Connect with us

Dampingi Wawali, Indira Yusuf Ismail Ikuti Rapat Persiapan Rakernas APEKSI

Published

on

Kitasulsel—MAKASSAR,- Pemerintah Kota Makassar terus memantapkan persiapan jelang penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang bakal digelar pada Juli 2023 mendatang.

Rapat persiapan Rakernas APEKSI kembali digelar di Balai Kota Makassar, Senin (29/5/2023), dipimpin oleh Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi. Tak ketinggalan, Ketua TP PKK Kota Makassar Indira Yusuf Ismail turut hadir dalam rapat tersebut.

Dalam arahannya, Indira meminta ketegasan, komitmen, serta kerja sama seluruh pihak dalam menyukseskan acara bergengsi tersebut. Apalagi, sebanyak 98 wali kota se-Indonesia direncanakan akan hadir di Makassar.

Indira ingin agar para tamu merasa nyaman dan bahagia selama di Makassar. Oleh karena itu, dia meminta agar seluruh persiapan digodok secara matang untuk menampilkan wajah terbaik Kota Makassar di mata nasional.

“Tetapi perlu diperhatikan, kita kan mau terima tamu, jadi kota harus dihias. Ketua APEKSI Bima Arya juga selalu minta agar Rakernas ini jadi pelaksanaan yang terbaik,” ucap Indira.

Hal yang menjadi fokus perhatian Indira juga menyangkut keindahan kota. Sebab, keindahan kota akan menjadi kesan pertama yang akan ditangkap oleh setiap orang yang pertama kali ke Makassar.

“Saya sudah minta agar taman-taman diperbaiki. Bahkan kalau perlu saya bersama PKK, Dekranasda, dan Pokja PAUD akan turun juga menanam tanaman sendiri. Kita tidak boleh cuek, kita harus persembahkan yang terbaik,” tegasnya.

Sejauh ini, Pemkot Makassar sudah menyusun sejumlah program yang bakal menjadi rangkaian kegiatan pada Rakernas nanti. Salah satunya adalah Ladies Program yang sudah menjadi agenda rutin dalam setiap penyelenggaraan Rakernas APEKSI.

Pada Ladies Program nanti, akan diisi dengan berbagai kegiatan. Mulai dari dialog interaktif, demonstrasi pembuatan sejumlah kue tradisional sebagai bagian dari promosi Makassar Kota Makan Enak, serta fashion show baju bodo dengan tema Transformasi Baju Bodo.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam Lepas Jenazah Tokoh Masyarakat di Wotu

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR Suasana duka menyelimuti Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, saat Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, melepas jenazah almarhum H. Sjamsul Bachrie, Selasa (17/3/2026).

Almarhum yang wafat dalam usia 89 tahun tersebut diketahui merupakan ayahanda dari Kepala Desa Lampenai, Zainal Bachrie.

Prosesi pelepasan jenazah berlangsung khidmat di rumah duka dan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota DPRD Luwu Timur, H. Sarkawi A. Hamid dan Muhammad Nur, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Neng, Camat Wotu, Hasis Dawi, unsur Tripika Wotu, para kepala desa, serta ratusan pelayat yang datang memberikan penghormatan terakhir.

Dalam sambutannya, Bupati Irwan Bachri Syam menyampaikan bahwa almarhum merupakan sosok yang sangat dihormati dan menjadi panutan masyarakat, khususnya di Kecamatan Wotu.

“Almarhum adalah orang tua kita semua, sesepuh kita di Kabupaten Luwu Timur, khususnya di Kecamatan Wotu. Pengabdian beliau selama ini sangat luar biasa, dan nilai-nilai itu kini dilanjutkan oleh ananda tercintanya, Kepala Desa Lampenai,” ungkap Bupati.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dedikasi almarhum sebagai tokoh masyarakat yang telah banyak berkontribusi bagi daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan secara pribadi, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas jasa dan pengabdian almarhum. Semoga segala amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT, serta segala dosa dan khilafnya diampuni,” tuturnya.

Bupati turut mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Usai prosesi pelepasan, Bupati bersama rombongan turut mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir di Pekuburan Pua Sandro, Dusun Kampung Alau, Desa Lampenai. Di lokasi pemakaman, doa kembali dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi almarhum yang dikenal sebagai sesepuh dan tokoh masyarakat yang penuh pengabdian.

Continue Reading

Trending