Connect with us

Kolaborasi Pemkot Makassar-Media Kuatkan Program Lorong Wisata Tekan Inflasi

Published

on

Kitasulsel, Makassar-–Pemkot Makassar berkolaborasi dengan media Berita Kota Makassar (BKM) untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat dan menguatkan branding program Lorong Wisata (Longwis).

BKM dan Dinas Kominfo Makassar menginisiasi program Ammaloki Ri Longwis dan ADAMA atau (Adukan Masalah Anda) 112 yang dilaunching di Lorong Wisata Sydney, Kelurahan Tello Baru, Panakkukang, Sabtu, (11/02/2023).

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan media dengan Pemkot Makassar terkoneksi dengan inovasi yang selalu dibuat oleh Pemkot. Sehingga frekuensi komunikasinya sangat baik sekali.
Dari situ Pemkot dan media memiliki pemikiran yang sama melihat Makassar.

“Tanpa inovasi tidak ada percepatan pembangunan, akan jadi biasa. BKM selalu menambah taburan inovasi Pemkot Makassar dengan inisiasi sendiri. Makanya ini merupakan kontribusi langsung dari media, baik terhadap Pemkot juga masyarakat secara langsung,” kata Danny Pomanto usai melaunching acara.

Ia menilai program itu sejalan dengan program prioritas Pemkot Makassar, salah satunya ialah Longwis..Dengan begitu peran media bisa melakukan pengawasan dan mengevaluasi program Longwis di semua kelurahan.

Ia juga mengarahkan kepada seluruh OPD, camat dan lurah yang memiliki program di lorong wisata agar bersama-sama media menjadikan Longwis yang lebih nyaman dan memberikan nilai ekonomis, khususnya menekan inflasi.

“Longwis menjadi salah satu tumpuan menekan inflasi karena masyarakat di dalamnya menciptakan kegiatan yang bermanfaat seperti menanam sayuran, tanaman herbal, kuliner, kerajinan dan UMKM, serta lokasi wisata,” jelasnya.

Program yang dilaunching di Longwis Sydney itu juga dia harapkan memberi solusi penanganan kenaikan harga komoditas dari dampak laju inflasi dengan memanfaatkan lahan minim di lingkungan tempat tinggal, baik untuk bercocok tanam maupun budidaya perikanan.

Di lorong wisata Sidney yang kita tempati saat ini begitu dikenal. Potensi wisata dan pertanian serta perikanan di lorong wisata Sidney sangat besar,” ujarnya.

Selain mendukung Longwis, BKM dan media juga menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Berkat program Adama 112 maka layanan aspirasi dan pengaduan hadir sebagai sarana membuka partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pemerintahan.

“Dengan adanya Adama 112 maka sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Peningkatan kritisme masyarakat menjadi sinyal positif dalam mencapai salah satu cita-citanya mewujudkan pengelolaan pemerintah yang lebih baik sesuai dengan tagline Makassar Sombere’ and Smart City,” harapnya.

Direktur BKM Mustawa Nur mengatakan pihaknya terus berinovasi dalam basis informasi, dan setiap tahun BKM menggagas program dengan menggunakan konsep good news is a good news.

Pada awal tahun ini timnya menggagas dua program yang menjadi barometer pelayanan masyarakat.

“Adama 112, sarana perekat berbagai pihak yang melayani semua sehingga dapat dengan cepat menyelesaikan permasalahan di lapangan. Kami banyak membangun konsep sinergitas dengan Dinas Kominfo sehingga semua bisa  tambah baik,” ucapnya.

Pihaknya juga terus membuka langkah-langkah inovasi agar mendorong pelayanan masyarakat.

 

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Di Bawah Kepemimpinan Elisabet Flassy Wandik, Dekranasda Tolikara Tampil Inovatif dan Tuai Apresiasi Dekranas Pusat

Published

on

Kitasulsel—Makassar – Kiprah Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tolikara sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Tolikara, Ny. Elisabet Y. Flassy Wandik, SE., MM., berhasil membawa wajah baru bagi Dekranasda Tolikara dalam ajang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Makassar.

Memasuki hari kedua pelaksanaan pameran, Stand Dekranasda Kabupaten Tolikara menjadi salah satu stand yang paling ramai dikunjungi. Tidak hanya dipadati masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia, stand tersebut juga mendapat perhatian dan sambutan hangat dari jajaran pimpinan Dekranas Pusat saat melakukan peninjauan ke area pameran.

Di bawah kepemimpinan Ny. Elisabet Y. Flassy Wandik, Dekranasda Tolikara tampil lebih inovatif dengan menghadirkan konsep pameran yang mengangkat identitas Papua Pegunungan secara kuat. Desain stand yang memadukan ornamen budaya lokal, kekayaan alam, serta nuansa etnik khas Tolikara menjadikannya tampil berbeda dan memberikan pengalaman tersendiri bagi para pengunjung.

Kehadiran stand ini dinilai memberi warna baru dalam pelaksanaan HUT Dekranas di Makassar. Di tengah ratusan peserta dari seluruh Indonesia, Tolikara berhasil menunjukkan bahwa daerah di wilayah Papua Pegunungan memiliki potensi besar dalam pengembangan industri kreatif berbasis budaya.

Beragam produk unggulan hasil karya para perajin lokal dipamerkan, mulai dari noken, anyaman tradisional, aksesori etnik, hingga kerajinan tangan khas Papua. Namun, perhatian terbesar tertuju pada koleksi kerajinan emas Papua yang menjadi ikon baru Stand Dekranasda Tolikara.

Produk kerajinan emas tersebut menjadi magnet utama bagi para pengunjung. Keunikan desain yang memadukan motif budaya Papua dengan sentuhan modern membuat banyak pengunjung tertarik untuk melihat lebih dekat bahkan membelinya sebagai cendera mata eksklusif.

Selama dua hari pelaksanaan pameran, kerajinan emas Papua tercatat sebagai salah satu produk best seller di Stand Dekranasda Tolikara, disusul berbagai produk kerajinan lainnya yang juga mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak pengunjung mengapresiasi kualitas, keaslian, dan nilai budaya yang terkandung dalam setiap produk yang dipamerkan.

Ny. Elisabet Y. Flassy Wandik menegaskan bahwa keikutsertaan Dekranasda Tolikara pada ajang nasional ini bukan sekadar mengikuti pameran, melainkan menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan produk unggulan Kabupaten Tolikara kepada masyarakat Indonesia.

Ia berharap momentum HUT Dekranas menjadi pintu bagi para perajin lokal untuk memperluas pasar, meningkatkan nilai ekonomi produk kerajinan, sekaligus memperkuat posisi Tolikara sebagai salah satu daerah kreatif yang mampu berbicara lebih banyak di pentas nasional.

Keberhasilan Stand Dekranasda Tolikara menarik perhatian pengunjung maupun pimpinan Dekranas Pusat menjadi bukti bahwa inovasi, penguatan identitas budaya, dan pemberdayaan perajin lokal mampu menghadirkan karya-karya yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi representasi kebanggaan Papua Pegunungan di tingkat nasional.

Continue Reading

Trending