Connect with us

Pantau Langsung Giat Satgas Drainase,Camat Wajo:Masyarakat Bantu Kami Dengan Menjaga Kebersihan Lingkungan Masing- Masing

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Camat Wajo, Hamna Faisal, melakukan kunjungan lapangan untuk memantau kegiatan Satuan Tugas (Satgas) Drainase di beberapa kelurahan wilayah pemerintahan Kecamatan Wajo, Rabu, 3 Mei 2023

Selain itu, dalam kunjungan tersebut, Camat Hamna Faisal juga mengedukasi warga terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Dalam kunjungan tersebut, Camat Hamna Faisal meninjau langsung beberapa titik yang menjadi fokus kegiatan Satgas Drainase, seperti saluran air dan gorong-gorong.

Camat yang cukup aktif di lapangan ini, memastikan bahwa kegiatan pembersihan dan perbaikan yang dilakukan oleh Satgas Drainase berjalan dengan lancar dan sesuai dengan target yang telah ditentukan.

Selain memantau kegiatan Satgas Drainase, Camat Hamna Faisal juga melakukan sosialisasi kepada warga di beberapa kelurahan terkait dengan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Camat Hamna menekankan bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama dan harus dilakukan secara terus-menerus agar lingkungan tetap bersih dan sehat.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Hamna Faisal juga mengajak warga untuk aktif melaporkan jika menemukan kondisi lingkungan yang tidak sehat, seperti saluran air yang tersumbat atau sampah yang menumpuk.

“Diharapkan kerjasama antara warga dan Satgas Drainase dapat terjalin dengan baik, sehingga kebersihan lingkungan dapat terjaga dengan optimal di 8 Kelurahan Kecamatan Wajo,” papar Hamna.(**)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Luwu Timur

Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.

Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.

“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.

Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.

Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.

“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.

Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.

Continue Reading

Trending