Connect with us

Absensi Online Guru Kontrak, Komisi D DPRD Kota Makassar: Itu Tidak Adil

Published

on

Kitasulsel-Makassar—Guru yang berstatus tenaga kontrak atau disebut Laskar Pelangi (Pelayanan Publik Berintegritas) sering disamakan statusnya dengan pegawai yang berstatus ASN salah satunya adalah penerapan absensi online.

Hal tersebut membuat guru kontrak di Kota Makassar mengeluhkannya karena ada ketidakadilan padahal dilihat dari status apalagi tingkat kesejahteraan sudah berbeda dengan ASN.

Keluhan itu terungkap saat para guru kontrak menyambangi gedung DPRD Kota Makassar Jalan AP. Pettarani berharap wakil rakyat bisa menerima aspirasi mereka.

“Mereka mengeluhkan penerapan absensi online yang menurut guru dari Laskar Pelangi itu tidak adil. Dari segi status dan kesejahteraan saja sudah jelas beda,” ujar anggota Komisi D DPRD Kota Makassar, Hamzah Hamid, Rabu (1/3/2023).

Olehnya, Hamzah meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar untuk segera mengevaluasi aturan tersebut. Menurutnya, sebagian besar guru kontrak terkait memiliki aktivitas lain selain mengajar untuk menopang kesejahteraan mereka.

“Guru dari Laskar Pelangi ini juga harus mengerjakan tugas sekolah dirumah diluar jam absen tersebut. Seperti mengisi rapor dan lain-lain,” tutur politisi PAN itu.

Selain itu absensi online dikeluhkan karena kerap tidak sinkron dengan sistem. Kondisi itupun menyulitkan para guru kontrak yang hanya menerima gaji tiga bulan sekali.

“Dengan gaji Rp 1,3 juta perbulan, saya minta BKPSDM Kota Makassar tidak tutup mata,” tegasnya.(*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

POLITIK

Megawati Tiba di Timor Leste, Dijadwalkan Terima Penghargaan Tertinggi Negara

Published

on

Kitasulsel–Dili – Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, tiba di Dili, Timor Leste, Rabu (8/7), dalam rangka kunjungan resmi hingga 10 Juli 2026. Dalam lawatan tersebut, Megawati dijadwalkan menerima penghargaan tertinggi negara, Grand Collar of Timor Leste, sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya dalam memperkuat hubungan bilateral serta mendorong rekonsiliasi antara Indonesia dan Timor Leste.

Setibanya di Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato, Megawati disambut Direktur Jenderal Urusan Protokol Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Timor Leste, Josefina Tilman. Penyambutan berlangsung khidmat dengan hamparan karpet merah dan pengawalan pasukan tradisional Moradores dari Casa Militar Kepresidenan Timor Leste.

Turut menyambut kedatangan Megawati, Wakil Perdana Menteri Timor Leste Francisco Kalbuadi Lay serta Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Timor Leste, Mardiana Warnares.

Dalam kunjungan tersebut, Megawati didampingi sejumlah anggota keluarga, termasuk Puti Guntur Soekarnoputri dan Romy Soekarno. Turut mendampingi pula Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto serta Ketua DPP PDIP **Bintang Puspayoga>.

Setelah prosesi penyambutan di bandara, Megawati disambut langsung oleh Presiden Timor Leste José Ramos-Horta, Perdana Menteri Xanana Gusmão, Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Bendito dos Santos Freitas, serta Kepala Staf Kepresidenan Henriqueta M. da Silva.

Delegasi PDIP yang turut hadir dalam kunjungan ini antara lain Ketua DPP PDIP Andreas H. Pareira, Ketua DPP Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah, serta Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan Pusat PDIP Andi Widjajanto.

Usai bersalaman dengan para pemimpin Timor Leste, Megawati disambut pertunjukan tarian tradisional. Dua gadis berpakaian adat menyerahkan buket bunga dan kain adat berwarna merah yang kemudian dikalungkan kepada Megawati sebagai simbol penghormatan. Megawati kemudian menggandeng kedua anak tersebut menuju gedung kedatangan bandara, didampingi Presiden Ramos-Horta dan Perdana Menteri Xanana Gusmão.

Sambutan hangat juga terlihat sepanjang perjalanan dari bandara menuju lokasi tempat Megawati menginap. Ribuan pelajar berbaris di tepi jalan sambil mengibarkan bendera Indonesia dan Timor Leste sebagai bentuk penghormatan, mencerminkan eratnya hubungan persahabatan antara kedua negara yang terus terjalin hingga kini.

Continue Reading

Trending