Connect with us

Pastikan Kedisiplinan Pegawai Setelah Cuti Bersama,Direksi Perumda Air Minum Gelar Apel Pagi

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar apel pagi setelah libur dan cuti bersama dalam rangka idulfitri pada hari rabu, 26 April 2023 di Lapangan RTH PDAM Makassar.

Apel yang dihadiri seluruh Direksi, Para Pejabat Struktural, dan staf baik bagian maupun setiap wilayah.

Dalam amanatnya, Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar menyampaikan rasa terima kasih kepada pegawai yang bekerja maksimal selama ramadan.
“Kami ucapkan terima kasih kemarin di bulan puasa kalian tetap bekerja dengan baik, terkhusus kepada wilayah-wilayah yang tetap membuka pelayanan meskipun hari libur, serta tim-tim teknik dan lapangan yang tetap melakukan penanganan pengaduan dengan merespon setiap laporan termasuk rekan-rekan nasrani yang ikut membantu pelaksanaan posko pengaduan saat libur idulfitri”, kata Beni.

Beni menambahkan bahwa apel ini diadakan untuk mengecek kedisiplinan pegawai yang baru libur panjang.
“Setelah libur panjang kemarin, kami ingin memastikan tidak ada pegawai yang menambah hari libur dari ketentuan. Semua pegawai kami minta kembali untuk bekerja dan tidak ada penambahan cuti kecuali dengan alasan tertentu”, ucapnya.

“Saya harap kita kembali bekerja keras untuk mencapai target efisiensi perusahaan agar apa yang kita cita-citakan insyaallah dijabah oleh Allah SWT,”, tutup Beni.

Dalam kesempatan ini, Beni Iskandar juga memberikan penghargaan kepada pegawai berkinerja baik yang akan memasuki usia pensiun.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Nasional

Jusuf Kalla Letakkan Batu Pertama Masjid Hajjah Yuliana di Melbourne, Tekankan Masjid sebagai Pusat Peradaban Umat

Published

on

Kitasulsel–MELBOURNE – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla (JK), menegaskan bahwa masjid memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat ibadah. Menurutnya, masjid harus menjadi pusat pembinaan umat, pengembangan ilmu pengetahuan, serta kemajuan peradaban Islam.

Hal tersebut disampaikan JK saat menghadiri penandatanganan dan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Hajjah Yuliana di kawasan Laverton, Melbourne, Australia, Sabtu (27/6/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 itu mengatakan, kemakmuran sebuah masjid ditentukan oleh tiga unsur utama, yakni pihak yang membangunnya, pengurus yang mengelolanya, serta jamaah yang aktif memakmurkan masjid melalui ibadah dan berbagai kegiatan kemasyarakatan.

“Masjid akan benar-benar hidup apabila dibangun, dikelola dengan baik, dan dipenuhi jamaah yang beribadah serta melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar JK.

Ia menambahkan, keberadaan masjid di luar negeri memiliki fungsi strategis sebagai pusat persatuan masyarakat Muslim Indonesia. Selain menjadi tempat ibadah, masjid juga berperan menjaga identitas, budaya, dan nilai-nilai kebangsaan di tengah kehidupan masyarakat yang multikultural.

JK juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara penguatan nilai-nilai keagamaan dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi. Menurutnya, kemajuan umat dan bangsa sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing di era modern.

“Ibadah dan penguasaan ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan. Umat Islam harus mampu melahirkan generasi yang menguasai teknologi agar mampu bersaing dan membangun peradaban,” jelasnya.

Selain aspek pendidikan, JK menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan ekonomi umat. Ia menilai, masyarakat yang memiliki kondisi ekonomi yang baik akan lebih mampu menjalankan tanggung jawab sosial keagamaan, termasuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari penguatan solidaritas umat.

Sementara itu, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Melbourne, Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo, menyampaikan apresiasi atas dimulainya pembangunan Masjid Hajjah Yuliana sekaligus pengembangan Islamic Center Indonesia Community Victoria (ICV).

Menurut Yohannes, pembangunan tersebut menjadi tonggak penting bagi perkembangan komunitas Muslim Indonesia di Australia. Kehadiran masjid dan pusat kegiatan Islam diharapkan semakin memperkuat peran Indonesia Community Victoria sebagai rumah besar yang mempersatukan masyarakat Indonesia di Negara Bagian Victoria.

Ia berharap Masjid Hajjah Yuliana dapat menjadi representasi wajah Islam Indonesia yang moderat, ramah, dan toleran, sekaligus menjadi pusat ibadah, pendidikan, kegiatan sosial, dan pembinaan generasi muda Muslim Indonesia.

“Semoga Masjid Hajjah Yuliana menjadi pusat ibadah, pendidikan, dan kegiatan sosial yang memberi manfaat bagi umat serta memperkuat hubungan masyarakat Indonesia di Australia,” ungkap Yohannes.

Prosesi penandatanganan dan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Hajjah Yuliana dihadiri tokoh masyarakat, pengurus Indonesia Community Victoria (ICV), ulama, serta warga Muslim Indonesia yang bermukim di Australia. Kehadiran masjid tersebut diharapkan menjadi simbol persatuan, pusat dakwah, serta ruang pengembangan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat Indonesia di Victoria.

Continue Reading

Trending