Connect with us

Fatmawati Rusdi Ajak Warga Hidup Sehat Lewat Senam Pagi

Published

on

Kitasulsel, Makassar— Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi memanfaatkan akhir pekannya dengan produktif.

Ia melakukan senam pagi bersama warga Tanjung Dapura, Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang, Sabtu (11/03/2023).

Senam pagi ini sebagai salah satu bentuk silaturahmi Fatmawati Rusdi bersama warga Tanjung Dapura.

Nampak, Fatma sangat menikmati setiap gerakan yang dicontohkan oleh instruktur senam.

Warga pun begitu kompak dan bersemangat atas kehadiran wakil wali kota perempuan pertama di Makassar itu.

“Alhamdulillah Sabtu ini sangat produktif. Saya berbaur dengan warga dan warganya heboh dan sangat semangat. Ini membuktikan olahraga membuat kita lebih sehat dan bahagia,” ucapnya.

Sembari itu, Fatmawati yang juga didampingi Kadis Ketahanan Pangan, Mahyuddin juga ngobrol santai bersama warga membahas program prioritas Danny-Fatma yakni pengembangan Lorong Wisata.

“Usai senam pagi saya ngobrol dengan warga mempertanyakan kondisi Lorong Wisatanya. Mulai dari pemenuhan bibitnya, pengelolaanya. Dan di wilayah Tanjung Dapura ini tidak ada kendala. Warganya kompak,” ungkapnya.

Tak hanya senam pagi dan mengecek perkembangan aktivitas Lorong Wisata.

Fatmawati juga melakukan Sabtu bersih di sepanjang lorong Tanjung Dapura.

“Saya harap semua warga ini bisa menjaga lorongnya agar tetap bersih dan produktif,” harapnya. (*)

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Kementrian Agama RI

Menag Prof. Nasaruddin Umar Hadiri Silaturahmi Nasional Ormas Islam dan Halal Bihalal MUI

Published

on

Kiatsulsel—Jakarta – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menghadiri kegiatan Silaturahmi Nasional Ormas Islam dan Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia, bertempat di The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Rabu malam 15/04/2026.

Kehadiran Menag dalam acara tersebut menegaskan posisinya yang tidak hanya sebagai pejabat negara, tetapi juga sebagai ulama yang memahami secara mendalam nilai-nilai keagamaan. Hal ini dinilai menjadi kekuatan tersendiri dalam menjalankan peran strategis sebagai Menteri Agama di tengah keberagaman Indonesia.

Dalam sambutannya, Prof. Nasaruddin Umar menekankan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi pasca-Idulfitri, melainkan momentum penting untuk memperbaiki hubungan antarsesama.

“Halal Bihalal adalah ruang untuk meluruskan kembali hubungan, menghalalkan kembali yang sempat tersimpan di hati. Dari sinilah ukhuwah tumbuh, baik ukhuwah Islamiyah maupun ukhuwah wathaniyah,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada MUI dan seluruh organisasi masyarakat (ormas) Islam atas kontribusi besar mereka dalam perjalanan bangsa, mulai dari masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini.

Menurutnya, ormas Islam dan para ulama memiliki peran strategis yang tidak tergantikan, tidak hanya dalam dakwah, tetapi juga dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga advokasi sosial.

“Dalam banyak situasi, ormas dan ulama bukan hanya menjadi pengingat nilai, tetapi juga menjadi penggerak solusi. Jejaknya mungkin tidak selalu tercatat dalam statistik, tetapi terasa dalam ketahanan sosial bangsa,” ungkapnya.

Menag juga menyoroti pentingnya peran ormas Islam di tengah tantangan global, disrupsi informasi, dan dinamika geopolitik yang semakin kompleks. Dalam konteks ini, MUI disebutnya sebagai penuntun arah dan penjaga keseimbangan di tengah keberagaman.

“Pemerintah memandang MUI dan ormas Islam sebagai mitra strategis yang tidak tergantikan. Kami berharap ormas tetap menjadi perekat umat, penyejuk di tengah perbedaan, serta kekuatan moral dalam kehidupan berbangsa,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Menag menyampaikan pesan kebersamaan melalui pantun yang sarat makna, sekaligus mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga silaturahmi, memperkuat kepercayaan, dan merawat persatuan.

“Jika ulama dan negara bersatu, damai negeri sepanjang masa,” tuturnya.

Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekhidmatan, dihadiri oleh para pimpinan ormas Islam, alim ulama, serta tokoh-tokoh nasional, sebagai simbol kuatnya sinergi antara ulama dan pemerintah dalam menjaga keutuhan dan martabat bangsa.

Continue Reading

Trending