Connect with us

Hari ke-8 Ops Keselamatan Pallawa 2023, Unit Laka Sat Lantas Polres Sidrap Pasang Spanduk Himbauan

Published

on

Kitasulsel, Sidrap – Hari ke Delapan Operasi Keselamatan Pallawa 2023, Unit Laka Sat Lantas Polres Sidrap melakukan kegiatan-kegiatan preventif atau pencegahan terjadinya kecelakaan Lalu Lintas. Selasa (14/02/2023)

Kegiatan Preventif yang dilakukan Unit Laka Sat Lantas Polres Sidrap dengan melakukan pemasangan rambu-rambu lalu lintas di beberapa titik rawan kecelakaan yaitu diantaranya di beberapa jalan Poros di Kabupaten Sidrap.

Kasat Lantas Polres Sidrap AKP Mahrus Ibrahim, S.Sos mengatakan bahwa, kegiatan pemasangan spanduk himbauan tersebut adalah salah satu langkah preventif atau pencegahan yang dilakukan oleh Satuan lalu Lintas Polres Sidrap.

“Ini salah satu upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan raya sekaligus sebagai langkah untuk mengajak pengendara yang melintas untuk berhati-hati dan tertib lalu lintas guna mewujudkan Kamseltibcar Lantas”, Ujar Kasat Lantas.

Sementara, Kapolres Sidrap AKBP Erwin Syah, .S.I.K menambahkan bahwa, dengan pemasangan Spanduk himbauan ini diharapkan dapat meminimalisir kecelakaan lalu lintas yang ada dikabupaten Sidrap.

“Kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam berkendara, taati peraturan lalu lintas dan gunakanlah helm saat berkendara roda dua serta gunakanlah kendaraan sesuai dengan fungsinya”, Terang Kapolres. (win)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

BPS Sulsel: 1 dari 5 Rumah Tangga Miliki Mobil, Sidrap Tertinggi 27,38 Persen

Published

on

KITASULSEL—MAKASSAR — Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat bahwa satu dari lima rumah tangga di Sulsel telah memiliki mobil atau kendaraan roda empat/lebih. Data tersebut menunjukkan adanya disparitas tingkat kepemilikan kendaraan antar daerah, yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, infrastruktur, hingga karakteristik wilayah.

Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tercatat sebagai daerah dengan tingkat kepemilikan mobil tertinggi di Sulsel, yakni mencapai 27,38 persen. Artinya, lebih dari seperempat rumah tangga di daerah tersebut telah memiliki kendaraan roda empat.

Posisi kedua ditempati Kabupaten Wajo dengan persentase 27,08 persen, disusul Luwu Timur sebesar 24,18 persen. Sementara itu, Kota Makassar sebagai pusat ekonomi dan kota metropolitan di Sulsel berada di peringkat keempat dengan tingkat kepemilikan mobil sebesar 23,16 persen.

Angka tersebut menunjukkan bahwa bahkan di kota terbesar sekalipun, mobil belum menjadi moda transportasi yang dimiliki mayoritas rumah tangga.

Pada kelompok menengah, tingkat kepemilikan mobil berada di kisaran 18 hingga 22 persen. Daerah-daerah yang masuk dalam kategori ini antara lain Kabupaten Soppeng, Kota Parepare, Kota Palopo, Kabupaten Bone, dan Kabupaten Maros.

Di sisi lain, sejumlah wilayah masih mencatatkan angka kepemilikan mobil di bawah 15 persen. Kabupaten Jeneponto menjadi daerah dengan tingkat kepemilikan terendah, yakni 10,67 persen. Disusul Takalar sebesar 11,45 persen dan Kepulauan Selayar 11,62 persen. Ini berarti, di wilayah-wilayah tersebut, kurang dari satu dari sepuluh rumah tangga memiliki kendaraan roda empat.

Data BPS ini menegaskan bahwa akses terhadap mobil masih sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial-ekonomi masyarakat, kualitas infrastruktur, serta kebutuhan mobilitas di masing-masing daerah. Di banyak wilayah Sulsel, sepeda motor dan transportasi umum masih menjadi tulang punggung pergerakan masyarakat sehari-hari.

Perbedaan tingkat kepemilikan kendaraan ini juga dapat menjadi indikator daya beli masyarakat sekaligus gambaran perkembangan ekonomi daerah. Pemerintah daerah pun diharapkan dapat menjadikan data tersebut sebagai rujukan dalam perencanaan kebijakan transportasi dan pembangunan infrastruktur yang lebih merata.

Continue Reading

Trending