Connect with us

Perkuat Sinergitas, Tripika Kecamatan Tallo Kunjungi RT RW Kelurahan Rappokalling

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Pererat tali silaturahmi, Camat Tallo Alamsyah Sahabuddin, S. STP, MSi, berkunjung di Kelurahan Rappokalling, 28/03/2023

Bertempat di Posko Kontainer Recover, Jalan Samping Tol Reformasi, kedatangan Alamsyah Sahabuddin bersama rombongan disambut gembira oleh Lurah Rappokalling, para ketua RT RW dan warga Kelurahan Rappokalling.

Sambil mencicipi hidangan kue kue dan menikmati secangkir kopi yang telah disiapkan, Alamsyah Sahabuddin berdiskusi ringan dengan RT RW membahas terkait kamtibmas selama bulan suci Ramadhan

Dalam diskusinya, Alamsyah Sahabuddin meminta kepada para ketua RT RW Kelurahan Rappokalling agar di bulan suci Ramadhan lebih meningkatkan pengawasan wilayah dan perkuat komunikasi dengan Tripilar

“Di bulan suci Ramadhan ini saya minta kepada ketua RT RW agar lebih meningkatkan pengawasan wilayah dan jalin komunikasi aktif dengan Tripilar Kelurahan, jika ada sesuatu yang berpotensi menganggu kamtibmas, laporkan segera agar potensi permasalahan bisa diantisipasi sedini mungkin,”tutur

Selain pengawasan wilayah, Alamsyah Sahabuddin, juga meminta kepada ketua RT RW untuk mengimbau kepada warganya agar melakukan pengawasan terhadap anak anak

Pada kunjungan tersebut juga hadir Ketua Forum Kemanusiaan Kota Makassar FKKM, dr Udin Malik, Kapolsek Tallo, Danramil 1408 – 02 Tallo, Mayor Inf Mappayukkung(**)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

KEMENHAJ-UMRAH

Tenaga Ahli Menag RI Lepas Jemaah Umrah Kloter 2 Sidrap, Pesan Kesehatan dan Kebersamaan Menguat di Tanah Suci

Published

on

Kitasulsel—Makassar — Suasana haru dan khidmat menyelimuti pelepasan jemaah umrah Kloter 2 asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) di Asrama Haji Sudiang, Selasa (21/04/2026). Langkah penuh harap para jemaah mengiringi perjalanan suci mereka menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, sebelum terbang ke Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz.

Pelepasan tersebut dipimpin oleh Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Dr. Bunyamin, yang memberikan pesan mendalam kepada seluruh jemaah. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa perjalanan ibadah ke Tanah Suci bukan hanya soal kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan mental dan fisik.

“Kesehatan adalah faktor utama dalam pelaksanaan ibadah haji. Ini adalah ibadah fisik yang membutuhkan kondisi prima, terutama menjelang puncak haji di Armuzna,” ujarnya dengan penuh penekanan.

Ia juga mengingatkan bahwa di tengah padatnya rangkaian ibadah, jemaah diharapkan saling menjaga satu sama lain. Kebersamaan, menurutnya, menjadi kunci agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan lancar dan penuh keberkahan.

“Sesama jemaah harus saling mengingatkan, saling peduli, dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Di Tanah Suci, kita adalah keluarga,” tambahnya.

Sebagai pelaksana teknis Armuzna pada musim haji 2025, Dr. Bunyamin turut berbagi pengalaman lapangan yang sarat makna. Ia menekankan bahwa tantangan terbesar jemaah sering kali bukan hanya kelelahan fisik, tetapi juga menjaga ketenangan batin di tengah jutaan manusia yang berkumpul dalam satu tujuan yang sama.

Di sisi lain, Founder Annur Maarif yang juga menjadi pembina KBIHU bagi jemaah Sidrap, Dr. Bunyamin, menyampaikan harapan tulusnya agar perjalanan ini menjadi ibadah terbaik sepanjang hidup para jemaah.

“Semoga ini menjadi perjalanan ibadah yang penuh makna dan menjadi titik balik kehidupan spiritual kita semua,” ucapnya.

Ia juga memastikan bahwa Tim Annur akan selalu hadir mendampingi jemaah selama di Tanah Suci. Dengan kemampuan bahasa Arab yang dimiliki, tim siap membantu komunikasi dengan petugas haji maupun pihak syarikah di Arab Saudi.

“Jangan ragu untuk berkomunikasi. Kami akan selalu ada di sekitar jemaah,” tegasnya.

Menutup arahannya, ia menyampaikan pesan sederhana namun penuh kehangatan dalam balutan bahasa lokal yang akrab di hati jemaah.

“Salama ki lao lisu, saya juga akan bersama dengan jemaah semua pada jelang pelaksanaan puncak haji,” tutupnya.

Pelepasan ini bukan sekadar seremoni perjalanan, tetapi menjadi awal dari perjalanan ruhani yang panjang—tentang harapan, ketulusan, dan kerinduan untuk semakin dekat kepada Sang Pencipta. Di balik koper-koper yang dibawa, tersimpan doa-doa yang ingin dipanjatkan, dan di balik langkah kaki yang berangkat, ada hati yang berharap pulang dengan jiwa yang lebih bersih.

Continue Reading

Trending