Connect with us

Buka Kegiatan Cerah Andalan, Gubernur Andi Sudirman : Menumbuhkan Karakter Nilai-Nilai Islam Sejak Dini

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman membuka Festival Ramadan yang mengusung tema Ceria Ramadhan Bersama Andalan (Cerah Andalan) di Gedung Kartini, Kota Makassar, Minggu 9 April 2023.

Festival Ramadhan ini dilaksanakan oleh kerjasama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Tim Penggerak PKK Sulsel dan Andalan Mengaji.

“Alhamdulillah, bersama Ketua TP PKK Sulsel membuka acara Ceria Ramadhan Bersama Andalan (Cerah Andalan). Kita tentu mengapresiasi kegiatan ini,” katanya.

Sejumlah kategori diperlombakan, yaitu tahfidz, da’i cilik, adzan, memasak, dan foto yang terbuka bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Pesertanya pun dari berbagai daerah di Provinsi Sulsel.

Menurutnya, terlaksananya kegiatan ini sebagai bentuk semarak bulan Ramadan, untuk penanaman nilai-nilai Islami terhadap anak sejak dini.

Sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi, kreativitas dan pengetahuan dalam menumbuhkan karakter kepada generasi penerus memiliki akhlak yang baik.

“Kami berpesan kepada para anak-anak, bagaimana menguasai materi, ulet, dan memiliki kepercayaan diri untuk tampil dihadapan khalayak,” tuturnya.

Ia pun memberikan semangat kepada para peserta lomba. “Jangan berpikir menang atau kalah, namun ini sebagai langkah memulai kita untuk lebih percaya diri tampil didepan umum. Kita harap ini untuk pembentukan anak berakhlak dan bebas radikalisme,” jelasnya. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Kementrian Agama RI

Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Lingkungan Hidup Bagian dari Tanggung Jawab Keagamaan

Published

on

Kitasulsel–Kairo–Mesir Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar menegaskan bahwa persoalan lingkungan hidup tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab keagamaan. Penegasan tersebut disampaikan Menag saat menjadi pembicara dalam Seminar Internasional Fikih Lingkungan (Ekoteologi) yang digelar di Al-Azhar Conference Center, Kairo, Mesir.

“Dalam perspektif Islam, bumi bukanlah milik mutlak manusia, melainkan titipan Ilahi yang harus dijaga keseimbangannya. Karena itu, setiap aktivitas yang merusak lingkungan sejatinya telah menyimpang dari tujuan ibadah dan hakikat pembangunan peradaban,” ujar Menag, Selasa (20 Januari 2026).

Menurut Menag, konsep ekoteologi menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran kolektif umat Islam terkait amanah menjaga alam semesta. Ia menekankan bahwa relasi antara manusia dan lingkungan harus didasarkan pada nilai moral dan spiritual.

“Ekoteologi mengajarkan bahwa relasi manusia dan lingkungan harus dibangun di atas prinsip amanah, tanggung jawab moral, dan keseimbangan,” lanjutnya.

Menag juga menyoroti pentingnya pendekatan etis dan nurani dalam mengelola kemajuan peradaban. Menurutnya, tantangan global saat ini tidak cukup dijawab dengan kecerdasan dan teknologi semata.

“Dunia hari ini tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga nurani dan etika dalam mengelola kemajuan serta menjaga keseimbangan lingkungan,” jelasnya.

Seminar internasional bertajuk “Tantangan Berinteraksi dengan Lingkungan dalam Tafsir dan Sunnah” ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian Agama RI, Al-Azhar Al-Sharif, Kedutaan Besar RI di Kairo, serta Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir.

Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari ulama, dosen, peneliti, mahasiswa, serta pemerhati isu lingkungan. Forum ini menjadi ruang diskusi untuk memperkuat kontribusi pemikiran Islam dalam menjawab krisis lingkungan global melalui pendekatan teologis, yuridis, dan etis.

Di sela-sela kegiatan, Menag Nasaruddin Umar juga menyerahkan secara simbolis mushaf Al-Qur’an braille terbitan Kementerian Agama RI kepada Rektor Universitas Al-Azhar, Salama Gomaa Dawud, sebagai bentuk komitmen terhadap inklusivitas dalam pendidikan keagamaan.

Sementara itu, Rektor Al-Azhar Salama Gomaa Dawud dalam sambutannya menegaskan bahwa Islam memiliki perhatian besar terhadap upaya pelestarian lingkungan hidup.

“Menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab institusi, melainkan kewajiban setiap individu, karena dampak kerusakan lingkungan akan dirasakan oleh seluruh umat manusia,” ungkapnya.

Continue Reading

Trending