketua HMI Cabang Makassar, Ketua Yayasan HIMMATA, Ketua FKPM Kelurahan Ballaparang, Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Kelapa Tiga Sejahtera, Tokoh Masyarakat, Ketua RW dan RT serta Babinsa dan Babinkamtibmas Kelurahan Ballaparang.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Kisah Haru Guru Mengaji di Sidrap: Hidup Sebatangkara di Rumah Tak Layak Huni

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Kisah pilu datang dari Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap. Seorang guru mengaji bernama Fatimah (50) kini harus menjalani hidup dalam kondisi serba keterbatasan di rumah yang tidak layak huni.

Perempuan yang dikenal sebagai pengajar Al-Qur’an bagi anak-anak di lingkungannya itu kini tak lagi mampu melanjutkan aktivitas mengajarnya karena kondisi kesehatan yang terus menurun.

Fatimah diketahui hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi. Ia juga mengalami keterbatasan fisik sehingga harus menggunakan tongkat setiap kali berjalan.

Padahal selama bertahun-tahun, Fatimah dikenal sebagai sosok yang tulus mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak membaca Al-Qur’an. Ia mengajar puluhan santri di TPA Nurul Imam yang berada di Kelurahan Amparita.

Namun, kondisi fisik yang semakin lemah serta keadaan rumah yang memprihatinkan membuat aktivitas mengajinya terhenti.

Salah seorang warga setempat, Yahya, menyampaikan keprihatinan masyarakat terhadap kondisi yang dialami Fatimah. Menurutnya, sosok Fatimah selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan keagamaan di lingkungan mereka.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar Ibu Fatimah bisa mendapatkan pengobatan dan bantuan perbaikan rumah. Semoga beliau bisa kembali mengajar mengaji seperti dulu,” ujar Yahya, Senin (16/3/2026).

Warga setempat juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten Sidrap dengan harapan pemerintah dapat segera turun tangan memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Bagi masyarakat Amparita, Fatimah bukan sekadar guru mengaji, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi penerang bagi generasi muda dalam mengenal dan mencintai Al-Qur’an. Mereka berharap kepedulian berbagai pihak dapat hadir untuk membantu sang guru agar kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.

Continue Reading

Trending